skenario allah itu indah

skenario allah itu indah
Episode 5. KATA MAS BAYU


__ADS_3

Beberapa hari setelah kontrak kerja~


Saat aku sedang duduk di kursi kerjaku,tiba2 mas bayu mengahampiriku dengan senyuman aneh, mengejek. dan aku tidak tau apa arti dibalik senyumnya itu.


"ada apa mas bayu?".


" Rencana nikah kapan re?".


aku heran dengan pertanyaan mas bayu, kenapa ya tiba2?


"apaan si mas tiba2". aku terkekeh


"lhaa? aku serius lo re. sampai kapan kamu terus menyendiri. perempuan memang tugasnya menunggu. tapi bukan berarti menunggu dengan pasrah. harus mencari juga".


aku terdiam sejenak .


"iya mas bay. tapi semua butuh proses". aku sambil melanjutkan pekerjaanku.


" Kalau belum ada calon, nanti mas yang bakal bantu. insyallah kenalan mas bayu baik2 orangnya. dan insyallah juga bisa menambah ilmu kamu tentang agama. karena menikah juga salah satu cara kita menyempurnakan separuh ibadah kita re".


memang benar apa yang dikatakan mas bayu. namun aku saat ini sedang tidak memikirkan mengenal laki2 apalagi pacaran yang ujung2 putus. rasanya aku sudah lelah membayangkan kisah yang bahagia di awal seperti itu.


"*insyallah kalau sudah jodohnya pasti bakal ketemu juga mas".


"Kalau misalnya, contoh nih. orangnya seperti wisnu? kamu mau*". mas bayu sedikit tersenyum


"**kok jadi wisnu si mas".


"kenapa? dia baik kan**?".


Aku diam tidak menjawab pertanyaan mas bayu. bicaranya mulai melantur lebih baik aku pergi ke dapur kantor untuk membuat kopi.


sesampainya aku didapur kantor. aku disapa mamad ob, dia senyum2 kepadaku. aku pun tersenyum heran melihatnya dan bertanya kenapa. lalu, ia menyodorkan undangan pernikahan kepadaku.


"*kamu mau nikah mad?"


"hehehe iya mbak, datang ya. acaranya sederhana. yang penting halalnya*". mamad bicara dengan logat jawa medok nya.


"*oh iya mad selamat ya, masyallah semoga samawa"


"aaminn, makasih to mba rere*".


mamad pergi dan bersamaan datanglah si pengacau bagiku. ya! benar BAYU DARMA PUTRA. ayah satu anak itu terus saja membahas menikah2. aku paham dia sudah menikah tapi tidak usah pamer apalagi memaksaku. huft...


"*Hahah kamu sengaja kabur ya re. mau *mengalihkan pembicaraan?".


"ya lagian mas bayu yang nyuruh2 nikah, dikiranya gampang apa mas nikah".


"Jadi istri kedua ku aja re, daripada pusing cari jodoh".


"allahuakbar, ih amit2 aku m*as mau jadi istri kedua".


"**hahahah, eh jangan salah, rosul juga istrinya lebih dari satu lho re".


" Lebih baik kamu istrigfar sekarang mas, keburu malaikat lewat di kabulkan do'amu. dan hancurlah rumah tanggamu***" .


"**astagfirullahalazim, jahat banget doamu re, aku *masih sayang sama istri dan anakku lho"


"hahaha makanya, siapa yang duluan coba***?".


aku dan mas bayu terkekeh, dan akhirnya kami ngobrol di dapur sambil minum kopi. dan ujung2nya mas bayu bilang, kata mas bayu


"kalau wisnu suka sama kamu re, gimana ?".


aku sedikit terkejut,tapi yang kufikir saat itu"Jangan percaya kata mas bayu" jadi aku merespon bicaranya hanya asal bicara tanpa difikir logika


" **aku gak mau pacaran".


"lho yang ngajak kamu pacaran siapa? wisnu juga bukan orang yang seperti itu kok*".


"*Terus maksud mas bayu apa? dia ngajak taaruf?"


"iya,mungkin.emang kamu mau**?".

__ADS_1


.aku tertawa dan langsung pergi


"*hey! re gimana?".


"haha oke2 mas kutunggu *". Tanpa ku fikirkan apa yang aku katakan. yasudahlah kataku. mas bayu tidak pernah serius.


Tapi jujur, aku sedikit khawatir dengan perkataan ku. kutunggu sampai besok. dan alhamdulilah tidak ada tanda2 orang yang mau mengajakku ta'aruf(proses pengenalan dalam islam). itu membuktikan kalau pembicaraan mas bayu kemarin hanya bercandanya saja.


~•~


Langit sudah hampir dipenuhi awan hitam, aku bergegas pulang naik taxi. biasanya aku selalu pulang bersama mas bayu dan teh fitri. namun hari ini mas bayu sedang ada urusan diluar kantor, makanya dia hanya setengah hari berada di kantor.


Sedangkan teh fitri? dia pulang duluan terburu2 karena anaknya sedang sakit.makanya kali ini aku pulang naik taxi sendirian.


Sesampainya aku dirumah. aku melihat mobil yang terparkir diteras rumah. terlihat tidak asing memang namun aku tidak mengingatnya. tanpa berfikir panjang siapa pemilik mobil itu aku langung masuk kedalam rumah.


"Assalamua'laikum"


aku langsung memasuki rumah dan terkejut dengan apa yg aku lihat. di sofa tepatnya diruang tamu terdapat kedua orang tua ku sedang mengobrol dengan 2 orang pria. mereka bereempat bersamaan menoleh kearahku.


Dan yang lebih membuatku terkejut yaitu kedua laki2 yang familiar. ya! mereka adalah mas bayu dan wisnu. kedua orang tuaku tersenyum kepadaku dan mempersilahkan aku duduk bergabung dengan mereka, sementara mas bayu yang senyum2 seolah senang tapi campur mengejek dan wisnu terlihat mengalihkan pandangannya dan memilih untuk menundukan kepalanya dibandingkan melihat kearahku.


Aku ikut serta duduk di tengah kedua orang tuaku,namun mata ku masih tertuju kepada mereka berdua. sesekali bola mataku melirik kearah mas bayu dan sesekali melirik wisnu. respon mereka masih dengan yang sejak awal aku datang dan menatap mereka.


"ada apa ini mas bayu?". tanya yang kuucap pada mas bayu


"kita belum mulai kok re, sengaja nunggu kamu".


aku hanya diam,tapi aku berfikir apa maksud dari perkataan mas bayu. belum sempat aku merespon jawaban dari mas bayu. wisnu menimpa pembicaraan kami.


"*maaf re kalo aku menyela. om. tante.. maaf kalo ini menurut om dan tante dadakan banget,dan maaf juga buat kamu ya re. pasti kamu bingung dengan kedatangan aku dan mas bayu disini".


'yailah,apalagi ekspresi mas bayu mencurigakan*' bicaraku dalam hati.


"om, tante maksud kedatangan wisnu kesini berniat untuk... menikahi rere".


seketika ruangan itu menjadi hening,kedua orang tuaku terdiam,tapi hatiku yang sejak tadi berdegub lebih kencang dibandingkan biasanya dan sekarang rasanya lebih seperti mau meledak ketika mendengar perkataan wisnu.


"Apa tidak terlalu cepat nak? bahkan kami baru pertama melihat nak wisnu".


perkataan papaku memecahkan lamunanku.


"kami tidak keberatan jika ada yang mau melamar rere,Tapi setidaknya kasih proses untuk saling mengenal dulu". sambut mamaku


"insyallah kalo dari wisnu sudah matang untuk memilih rere om,tante. Tapi betul kata om dan tante apasalahnya kalau rere dan wisnu harus saling mengenal dulu. maka dari itu om, tante. wisnu berniat menikah di awal tahun 2019. dan sekarang akhir tahun 2018,jadi...".


tiba2 pembicaraan wisnu terhenti dan melihat kearahku.


"re, kamu bersedia menikah sama aku? ". ujar wisnu.


Tatapan wisnu membuat jantungku semakin berdegub kencang,namun mulutku rasanya susah bergerak. aku menengok kearah kedua orang tuaku mereka hanya menatapku dengan senyuman.


"Maaf, aku belum bisa jawab sekarang". ruang itupun kembali hening. mungkin kebanyakan orang ingin berada diposisiku. dilamar dengan laki2 yang mapan,sopan,baik dan tampan seperti wisnu. namun menurutku ini terlalu mendadak. ini adalah pernikahan yang akan dijalani seumur hidup.


Bukan hanya sekedar moral yang kuinginkan tapi kenyamanan dan rasa aman ku juga dengan orang yang akan jadi suamiku. Bukannya aku tidak bersyukur,tapi hanya butuh waktu dan tuhan yang menentukan.


"Kasih waktu buat aku berfikir". Tambahku


Wisnu tersenyum.


"Kamu gak perlu khawatir re,wajar. mungkin ini memang terlalu buru2. Tapi kamu juga harus menentukan kapan kamu akan menjawab". Ujar mas bayu


"*Aku, biarin aku shalat istikharah dulu mas. karena menurutku ini keputusan yang sangat besar".


"oke gak masalah,malah bagus.kalo kamu gimana nu? setuju?".


"setuju mas bay,karena pernikahan ini yang jalanin aku dan rere. jadi harus diputuskan berdua. insyallah dikasih jalan sama allah*". jawab wisnu.


"Aaamminnnn". suara mas bayu,wisnu dan kedua orangtuaku. mereka lanjut mengobrol,sedangkan aku. aku masih diam dan terus berfikir. setelah beberapa menit wisnu dan mas bayu pamit.


mama dan papa menatapku, aku menatap mereka. lebih tepatnya kami saling bertatapan hanya saja yang berbeda adalah dari sudut pandang kami. sudut pandangku penuh keraguan dan kebingungan. sedangkan kedua orang tuaku lebih seperti menunggu jawaban.


"Sayang". mama mengusap kepalaku.

__ADS_1


"apapun keputusanmu kami dukung,jangan terburu2. insyallah kalau ini memang jalan dari allah pasti ini pilihan yang terbaik buat kamu". ujar mama


sedangkan aku masih diam,bingung harus menjawab apa.


"Niat wisnu baik,Tapi kamu juga harus punya keputusan yang sesusai dengan isi hati kamu nak". tambah papa


"Insyallah nnti ketemu jawabannya ma,pa". aku tersenyum pada kedua orang tuaku. Dan mereka memeluk ku. bersyukurnya aku memiliki orang tua seperti mereka, yang tidak pernah menuntut apapun dariku. yang kuterima dari mereka hingga kini adalah kasih sayang yang tulus dari mereka.


~▪~


Aku kembali kekamar, merebahkan tubuhku dikasur ternyamanku. bayangan wajah wisnu dan pertanyaannya soal pernikahan terus terngiang ditelingaku.


Turunnya hujan mendampingi fikiranku yang terus saja memikirkan wisnu. akupun langsung teringat alia dan langsung meminta pendapat dari nya. tapi aku mau secara langsung. aku memutuskan untuk menelfon alia dan meminta nya untuk datang kerumahku.


malam inipun sekitar pukul 20:15, alia datang kerumahku. Aku langsung menceritakan semuanya kepada sahabatku itu. aliapun ikut terkejut mendengar cerita ku. namun ia tetap fokus mendengarkan cerita ku sampai habis.


"Terus? jawabanmu apa re?" tanya aula


"Aku belum bisa jawab lia,ini terlalu mendadak. Aku minta waktu dengan wisnu. biarin aku sholat istikharah dulu".


Ditengah pembicaraan kami. tiba2 notif whatsapp ku berbunyi dan tertulis nama wisnu di layar handphone ku.


》**Assalamualaikum re


maaf mengganggu malam2.


aku cuma mau bilang. jika nanti jawabanmu adalah tidak, maka jangan kamu paksakan ya. kamu harus jujur. karena aku juga gak mau ada rasa keterpaksaan dari kamu. semoga apapun nanti hasilnya. insyaallah itu jalan yang terbaik dari allah**.《


aku membaca pesan wisnu,namun aku bingung harus jawab apa dan aku putuskan untuk tidak membalasnya. tapi aku sedikit tersentuh akan kata2 wisnu yang terdengar sangat sederhana dan berserah. seolah2 ia hanya menjalankan dan merencanakan. soal hasil? ia serahkan semua pada yang maha kuasa.


"re?". Suara alia membuyarkan lamunan ku


"Aku tau nikah itu adalah hal yang sakral, dilakukan sekali dan dijalani seumur hidup. ini juga menyangkut masa depan kamu re. kamu harus mempertimbangkannya baik2. kalau dari sudut pandangku wisnu adalah laki2 yang tepat untuk kamu. tapi semua itu masih harus libatkan allah dalam setiap urusan mu." ujar alia


Aku masih diam dan berfikir. belum terlintas jawaban apa yang akan aku berikan pada wisnu. namun aku putuskan untuk tidur agar bisa menjalani solat tahajud dan shalat istikharah malam ini agar dapat petunjuk.


~•~


Keesokan harinya aku menjalani rutinitas seperti biasa,namun ntah kenapa aku terus terbayang wajah wisnu. apa mungkin karena Lamarannya kemarin yang membuat pikiranku dipenuhi olehnya??.


Baru saja aku sampai kantor mas bayu langsung menghampiriku.


"*Assalamualaikum. pagi re"


"Waalaikumsalam*" . jawabku dengan nada yang sedikit ketus.


"Pagi2 udh jelek aja mood nya masyallah".


aku langsung memberhentikan langkah ku. dan menoleh kearah mas bayu dengan wajah yang serius.


"*Mas bayu ngapain si kemaren? sama wisnu lagi"


"Kan udh jelas. wisnu mau lamar kamu"


"Tapi apa mas bayu gak pernah mikirin aku? Itu terlalu dadakan mas. dan aku..


"kenapa? belum siap? sampai kapan re? gini ya re. kalaupun memang kemarin aku dan wisnu gak kerumah kamu. Kalau wisnu memang jodoh kamu kapanpun,dimanapun, dan dengan siapa dia datang kerumah untuk melamar. itu bakal terjadi juga*".


Aku terdiam


"Menikah adalah menyempurnakan separuh agama kita re,wisnu orang yang baik. dan kamu? aku kenal kamu gimana? lantas apa tidak mau dicoba? kalaupun memang sudah jalannya pasti allah juga yang bakal tentukan jadi atau tidaknya kamu dengan wisnu".


aku masih mendengarkan perkataan mas bayu.


" kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan. setidaknya kamu pikirkan baik2. sebaik2nya. kalaupun memang hati kamu ragu ya sudah jangan dilanjutkan. bukan berarti ada laki2 yang datang melamar kamu harus kau iyakan. jadi saran aku jangan dijadikan beban. tapi kamu pikirkan baik2 untuk hari ini dan kedepannya. Ok bismilah".


Mas bayu pergi meninggalkan ku dengan senyumnya. aku masih tidak bisa berkata apa2. namun aku rasa perkataan mas bayu benar adanya. ini harus kupikirkan matang2. masa depanku dan jangan sampai ada penyesalan.


episode 5 sudah selesai🎉


》》~


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA💕😊

__ADS_1


__ADS_2