skenario allah itu indah

skenario allah itu indah
Episode 4. PERTEMUAN PERTAMA


__ADS_3

》Bicara via telfon~


"oke2, siap mas. sebentar lagi aku otw ya. iyaa engak bakal telat kok.. siap. oke insyallah sukses deh bismilah. yaudah aku tutup mas,. assalamualaikum."


pagi2 aku sudah disibukan mas bayu untuk bertemu klein. direktur diperusahaan kami selalu mengandalkan mas bayu jika masalah klien. karena mas bayu sangat pintar berbicara dalam bisnis. wajar saja jika ia menjadi wakil direktur diusia muda dan menjadi tangan kanan( kepercayaan) atasan.


Namun seperti biasa, mas bayu selalu memintaku untuk membantunya dan menemaninya jika bertemu dengan klein. maka aku yang menyiapkan semua berkas2 dan keperluan file tentang kontrak kepada para penulis.


Sebenarnya aku merasa tidak terlalu pintar untuk diandalkan dengan mas bayu. tapi tidak tau kenapa mas bayu selalu meminta bantuan ku kalau ada masalah seperti ini. katanya dia merasa cocok bekerjasama denganku. dan selalu jadi lebih mudah menyelesaikan.


mungkin karena mas bayu yang mampu merayu agar penulis menandatangani kontrak di perusahaan kami, sedangkan tugasku meyakinkan penulis untuk gabung ke perusahaan kami dengan tawaran2 serta kontrak kerja yang tidak merugikan mereka.


sekecil apapun, pasti aku jelaskan secara detail kepada para penulis. jangan sampai ada yang terlewat. Terlebih lagi jika mas bayu sudah meminta bantuan ku. mau tidak mau, aku tidak bisa menolak.


yah, itu "harus" kata mas bayu. dia yang mengandalkan kedudukannya sebagai atasan ku membuatku tidak bisa berbuat apa2 untuk menolak.


tapi berkat mas bayu kinerjaku semakin terlatih.


Beberapa buku hasil menulisku juga sudah ada yang terbit dan terjual di pasaran, itulah yang membuatku senang bekerja ditempat ini. selain menyeleksi tulisan2 penulis, aku juga bisa menerbitkan buku hasil ilmu yang kupelajari dari berbagai macam karya penulis yang kubaca dan ku seleksi.


~.~


KANTOR~~


"*File2 dan berkas2 kontrak jangan sampai ada yang tertinggal ya re" . mas bayu sigap memberitahuku. ya dia memang sangat aktif jika ingin bertemu klein.


"**iya mas, sudah saya bawa semua"


"Oke,good! kita janjian jam 10:00. sekrang udah jam 09:14 kamu langsung keruang pertemuan klein aja oke,siapin berkasnya nanti aku susul***".


Mas bayu pergi tidak tau apa yang sedang dipersiapkannya yang kutahu pasti dia sedang mempersiapkan yang terbaik. sementara aku langsung keruang pertemuan dengan klein. menunggu sekaligus menyiapkan beberapa berkas.


 


Tak lama setelah itu ada yang mengetuk pintu Ternyata suara si mamad OB\(officeboy\) di kantor kami.


 


"*Ada apa mad?". tanyaku.


"Maaf mbak rere, tadi pak bayu pesen ke saya untuk antar klien kesini". mamad tersenyum kepadaku dengan sangat sopan


"oh iya! persilahkan masuk aja mad*". aku langsung berdiri ingin menyambut klein kami.


orang itupun masuk, dengan memberi senyuman yang sangat ramah dan sopan. pakaiannya rapih dan tingginya mungkin sekitar 175cm karena aku tepat selehernya itu pun karena aku memakai hils.


lucunya ketika kami hendak sama2 ingin bersalaman. tangan kami malah sama2 mengatup ke arah dada yang saling tidak ingin bersentuhan. kami berdua tersenyum dan aku langsung mempersilahkannya duduk.


"*yasudah saya permisi ya mbak"


" iya mad makasih ya, jangan lupa tolong buatkan air*". aku tersenyum kepada mamad dengan nada sedikit berisik


pas waktu dimana mamad pergi, mas bayu langsung datang keruangan kami. dan berjabat tangan dengan klien. akhirnya kami berbincang2 dahulu sebelum membahas soal tulisan dan kontrak.


Melihat kelihaian mas bayu dalam berbicara tanpa aku sadari aku sedikit tertawa, dia begitu sepenuh hati menjalankan tugasnya aku sangat kagum dengan beliau. klein kami bernama WISNU. umur 25 tahun, masih muda memang namun ternyata sudah mempunyai usaha sendiri.


selain sebagai penulis ternyata ia ada lah pemilik cafe yang kemarin aku datangi bersma teh fitri dan emil. dan disini bukanlah satu2nya cafe miliknya tapi ini adalah cafe cabang ke-5. sukses diusia muda.


Katanya awal dia menulis novel hanya sekedar iseng dan memang hobby menulis, tapi tidak ada pemikiran untuk menerbitkan novel apalagi jadi penulis. maka dari itu dia tidak menyangka karya tulisnya bisa dinikmati hampir semua orang.


Kami bertiga berbincang, mas bayu mengeluarkan jurus rayuan bicaranya dalam berbisnis. memang luar biasa adanya. baru pertama bertemu sudah berbincang seakrab itu sampai ,hidup pribadi di korek dengannya. luarr biasaa mas bayu hahah

__ADS_1


pembicaraan kami sempat terpotong karena mamad mengantar minuman. mas bayu sedikit meredam bicaranya sampai benar2 melihat mamad pergi dari hadapan kami


 


Tapi dilihat dari wajahnya bang wisnu,dia


 


sangat nyaman dengan kejadiran kami.


ia pun terlihat sangat ramah dan sangat sering tersenyum.


padahal aku yang malu melihat mas bayu sangat berapi2 bicara dengan bang wisnu. yaampunnn bagaimana kalu aku tidak bisa menahan tawa fikirku.


Diselang pembicaraan kami. mas bayu mulai beraksi menawarkan kontrak dengan bang wisnu dan memberiku kode untuk ikut tambah menyerang dengan menjelaskan rayuan kontrak yang kami ajukan. seakan mas bayu bilang dengan kodenya "sekarang giliran rayuan bicaramu re" . dia tidak bicara pun aku sudah menebak apa yang ia pikirkan.


Kemudian aku langsung menjelaskan tentang kontrak perusahaan kepada bang wisnu,dan sistem kerjanya. bang wisnu serius mendengarkan sambil melihat ke arah dokumen yang aku berikan dan sesekali melihat dan mersponku saat berbicara.


Mas bayu tersenyum melihat ku dan bang wisnu, terlihat dari mata nya. dia ingin segera bekerja sama dengan pak wisnu. dan berharap aku bisa membantunya.


Dan akhirnya SUKSES!! Bang wisnu bersedia bekerjasama dengan perusahaan kami. hasil yang sangat memuaskan bukan?. tidak sia2 mas bayu menguras bicaranya haha. sangat terlihat jelas dari raut wajahnya kalau ia begitu senang.


Untuk merayakan kerjasama antara kami dan bang wisnu. mas bayu mengajak kami untuk makan siang bersama. terlalu banyak menguras tenaga bicaranya membuatnya lapar dan tentu saja aku juga, bang wisnu?mungkin. dan kami langsung menuju restaurant.


Ketika pas makan siang kami selesai, azan zuhur berkumandang sebenarnya tidak sopan meninggalkan klein dan mas bayu. namun ku fikir ini hanya sekedar makan siang dan diluar kantor. apalagi masih ada mas bayu yang menemani bang wisnu. jadi kuputuskan untuk permisi sebentar untuk solat zuhur.


"pak bayu, saya permisi sebentar ya" . izin ku pada mas bayu, aku memanggilnya pak hanya karena ada klein.


"mau shalat kan re?".


"**iya pak".


"Yaudah bareng aja, sekalian saya dan wisnu juga mau shalat. sebentar saya bayar dulu**". mas bayu pergi untuk membayar makanan kami. sedangkan aku dan bang wisnu langsung menunggu diluar.


"Jadi bang wisnu yang punya cafe didekat kantor?". sapa ku karena keadaan jadi canggung.


bang wisnu tersenyum.


" alhamdulilah, hasil usaha bareng2 temen mba rere".


"oh alhamdulilah ya bang, kalo punya temen2 yang bisa diajak kerja sama bangun usaha". responku.


Dia hanya tersenyum, sangat ramah dan santun. dan kembali bertanya kepadaku.


"**mba rere,sudah lama kerja disini mbak?" . tanya nya


"ah! iya bang sudah kurang lebih 1 tahun".


" Belum berkeluarga kah**?".


aku tersenyum.


" jodoh saya masih disimpen tuhan bang".


sebelum kami melanjutkan obrolan kami, mas bayu datang. kami pun langsung manaiki mobil. dan lanjut mencari masjid didekat sini.


kami menemukan mushola didekat area itu, tidak ada orang memang, karena mungkin waktu shalat zuhur orang2 lebih memilih shalat dirumah beda hal nya dengan waktu magrib.


kami shalat di saf(barisan) masing2 dan memulai shalat kami. setelah shalat kami langsung balik ke kantor.


setelah sampai kantor bang wisnu langsung pamit dan ber terimakasih denganku dan mas bayu.

__ADS_1


"masih muda,tampan dan sukses lagi ya re. sepertinya juga laki2 yang baik".


bisik mas bayu yang tiba2 di sampingku sambil memandang balakang mobil bang wisnu yang berjalan pergi.


"Mas bayu tertarik?". akupun tertawa


mas bayu menatapku.


" Gak mungkin aku lah re. kalo menurut kamu gimana? kayak nya cocok deh sama kamu". mas bayu tersenyum menggoda ku


"masyallah mas bayu!, kayak biro jodoh aja. udah ah saya mau masuk dulu". aku langsung pergi tak menghiraukan mas bayu yang terus memanggilku dan terus menggodaku.


ku akui memang wisnu laki2 yang sangat sopan dan ramah tamah. tampan dan sukses. aku mengaguminya bukan berarti aku menyukainya dan berharap mempunyai hubungan dengannya. jujur aku masih belum bisa memikirkan soal hubungan setelah kejadian masalalu.


lebih baik terlambat asal yang pasti, daripada terburu2 dan akhirnya menyesal dibelakang.


~.~


Akhirnya aku bisa pulang lebih cepat kali ini, dan bisa mampir di toko cup cake tempat alia bekerja. lebih tepatnya itu milik orang tuanya alia namun alia bekerja disana sambil melatih dirinya sebelum menjadi penerus toko milik orang tuanya.


Seperti biasa, setiap kami bertemu pasti responnya selalu seperti orang yang bertahun2 tidak bertemu. kebiasaan ku memang jika pulang kantor lebih awal aku selalu mampir ke toko alia. tentunya sambil ngopi dan menikmati red velvet.


Yang kutahu toko ini adalah toko kue terrr enak yang pernah aku coba. aku memujinya bukan karena calon pemilik toko ini sahabatku tapi memang benar adanya. kue ditempat ini enak sekali.


alia adalah temanku sejak SMA dan pertemanan kami berlangsung hingga sekarang. alia yang seperti kakak kandung bagiku karena sikap dewasanya dan umurnya selisih 2 tahun denganku, dia sempat mengulang kelas 2 kali karena pekerjaan ayahnya dulu.


"Tumben udah balik jam segini". alia menodorkan kue dan susu kocok ke mejaku dan duduk dihadapanku.


"Udah kelar, ngapain lagi dikantor. mending aku kesini habisin kue kamu. haha".


"nanti lama lama kamu obesitas kalo makan kue mulu, makin gak bisa nikah deh" . candanya


"Bahas nikah mulu". jujur aku sedikit bete karena alia terus2an membahas nikah.


" **yeee gitu aja ngambek. aku kenalin sama cowok2 gak semua gak mau.".


" mau berapa cowok yang kamu kenalin sih?".


"sebanyak mungkin sampek kamu nikah*". alia menggodaku*.


aku kesal dan aku mencoreng pipinya dengan cream kue yang sedang ku makan, dan akupun tertawa. alia membalasku. kami saling bertukar coret cream. sampai akhirnya pandangan para pelanggan yang sedikit terganggu dengan tingkah kami yang membuat kami berhenti.


haha begitulah kekonyolan kami,yang sedikit konyol tapi sungguh itu sangat menyenangkan. saat ini kenyamananku hanya milik alia♡♡.


~Dirumah rere


TING!


ketika kulihat ada pesan whatsapp dari nomor yang tidak ku kenal.


Baru saja mau kutanya siapa? dan ternyata sudah ada balasan



Ternyata itu adalah bang wisnu. kalau aku boleh berbicara fakta. bang wisnu adalah tipe laki2 idaman. dia paham agama,sopan dan mapan diusia muda. belum lagi kelebihan lainnya yaitu anugrah dari tuhan dengan wajah yang tampan, wajahnya bersih walaupun aku tidak memperhatikannya namun wajahnya terlihat jelas sangat bersih walau hanya sepintas . mungkin itu yang dinamakan kekuatan air wudhu.


Tapi yang ku pikir, mungkin ia sudah mempunyai seorang istri. alangkah beruntungnya wanita yang menikahinya.


"astagfirullahalazim! aku mikir apa sih? yallah inget rere dosa! mikirin laki2 yang bukan muhrim ! apalagi kalo sampek suami orang! sadar". .


seketika aku menepuk kedua pipiku dan sadar dengan apa yang aku pikirkan. kemudian aku langsung menarik selimutku dan tidur..

__ADS_1


~***Episode 4. PERTEMUAN PERTAMA selesai**


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA💕*😊


__ADS_2