
"Beginikah yang kamu rasakan setiap harinya dulu,melihat orang yang kamu cintai mencintai orang lain,dan kini karma membuatku merasakan semua yang pernah kamu rasakan"
•Biyan•
Biyan terburu-buru melangkah menuju kantin yang sangat ramai sekali ,maklum saja minas indomie telur ceplok mas kantin memang terkenal tidak ada dua nya di sekolah.
jadi semua Siswa langsung menyerbu kalau istirahat tiba.
Sampai di pintu kantin Biyan langsung celingak celinguk mencari apakah Sky dan pacarnya itu sudah berada disini, tiba-tiba Rio melambaikan tangan nya mengetahui keberadaan Biyan
"Bi sini duduk sini udah kami pesenin makan"
Biyan melihat Rio menggenggam sebelah tangan Sky dan tangan satunya lagi melambai kepada Biyan.
Biyan langsung memicingkan matanya melihat keduanya
"kenapa rasanya aneh melihat mereka pegangan tangan begitu padahal mereka pacaran ,ah engga mereka pasti boongan.Tapi apa gini yang di rasain Sky pas aku sam Kiya dulu,duh bodohnya aku."ucap biyan di dalam hati
Tak ingin berlama-lama biyan segera mengalihkan pandangannya
"iya bentar lagi aku nyusul mau pesen minum dulu"sahut Biyan dan segera berlalu menuju antrian es bersama siswa lainnya
Sekian lama antri akhirnya Biyan mendapt giliran
"Mas saya mau es nya satu"
"duh es rasa apa ni bi"
"Terserah ajalah mas yang enak,yang penting manis jangan pait kayak idup saya"
"wah kamu lagi patah hati toh, gara-gara putus sama si Kiya atau gara-gara penggemar nomor satu kamu udh move on,tuh liat romantis-romantisan mulu dari tadi ,jadi inget pas saya masih pacaran dulu"
"mas bisa cepetan gak gantian kami nih"teriak antrian yang seperti antrian pembagian sembako dibelakang
"eh iya maap-maap saya lgi buatin es khusus ni buat yg patah hati"
__ADS_1
Biyan hanya memutar matanya mendengar ledekan mas kantin
"ini bi 5 ribu aja es ras janji mantan di jamin manis soalnya mantan janjinya pada manis banget hha"
Biyan langsung membayar dan tersenyum tipis meninggalkan mas kantin menuju meja Sky dan Rio
tiba-tiba mas kantin berteriak
"kalau masih patah hati kesini lagi ya saya buatin es spesial"
"apaan sih mas kantin,hufff aku harus kuat ngeliat mereka gak boleh keliatan cemburu"
bisik biyan
...•••...
"Hai Rio hai Sky aku boleh duduk disini"tanya biyan sambil matanya tak sedetikpun terlepas dari tangan Rio dan Sky yang masih saja bertaut
Sky yang melihat arah pandang Biyan berusaha melepaskan tangannya yang sedang di mainkan Rio tapi Rio menahannya dengan susah payah akhirnya Sky menyerah dan pasrah atas kelakuan Rio yang tiba-tiba sok romantis ini.
"Oh hai bi,boleh dong kan memang buat kamu kursinya bi.maaf ya kami makan duluan di makan ya minas nya tadi Sky yang pesenin"ucap Rio
"hmm sama-sama bi,Rio yang nyuruh tadi"
jawab Sky
Mendengar Sky yang memesan Minas khusus untuknya Biyan jadi bersemangat memakannya meskipun Sky menutupinya kalau Rio yang menyuruh tapi tetap saja Sky pasti memang sengj itu hanya kedoknya saja,Biyan langsung mengunyah minas di piring
saking bersemangatnya
"Aku kira kamu gak bakal dateng bi,untung aja aku suruh Sky mesenin mi...."
"uhuk uhuk jadi bener kamu yang nyuruh Sky mesenin yo"Rio langsung dengn sigap memberikan biyan minum sebelum Sky memberikannya duluan,bukan kenapa-kenapa buat jaga-jaga aja kan takut pacarnya clbk lagi sama Biyan.
"Ati-ati dong bi nih minum"ucap Rio
__ADS_1
Sky heran melihat Rio yang juga mengulurkan minuman aqua gelas kepada Biyan sama sepertinya,Sky langsung mengerti apa maksud Rio dan dia langsung menarik tangannya lalu menunduk,akhirnya Biyan mengambil air dari tangan Rio dan meminumnya langsung dengan sekali teguk
Antar emosi dan cemburu melihat kesiagaan Rio menjaga pacarnya agar tidak memperhatikan nya lagi
"makasih yo kayakny aku pergi dulu deh keburu masuk ada tugas yang belum selesai nanti miss inggrida pasti bakalan marah" ucap biyan sambil akan berdiri meninggalkan kedua si jolly di depannya sebelum dia semakin terbakar melihatnya
Sky hanya melihatnya seperti ingin mengatakan sesuatu tapi dia urungkan dan kembali menunduk
Bigan melihatnya sekali lagi dan bergegas pergi
"Eh bi belum abis minas nya ntar laper loh bi woy hahah"Rio memanggil biyan yang seperti cacing kepanasan dan langsung pergi menjauh
"Kayaknya dia cemburu deh sayang ngeliat kita,siapa suruh dia duku jahat banget sama kamu menyia-nyiakan kamu padahal pacar aku cantik banget"
"ih Rio kamu ngeselin banget si jangan di cubit-cubit dong pipi aku sakit tau ntar tambah melar kamu mau punya pacar gendut emang nya?"
"ya gak papa kan gemesin Sky gemoy enak di peluk empuk bikin pengen gigitin pipi kamu"
"Aku cubit juga ya kamu lama-lama yo sini kamu sini Rio sini awas kamu ya"
"welk gak kenak Sky makanya tumbuh tu keatas dong hahhaha "Rio berlari sambil dikejar Sky yang kesal dengan keusilan Rio yang selalu mencubiti pipinya
Tanpa mereka sadari selain pengunjung kantin ada seorang lagi yang sedang intens memperhatikan mereka dari kejauhan.
seseorang yang tadi nya pamit untuk pergi karena tidak sanggup melihat mereka
ternyata masih memperhatikan mereka yang terlihat sangat bahagia
Siapa lagi kalau bukan Biyan,dia seperti terhempas ke jurang paling dalam ternyata wanita yang pernah di sia-sia kan justru adalah wanita yang sangat baik dan menyenangkan
Dan wanita yang pernah dia sia-siakan adalah cinta pertama dari orang lain yang selalu ada untuk wanita itu dan rela melakukan apapun untuknya
Biyan tidak tau lagi harus melakukan apa,dia sudah terlambat dan sangat terlambat
Di tidak mungkin masuk sekarang ke hati Sky mengingat tahun-tahun yang dia lewati untuk menyakiti Sky menghinanya bahkan tidak pernah sama sekali menghargai pemberiannya
__ADS_1
dan benar kata orang wanita akan lebih bahagia jika dia dicintai bukan mencintai atau lebih baiknya lagi mungkin mereka memang benar-benar dua orang yang saling mencintai
Apakah sudah seharusnya Biyan mundur sekarang?