
Mereka di sambut oleh satu wanita yang sangat cantik.
" Akhirnya datang juga pesananku. " Kata wanita itu
" Iya mbak, maaf ya tadi agak macet jadi lama " jawabku.
" Yaudah gapapa turunin terus taro di garasi ya " kata wanita itu.
" Siap mbak " jawab kami scara bersamaan.
Kami berdua melaksanakan perintah wanita itu, waktu terus berjalan dan akhirnya selesai juga.
" Mbak udah semua ya " kata Pak Ipul.
" Iya mas pak, makasih ya, ini ada uang lebih buat beli rokok " kata wanita itu, sambil menyodorkan uang 50 ribuan.
" Iya mbak makasih, eh kalau boleh tau siapa nama mbaknya? " Tanyaku.
" Nama saya ranti mas, yaudah saya mau beres beres dulu ya, sekali lagi terima kasih. " Jawab Ranti lalu dia berjalan menuju pintu rumahnya.
Aku dan Pak Ipul naik ke atas truk untuk pulang ke toko, perjalanan pulang kami lancar karena tidak terjadi kemacetan.
Sesampainya di toko, waktu sudah menunjukkan jam 15.00 aku dan Pak Ipul menutup toko lalu kami berdua pulang.
Aku pun sampai dirumah, ku lihat disana Putri sudah menunggu ketadanganku.
" Tumben lama bang pulangnya? " Tanya Putri kepadaku sambil dia memincingkan matanya.
" Iya Put tadi ada pesenan agak jauh, jadi harus di anterin dulu, lumayan dapet bonus hehehe. " Jawabku sambil tertawa kecil.
" Kirain abang pergi kemana, yaudah sana mandi Putri udah masak tuh. " Kata Putri.
Aku pun masuk kedalam rumah dan bersiap untuk mandi, sesudah mandi aku langsung menuju meja makan untuk makan bersama Putri.
Yah walaupun hanya makan pakai telur tetapi Putri gak pernah mengeluh sama sekali, itulah yang membuatku semakin sayang kepadanya.
Selesai makan aku berniat untuk pergi membeli sabun mandi, gak lupa aku pamit kepada Putri.
" Put, abang keluar bentar ya mau beli sabun mandi. " Kataku.
" Iya bang hati hati ya, kalau malem rawan soalnya. " Putri mengigatkanku, karena disini masih banyak tawuran atau begal.
" Yaudah Put, abang jalan dulu. " Kataku lalu berjalan keluar rumah untuk pergi ke warung.
Aku berjalan ke warung yang lumayan jauh jaraknya dari tempat tingalku, aku melewatan pemuda yang sedang nongkrong.
__ADS_1
Akhirnya aku sampai di warung tersebut, tanpa berlama lama aku pun mencari sabun dan barang lainnya yang sedang butuhkan.
" Makasih ya mas, hati hati dijalan " kata penjaga toko kepadaku.
Aku berjalan keluar toko dan menuju ke rumah, di saat sedang berjalan aku melihat pemuda yang sedang nongkrong tadi sedang tawuran dengan pemuda lainnya.
Tanpa pikir panjang aku pergi ke jalan lain yang menuju ke rumahku, namun hal tak terduga pun datang.
Di saat berbalik badan di depan sudah ada kubu lain yang akan ikut tawuran, mereka pun berlari ke arahku sambil mengacungkan senjata tajamnya.
Aku reflek berlari dengan kencang, saat aku berlari mereka mengejarku sampai akhirnya aku terjatuh karena terpleset oleh batu.
Di saat bersamaan para pemuda yang mengejarku sudah sampai di depan badanku yang sedang memeluk tanah, salah satu pemuda itu langsung menyerangku tanpa aba aba.
" Mati lu!!! " kata pemuda itu sambil mengayunkan celurit panjangnya ke arahku.
Di saat itu aku hanya pasrah saja, karena badanku tidak bisa di gerakan akibat terjatuh tadi.
Tiba tiba mataku gelap gulita setelah menerima luka yang cukup dalam di bagian perutku.
" Wiu Wiu Wiu "
Polisi dan ambulance datang ke tempat kejadian tawuran tadi, aku yang sudah tak sadarkan diri dibawa ke rumah sakit.
" Tadi kena salah sasaran dia, kebetulan habis beli sesuatu di warung itu terus dia lewat sini. " Jawab warga lain sambil menunjuk ke arah salah satu warung.
Ada salah satu orang yang berlari ke arah rumah Aji dan Putri, orang itu langsung mengetuk rumah tersebut dengan keras.
" Tok Tok Tok "
" Put Putri, cepetan buka Put!! " Katanya dengan keras.
Putri yang sedang tiduran pun langsung bergegas menuju ke depan rumah setelah mendengar ada orang yang memangilnya dengan keras.
" Oh Pak Rt, ada apa pak kok keliatannya seperti kawatir sekali? " Tanya Putri dengan penasaran, karena dia melihat muka Pak Rt yang kelihatan kawatir.
" I tuuu, si Aji di bawa ke rumah sakit, kena salah sasaran dia sama orang orang yang lagi tawuran " jawab Pak Rt.
" Hah sekarang abang dimana Pak, terus kok bisa sampai kena sasaran, pokoknya Putri gak mau tau Pam Rt harus nganterin Putri ke tempat abang sekarang. " Kata Putri
" Iya Put, yaudah ayok kamu kunci dulu rumahnya terus kita ke rumah sakit " kata Pak Rt.
Putri dan Pak Rt pun pergi ke rumah sakit tempat Aji di rawat.
Saat ini aji yang sedang tertidur kasur rumah sakit, merasakan ada yang aneh di tubuhnya.
__ADS_1
Tiba tiba dia dengar suara aneh di kupingnya.
[ DINGG!!! Sistem Memindai Tuan Baru ]
[Pemindaian Selesai]
Aji yang mendegar suara itu dia langsung terbangun.
" Hah , suara apa itu? Kenapa seperti suara seseorang tapi gak ada wujudnya. " Tanyaku kepada diri sendiri.
[Kenapa Bingung Tuan? Ini Suara Sistem]
" Sistem? Apakah ini nyata? Kenapa sekarang aku merasa sedang berada di cerita cerita novel " Jawabku.
[Ini Nyata Tuan, Memang Benar Sistem Yang Ada Di Dalam Pikiran Sistem Sama Persis Seperti Yang Ada Di Dalam Cerita Cerita Novel]
" Ahh syukurnya kalau begitu, lalu apa fungsimu? " Tanyaku kepada sistem.
[Fungsi Sistem Dapat Mempermudah Hidup Anda Tuan]
" Syukurlah kalau begitu, dengan begitu hidupku akan berubah karena bantuanmu sistem " Kataku sambil mengela nafas panjang.
Di saat yang bersamaan Putri dan Pak Rt tiba diruangan rawatku.
Putri dan Pak Rt mengela nafas lega setelah melihat aku sudah sadar, Putri pun berlari ke arahku dengan wajah sedih.
" Huuuhuuuhuuu, abang gapapa kan? Putri kawatir tau denger abang jadi korban salah sasaran. " Kata Putri sambil menangis.
" Aduh, pelan pelan Put ini perut abang masih sedikit sakit, kamu gak usah kawatir sama abang, lihat abang udah sadar juga." Jawabku sambil tersenyum.
" Lain kali hati hati bang, Putri gak mau kalau abang kenapa kenapa " Kata Putri sambil memeluk tanganku.
" Iya Putri maafin abang, yang sudah membuat kamu kawatir. " Kataku sambil mencium tangan Putri.
Pak Rt yang melihat kami hanya bisa geleng geleng kepala.
" Ehemmm!! Cuekin aja gapapa kok, emang kan dunia milik berdua " Kata Pak Rt.
" Hehehe maaf Pak Rt, Putri kawatir banget sampai lupa sama Pak Rt. " Kata Putri sambil ketawa.
" Makasih ya Pak Rt udah nganterin Putri kesini " kataku sambil melihat ke arah Pak Rt.
Makasih semuanya yang sudah membaca novel ini, Mohon maaf kalau ceritanya gak beraturan.
Semoga semakin hari novel ini bisa lebih baik lagi.
__ADS_1