
"Astaga, kok arya bisa seperti itu si re?".
tanya alia sahabatku setelah aku menceritakan kejadian kemarin padanya.
"aku juga gak tau lia,padahal sebelumnya kita gak ada masalah,kamu tau kan aku dan arya gimana?"
aku sudah tidak menangis, namun hatiku masih sakit. hari ini aku menginap dirumah alia, aku sedang butuh seseorang untuk berbagi kesedihanku. dan hanya 1 yg terfikirkan oleh ku yaitu alia. dia yg paling mengerti dan selalu ada buatku.
"terus,gimana dengan masalah pernikahan kalian? orang tua kamu sudah menyetujuinya kan?".
"*justru itu yang aku khawatirin lia,aku harus bilang apa dengan orang tuaku"
"yaampun, aku geram banget lo sama arya. bisa2nya dia kayak gitu sama kamu. kalo gak serius mau nikahin kamu gak usah mulai dari awal, bahkan dia udah izin sama orang tua kamu re".
"entahlah lia, aku bingung*".
perbincangann kami didalam kamar sempat berhenti sejenak.
"*lebih baik,kamu jujur deh re sma orang tua kamu, kasih tau mereka yg sebenarnya". alia bicara
"tapi, aku takut".
"terus? mau kamu tutupi?? sampai kapan?. mereka orang tua kamu re,mereka pasti tidak akan marah jika kamu jujur ke mereka*".
aku menatap mata alia,seakan itu isyarat"apa aku bisa".
"Nanti aku temani,oke" .alia memegang tanganku dan tersenyum yakin padaku,membuatku yakin dan memberanikan diri untuk bicara dengan kedua orang tuaku.
~Rumah rere~
Dengan rasa khawatir,gugup,takut jadi satu. aku dan alia datang kerumahku untuk berbicara kepada kedua orang tuaku. mama dan papa ku sedikit terlihat heran atas kehadiran aku dan alia.
Terlihat sekali wajah mereka bingung dan bertanya2. aku perlahan duduk mendekat kearah mereka, jujur aku takut,aku takut mereka kaget dan kecewa.
akhirnya aku menceritakan semuanya tentang hubunganku dan arya yg sudah berakhir tiba2 itu,tanpa masalah tanpa hambatan hubungan kami putus begitu saja. rencana pernikahan kami batal.
aku menceritakan yang sesungguhnya dengan mereka,tanpa kulebih kurangkan jelas apa adanya.
raut wajah papaku tetap datar,karena memang beliau bukan sosok orang yang pandai bicara. namun, mama yang lebih terlihat kaget dan sedih.
mama memelukku dengan erat,yang tadinya aku tidak ingin menangis didepan mereka. tanpa kusadari pelukan mamaku begitu memancing emosionalku, aku terpancing dan akhirnya kesedihan yang kutahan pecah.
__ADS_1
Bagaimana mamaku tidak kaget dan merasa sedih. Arya pria yang baik dan penyayang bukan hanya padaku ,namun pada kedua orang tuaku juga dia santun. hal yang tidak disangka arya meninggalkanku tanpa sebab, tanpa izin ke kedua orang tuaku. melainkan meninggalkanku dengan pesan chat di aplikasi whatsapp.
"sekarang bagaimana perasaanmu? apa kamu merasa dendam dengan arya rere?". ucap papaku yang tiba2 ia lontarkan.
aku diam sejenak dan melepas pelukan dari mamaku, mamaku menatap ke arah papa. aku mengusap air mataku dan ikut menatap papa.
"*tidak pa, rere tidak dendam dengan arya. kecewa memang,tapi mungkin memang kami belum berjodoh. dan bisa saja arya punya alasan lain yang tidak ia ceritakan. aku yakin setiap orang punya alasan disetiap keputusannya".
"apa kamu mau mengejarnya lagi*?". tambah papa
Aku terdiam, menatap wajah papaku yang makin terlihat serius.
"Tidak pa, kalau memang arya ingin pergi. buat apa dipaksakan untuk kembali lagi?. insyallah, Aku IKHLAS". jawabku.L
papaku tersenyum lega melihatku,dan mengusap hijabku.
"syukurlah nak,papa lega mendengarnya. berarti kamu memang siap menerima semua ini".
Aku bukan merasa sok tegar didepan kedua orang tuaku,karena tidak ingin melihat mereka terluka. tapi memang benar adanya. aku ikhlas dengan kepergian arya, hanya tinggal menunggu waktu saja sampai luka ini benar2 sembuh..
~.~
"Haahhh" . aku membaringkan tubuhku di kasur nyamanku
"Gimana sekarang? lega kan?" . tanya alia yang juga berbaring di sebelahku.
" iya,makasih ya alia berkat kamu aku jadi bisa jujur".
"iyaaa,sama2". alia tersenyum
"*pokoknya sekarang aku mau fokusin kerja, aku mau naik jabatan".
"insyallahhhhh" sontak kami bersmaan. dan kamipun tertawa.
"hehe, doain aku ya alia. setelah kejadian ini aku dikasih hidayah sama allah"
"hidayah?".
"iya, mungkin ini teguran buat aku untuk berhenti yg namanya pacaran. kalo ada yang serius langsung aja lamar kerumah. kalo jodoh pasti sampe nikah. jadi gak menaruh hati duluan dehh*"
"Aaminn, nnti kejadian beneran loh"
__ADS_1
"*alhamdulilah dong, model ta'aruf hehe"
"nanti kaget tiba2 dilamar,haha"
"ih ! udah ah malah bahas lamar,jodohku belum kelihatan udah bahas nikah"
"yaudah, kita beli cemilan yuk keluar,sambil nonton drakor*".
aku setuju itu ide yang bagus! karena makan adalah hobiku yang mampu meredakan hati yg sedang galau. dan drakor untuk hiburan bagi para the jomblo hehe.
yah kalau ditanya kecewa? sangat. sedih? banget. tapi aku tidak memusingkan hal itu, masa depanku masih panjang jangan sampai dihabiskan hanya untuk menangisi orang yang bukan jodoh kita.
sekarang aku hanya fokus kepekerjaanku sebagai penulis,menata masa depanku. masalah jodoh? itu sudah tuhan yang atur. karena wanita itu diperjuangan bukan memperjuangkan. lantas buat apa berjuang jika sudah tidak diharapkan. bukan masalah gengsi tapi, wanita harus mempunya harga diri.
Tapi semenjak kejadian itu alia terusss saja memperkenalkanku dengan laki2, entah itu teman kerjanya bahkan sampai sepupu nya ia kenalkan padaku. yaampunn alia benar2 membuatku sakit kepala. tapi aku senang karena alia begitu perhatian kepadaku.♡
Alia tau mengapa aku tidak mau kencan dengan laki2 lain,karena aku orang yang susahhh sekali yang namanya move on dan buka hati kembali. harus bertahun2 lamanya. dan,memang sampai sekarang pun aku masih menyayangi arya dan didalam hati kecikupun masih tersimpan namanya dan berharap ia kembali.
Aku bersedia memaafkannya jika ia kembali,dan aku akan terus bilang "iya" jika ia kembali dan mau menikahiku. mungkin terdengar bodoh, tapi. itulah yang namanya cinta. buta,tuli dan kadamg bisa membuat kita bodoh!
Tanpa kita sadari terkadang saat jatuh cinta kita berbuat hal yang bodoh,dan tidak melakukannya dengan akal sehat. Tapi untungnya aku dan arya benar2 tidak pernah melalukan hal senono. sampai melakukan hal yang mengundang hawa nafsu kami.
Dari situ aku bersyukur, aku masih diberi kesadaran dalam berhubungan yg selayaknya dengan tuhan,aku dan arya pun pacaran tidak pernah sampai melewati batas. tidak kebayang jika kami tidak menikah tapi sudah melakukan sesuatu?????....
Dannnn lebih beruntungnya lagi teman2 rekan kerjaku tidak pernah tau kalau aku HAMPIR menikah. mereka tau nya aku dari dulu masih lajang hehe. karena aku tidak pernah mengumbar2 hubunganku dan arya.
syukurlahhh aku jadi tidak perlu menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi kepada mereka kenapa aku tidak jadi menikah hihi, apa jadinya bila mereka tahu dan beribu pertanyaan muncul kepadaku?. membayangkannya saja aku sudah pusing.
Jadi sekarang tinggal masalah didiriku, cepat atau lambatnya move on tergantung pada diriku. aku tidak akan mencoba untuk melupakan arya,dan kenangan bersamanya. karena,semakin kenangan itu ingin kita lupakan, semakin kuat pula ingatan tentang dia yg tidak bisa dilupakan.
gimana caranya? IKHLAS, apapun yang sudah terjadi relakan tanpa rasa dendam atau menyalahkan diri sendiri. percaya bahwa suatu saat,hati kita tak lagi sakit saat melihatnya. atau ketika hati kita tidak kagum lagi dengan segala perbuatannya. itu tandanya kita sudah merelakannya dan melupakan cara agar dia kembali.
karena pada dasarnya manusia dipertemukan untuk dipisahkan.♡♡♡
***Episode 2. aku,ikhlas selesai**
TERIMAKSIH SUDAH MEMBACA💕*😊
__ADS_1