SISTEM PEMUDAH HIDUP

SISTEM PEMUDAH HIDUP
BAB 3


__ADS_3

Keesokan harinya aku di perbolehkan untuk pulang, setelah melewati perjalanan yang cukup jauh aku dan Putri sampai di rumah.


Rumah kecilku terlihat agak kotor karena beberapa hari ditingal putri ke rumah sakit, aku dan Putri masuk kedalam rumah dan membersihkan kotoran di beberapa suduh rumah.


[DING!!! Tuan Rumah Belum Login Hari Ini, Apakah Tuan Akan Login??]


" Ah iya, hampir saja aku lupa denganmu sistem, sepertinya aku akan login. " Kataku kepada sistem.


[DING!!! SELAMAT TUAN MENDAPATKAN RUMAH DI IBU KOTA DAN UANG 1JUTA]


" Hah rumah? Terus uang 1Juta " ucapku yang terkejut karena hadiah dari sistem.


" Sepertinya aku harus memberi tahu kepada Putri untuk segera mengemasi pakaiannya " ucapku dalam hati.


Setelah itu aku menghampiri Putri yang sedang duduk di ruang tamu.


" Put, kamu kemasi pakaianmu, besok kita pindah ke kota. " Ucapku kepada Putri.


" Hah ngapain pindah ke kota bang? Emang kita punya rumah disana? " Tanya Putri yang kebingungan.


" Tinggal kamu ikut abang aja, percaya sama abang kalau hidup kita akan berubah mulai saat ini. " Kataku sambil membelai kepala Putri.


" Terus rumah ini gimana bang? Kan sayang kalau di tinggal gitu aja " tanya Putri.


" Suruh Bi Siti aja yang ngurus rumah ini, sekalian suruh tinggal disini biar abang yang bilang besok. " Kataku menjawab pertanyaan Putri.


Walaupun Putri masih bingung tetapi dia tetap menuruti permintaan abangnya, Aku pun mengemasi pakaianku.


Sesudah mengemasi pakaian kami masih masih, Aku dan Putri pun makan malam bersama dengan lauk andalan kita yaitu TELUR AYAM.


pagi hari pun tiba, Aku langsung pergi ke gubuk Bi Siti untuk memberi tahu kalau Bi Siti dan Anaknya bisa tinggal dirumah yang akan ku tinggalkan.


Sesampainya disitu aku langsung mengetuk pintu gubuk itu.


" TOKK TOKK TOKK "


" Iya sebentar " jawab Bi Siti.


" Ternyata kamu Ji, kirain siapa, ada apa tumben kesini? " Tanya Bi Siti.


" Ini Bi aku sama Putri mau pindah ke kota, jadi rumah yang aku tempati bakal kosong, kalau Bibi mau bisa tinggal kesana dari pada kosong. " Kataku ke Bi Siti.


" Hah beneran Ji? Kamu gak becanda kan " jawab Bi Siti.


" Iya Bi beneran, kalau Bibi mau sekalian bersihin rumah itu nanti aku gaji perbulan kalau Bibi mau. " Kataku kepada Bi Siti.


" Hah apa? Kamu gak usah bikin Bibi tambah kaget lagi, udah di suruh tinggal di rumahmu aja udah syukur apa lagi digaji. " Kata Bi Siti, dia semakin kaget setelah aku memberi tahu akan memberi gaji kepadanya.


" Mulai besok Bibi sudah bisa tinggal disana ya Bi, kalau gitu aku pamit dulu mau siap siap berangkat " kataku terus pergi meninggalkan gubuk Bibi Siti.

__ADS_1


Setelah pergi dari tempat Bibi Siti aku kembali ke rumah untuk siap siap pergi ke kota, sesampainya dirumah aku langsung bergegas memberi tahu Putri untuk segera berangkat.


" Ayo Put kita berangkat, udah siang biar gak kemaleman pas sampai di kota " kataku kepada Putri.


" Iya bang ini udah siap semua kok ayo kita berangkat " kata Putri sambil tersenyum.


Aku dan Putri berjalan ke pangkalan ojek terdekat, sesampainya disana aku langsung pergi ke terminal untuk menaiki bus dengan tujuan Ibu Kota.


Sesampainya di Kota aku pun bingung harus pergi kemana.


" Sistem ini kemana, tolong tunjukin jalannya menuju rumah yang kamu berikan. " Tanyaku kepada sistem.


[Tuan Belum Login Hari Ini, Apakah Mau Login Dulu Sebelum Menlanjutkan Perjalanan?]


" Ya login " kataku singkat.


[SELAMAT TUAN MENDAPATKAN UANG SEBESAR 100JUTA DAN MEMBUKA FITUR SISTEM]


" Hah uang 100Juta? Banyak banget " jawabku.


Aku terkejut dengan pemberitahuan sistem sampai aku lupa harus menuju ke rumah baru.


" Lupakan soal fitur sistem, yang terpenting kamu tunjukkan lokasi rumah yang kamu berikan. " Kataku kepada sistem


[Untuk Lokasinya Sudah Sistem Berikan Di Guugle Maps Tuan, Silahkan Di Cek]


Aku pun mengajak Putri untuk bergegas ke tempat yang sudah di tunjukkan oleh sistem.


Sesampainya disana aku di buat terkejut dengan besarnya rumah tersebut.


" Bang apa ini rumah baru kita? " Tanya Putri dengan mata yang berbinar melihat rumah di  depan matanya.


" Iya Put kita bakal tinggal disini mulai sekarang " ucapku sambil menarik tangan Putri untuk masuk kedalam rumah tersebut.


Aku dan Putri langsung masuk rumah itu memakai kunci yang diberi oleh sistem, tidak lupa dengan surat surat rumah tersebut.


Putri kembali terkejut setelah melihat isi dari rumah itu, ada banyak lukisan dan barang barang mahal lainnya.


" Bang abang, ini besar banget bang kaya istana " ucap Putri dengan senyum di bibirnya.


" Iya Put, abang pun kaget lihat isi dari rumah ini " balasku.


" Terus abang dapet rumah ini dari mana? " Tanya Putri yang penasaran kenapa abangnya bisa memiliki rumah sebesar ini dan tempatnya berada di Ibu Kota, didalam pikiran Putri pasti sangat mahal rumah sebesar ini.


" Sebenernya abang dapet dari undian sabun colek, awalnya abang gak percaya tapi setelah dapet sms dan disuruh kesini abang percaya " jawabku berbohong, tidak mungkin juga aku jujur kepada Putri dapat rumah ini hadian dari sistem.


" Oh gitu bang kirain abang kerja gak halal terus beli rumah ini heheh " ucap Putri dengan mudahnya dia percaya kepadaku


" Yaudah Put istirahat yuk besok baru keliling rumah sambil cari tahu apa aja yang ada di rumah ini " kataku kepada Putri.

__ADS_1


Aku dan Putri langsung pergi ke kamar yang berada di lantai satu dekat tempat kita berdiri terakhir kali.


Sesampainya di kamar aku langsung melemparkan badanku ke atas kasur yang sangat empuk, beda dengan kasur yang berada di rumah lamaku yang terbuat dari kapuk.


" Sistem beri tahu tentang fitur sistem yang kamu berikan tadi " tanyaku kepada sistem.


[Fitur Tersebut adalah Panel Hologram Dan Ruang Penyimpanan Sistem]


" Cukup bagus dan akan berguna nantinya " ucapku dalam hati.


" Coba tunjukkan panel hologram diriku "


[ Nama : Aji


Umur : 19 Tahun


Kakayaan : 1Juta 500Ribu


Keluarga : Putri (adik tiri)


Kekuatan : BELUM ADA


Kekuatan Fisik : 1


Dan masih banyak lagi]


" Lumayan banyak juga, kayaknya besok aku harus meningkatkan kekuatan fisikku " ucapku dalam hati.


Setelah itu aku pun tertidur dengan nyenyak.


PAGI PUN TIBA


" Bangggg, bangun ayo udah pagi kita belum sarapan " kata Putri sambil mengoyangkan badanku dengan keras.


" Iya Put iyaaa, ini bangun gak usah di goyang goyangin juga badan abang. " Kataku kepada Putri.


Aku langsung bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi, di saat aku sedang cuci muka.


[Tuan Belum Login Hari Ini? Apakah Ingin Login?]


" Ya login " kataku kepada sistem


[ DINGG!! SELAMAT TUAN MENDAPATKAN ....... ]


Mohon maaf kalau novel ini belum sempurna dan alur ceritanya gak beraturan


Terima kasih yang sudah membaca novel ini, jika ada masukan bisa komen saja.


Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2