
Whatsap~chat
ME
"kenapa sekarang jarang kasih kabar?".
tulisan pesan chat whatsappku yang ku kirim untuk pacarku,lebih tepatnya calon suami ,karena dia sempat melamarku karena niat serius berhubungan denganku.
sedikit cerita tentangnya sambil menunggu balasan chat dari nya yg sibuk bekerja. umurku dan dia selisih 4 tahun, aku yg berumur 22thn dan dia 26th. laki laki dewasa bukan? sudah memang sepantasnya dia mencari istri bukan hanya sekedar pacar untuk main2.
itu salah satu alasanku menerima lamarannya karena ku fikir dia laki2 dewasa,pasti menuju jenjang yang serius. padahal kami baru kenal 3 bulan,tapi keseriusannya sudah terlihat sejak dia melamarku. kami belum bertunangan memang,namun dia sudah berbicara dengan kedua orang tuaku akan segera melamarku, diusahakan awal tahun depan dia masih mau menabung agar pernikahan kami layak.
sebenarnya aku bukan tipe orang yg cepat2 ingin menikah, terlebih lagi umurku masih 22thn. tapi disisi lain aku lelah pacaran,aku lelah suka,pdkt,pacaran,putus. muter2 kesitu mulu. aku ingin yang serius,dan bersyukur dipertemukan dengan dia.
dia orang yang sangat baik,dan penyabar. terutama menghadapi sikapku yg selalu ingin dimanja. kami tidak pernah bertengkar dengan hal hal sepele. selalu diselesaikan dengan kepala dingin. kami sama sama slalu mengalah agar masalah tidak berkepanjangan.
Dan semenjak aku bertemu denganya ibadahku mulai membaik ,aku selalu berdoa untuknya dan diriku. jujur, aku sudah sangat menyayanginya karena bagiku dia sosok laki2 yg sempurna.
Namun beberapa hari terakhir dia sudah jarang memberi kabar,hatiku sedikit gelisah,terakhir yg kudengar pekerjaanya sedang menumpuk dan kadang ia sampai lupa makan sangking sibuknya. semoga firasat burukku hanya kekhawatiranku yg berlebih.
TING!
Ah! selang beberapa menit chat whatsappku dibalas. aku bergegas membuka chat darinya.
ARYA💕
"*maaf syg, kerjaan masih numpuk"
ME
"oh,oke yang penting jangan lupa makan ya".
ARYA💕
"iya".
jujur hatiku masih sedikit mengganjal, karena selama kami menjalani hubungan baru baru ini balasnya singkat. tapi aku coba menahanya, aku tidak mau egois dan marah2*, mungkin saja memang benar karena pekerjaanya.
~.~
esok paginya, aku melihat handphone tidak ada pesan ataupun telfon darinya, kutunggu sampai jam makan siang,jam istirahat ditempat pekerjaannya,namun tak kunjung juga ada pesan dari nya hingga malam sampaiku tertidur tidak ada pesan masuk darinya. yaampunn fikiranku hancur.
Me
"*libur? dari kemarin ku tunggu tapi gak ada kabar. kemana?".
__ADS_1
Â
ARYA💕
"aku lagi malas mengirim pesan*".
Â
pesan darinya membuat aku semakin panas,tapi aku tidak bisa marah. air mataku mulai membuat bendungan membacanya karena manahan rasa kesal.
Me
"kenapa malas? aku kan pacarmu,wajar kalau kamu memberi kabar"
Â
ARYA💕Â
"sudah ,aku tidak ingin bertengakar, jangan bahas apa2 dulu ya" .
Â
Me
Â
ARYA💕
"aku gapapa".
Â
aku semakin yakin dia ada apa2.
Me
"kalau memang ada masalah, cerita ke aku nanti juga kita bakal jadi suami istri kan?".
ARYA💕
"Jangan bahas itu dulu ya"
Â
DEG!
__ADS_1
Hatiku seolah tiba2 berhenti, tidak biasanya dia tidak mau membahas soal pernikahan, biasanya dia yang selalu membahas pernikahan kami,sampai rencana resepsi. ya tuhannn ada apa sengannya.
Me
"*Kamu,kenapa? jujur*"
Â
kali ini dia membalas cukup lama hampir 1 jam. dan akhirnya dia membalas,tanpa jeda untukku membalas pesannya.
ARYA💕
"*Begini re*".
Â
aku mulai merasa ada yang tidak beres, karena dia menyebutku dengan sebutan nama,bukan panggilan sayang. namun aku masih menyimak.
Â
"**Aku gak tau,kenapa semakin kesini aku semakin ragu buat nikahin kamu"
"Kamu gak salah apa2,kamu baik"
"aku juga bingung dengan perasaan ku sendiri"
"aku harap kamu mengerti re"
"aku gak pernah berniat buat nyakitin hati kamu, tapi aku mohon mengerti dengan keputusanku. karena aku juga gak mau maksain perasaan aku*"
"*Terlebih lagi hubungan kita belum lama,jadi belum terlambat untuk ngebatalin semuanya"
"sekali lagi aku minta maaf re**".
Â
Saat itu air mataku tidak terbendung lagi, nafasku sesak, hatiku hancur membaca pesan darinya. aku membukam mulutku agar teriakku tidak terdengar orang tuaku. saat itu aku bingung membalas pesannya harus kubalas seperti apa. dan aku memutuskan untuk tidak membalasnya dan tetap membiarkannya.
Tidak kusangka, untuk kesekian kali aku dicampakan. terlebih lagi ini lebih menyakitkan dari sebelumnya. karena hubungan kami bukan hanya sekedar "pacar" namun calon "suami istri" bahkan ia sudah meminta izin kepada kedua orang tuaku. sekarang apa yg harus kujelaskan dengan kedua orangtuaku?.
ya tuhann apa kesalahanku??. kali ini aku gagal lagi,bahkan untuk kejenjang yg serius. dari sini aku menyadari bahwa umur tidak menjamin kedewasaan seseorang. kenapa harus menebar janji jika tidak pasti, mengapa mengambil hatiku jika hanya untuk disakiti. mulai saat ini aku berhenti mempercayai janji laki2 yang tanpa bukti.
~episode 1 selesai~
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA💕
__ADS_1