Sorry I Love.....

Sorry I Love.....
2


__ADS_3

Hai hai hai....


Yg penasaran sama lanjutan ceritanya cuuuus langsung aja baca


🍡🍡🍡🍡🍡


Part sebelumnya


"Aku tau siapa kamu. Kamu kan salah satu peserta perkemahan dan kamu cukup terkenal" katanya dengan wajah serius.


Aku mengerutkan dahi ku bingung "maksudmu?"


"Iya... Kamu kan Reza Rahardi yang terkenal baik hari, ramah dan ganteng" ucapnya malu-malu.


Dia mengulurkan tangannya padaku dan langsung ku sambut tanpa banyak pikir "namaku Subekti Saputri panggil aja Putri. Aku yakin kamu pasti sudah tau.


Yang membuat ku bingung adalah apa yang di maksud kata-katanya itu?


🍡🍡🍡🍡🍡


"Oh iya, makasih ya tadi kamu sudah bantuin teman aku" ucap Putri sambil menatap ku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan.


"Temanmu?" Tanya ku bingung.


"Iya temanku. Tadi kamu memperingatkan dia tentang tali sepatunya yang terlepas. Sepertinya kamu sangat mudah berbuat kebaikan ya?" Katanya yang menurutku kalimat itu lebih ke pernyataan bukan pertanyaan.


"(.....)"


"Sejak aku sampai di tempat ini pagi tadi aku sudah memperhatikanmu. Emmm lebih tepatnya sejak kamu memperingatkan ku tentang talu sepatuku tadi pagi".


"O....." Hanya itu yang keluar dari mulutku.


"Lalu kamu membantu teman-teman cewek mu yang terlihat kesusahan membawa barang-barang mereka padahal kamu sendiri juga membawa banyak barang sampai harus bolak balik dari tenda ke mobil mu".


"Itu hal biasa saja tidak perlu jadi perhatian lebih menurutku" jawabku sekenanya.


Putri menatapku sambil menghela nafas kemudian melanjutkan perkataannya "kemudian kamu juga memperingatkan teman ku Ranti tentang tali sepatunya juga. Ternyata kamu cukup perhatian dengan orang-orang di sekitarmu, bahkan hal kecil seperti tali sepatu pun kamu melihatnya".


Aku terkejut mendengarnya


"Kamu melihat aku melakukan itu?" Tanyaku agak takut dia akan salah paham padaku.

__ADS_1


"Hm iya, aku melihatnya. Apakah kamu memang semudah itu menebar kebaikan?" Ucapnya. "Aku harap tidak akan ada orang yang salah paham dengan kebaikanmu". Gumamnya pelan tapi masih bisa ku dengar.


"Aku hanya merasa tidak nyaman ketika bisa membantu seseorang tapi tak melakukannya" kataku mencoba menjelaskan padanya agar tidak salah paham.


Sungguh aku tidak ingin dia sampai salah paham karena hanya dia gadis yang selama ini ku cintai. Aku hanya ingin menjaga perasaan gadis ku agar tidak terluka.


🍡🍡🍡🍡🍡


Sebenarnya kami sudah selesai mendirikan tenda milik Putri dan Ranti tapi obrolan kami tak berhenti. Sepertinya kami terlalu asik ngobrol dan tidak memperhatikan sekitar kami ternyata hampir semua peserta perkemahan beranjak untuk mengumpulkan kayu bakar, hanya ada kami berdua disini.


Karena aku merasa takut dikira mencuri kesempatan apalagi berbuat mesum karena berduaan saja dengan Putri di sini maka ku putuskan untuk beranjak. Kebetulan dari kejauhan aku melihat Ranti sedang menyusun kayu bakar untuk api unggun sendirian. Tapi sebelu beranjak aku mengajak Putri juga untuk mendatangi Ranti di sana agar gadis ku itu tidak salah paham dan beruntungnya dia langsung menyambut ajakan ku tanpa berpikir.


Kami pun langsung berjalan bersama tapi Putri pamit sebentar ke toilet. Karena Putri tidak mau ku antar ke toilet maka ku putuskan untuk menghampiri Ranti lebih dulu tentu saja dengan seijin gadis ku.


Hai...." Sapa ku pada Ranti


Dia kaget dan hanya menatapku tanpa menjawab sapaan ku lalu melihat kearah kaki nya.


"Bukan, aku menyapamu bukan utuk memberi peringatan tentang tali sepatu mu lagi." Ucapku karena mengerti apa yang sedang dia pikirkan.


"O..." Jawabnya yang kemudian diam lagi.


"Aku Reza Rahardi" kataku sambil mengulurkan tangan Padanya, "nama kamu?" Tanyaku lagi.


Dia tersenyum namun terlihat kaku. Sangat terlihat senyumnya dipaksakan, mungkin dia merasa kurang nyaman berada di dekat ku, namu dia membuat ku terkejut tapi senang juga.


"E...e... Namaku Ranti Handayani" jawabnya sembari mengulurkan tangan dan menunduk malu.


"Panggil aku Reza" kata ku sambil menyambut jabatan tangannya.


Kemudian kami mengobrol sambil menyusun kembali kayu-kayu yang tadi kami kumpulkan tanpa kami ketahui ada seseorang yang melihat kami dengan tatapan yang tak biasa.


Aku merasa ada yang memperhatikan ku, ini perasaan yang sama seperti yang tadi ku rasakan --tatapan yang intens dan membuatku merinding--. Firasat ku mengatakan bahwa orang yang sedang memperhatikanku adalah orang yang sama dengan yang tadi, aku yakin itu adalah Putri.


Ku toleh kan padangan ku ke arah belakang ku dan benar saja aku mendapati Putri yang berdiri agak ajauh dari kami tapi masih bisa ku lihat dengan jelas kemudian langsung berbalik arah meninggalkan aku dan Ranti ketika tatapan kami beradu.


"Oh shit!!!" Sumpah ku pelan namun ternyata masih bisa di dengan Ranti.


"Kenapa Za?"


"Gak apa-apa, tadi tangan ku tertusuk serpihan kayu" jawabku sekenanya saja bahkan aku tidak menatap Ranti saat bicara.

__ADS_1


Astaga... Saat ini aku seharusnya mengejar gadis ku yang sedang salah paham tapi aku merasa tak enak meninggalkan Ranti seorang diri menyusun kayu bakar yang tumpukan nya lumayan banyak jika dikerjakan sendiri. " Akh!" Bentak ku pada diriku sendiri.


"Eh kamu kenapa Za? Sakit banget ya tangan kamu?" Tanya Ranti dengan wajah kuatir nya.


"Lumayan" jawabku meringis karena sedikit rasa bersalah karena membohongi Ranti padahal gadis ini sudah berbaik hati menghawatirkan keadaan ku.


"Ya sudah kamu istirahat aja sana, obati juga tangan mu yang terluka itu. Biar aku saja yang menyelesaikan ini --menyusun kayu bakar-- sendiri" Katanya sambil mendorongku agar segera pergi.


"Maaf ya karena tidak bisa membantumu menyelesaikan ini" ucap ku tak enak hati namun juga merasa senang karena aku dapat segera mengejar gadis ku.


🍡🍡🍡🍡🍡


Segera saja aku meninggalkan Ranti dan mencari Putri. Ku coba mencari Putri ke tendanya nya namun dia tidak ada. Ku pikir biasanya orang akan bersembunyi di toilet ketika ingin menangis maka dengan cepat ku langkahkan kaki ku menuju tempat itu tapi dia juga tidak ada di sana. Ku coba juga bertanya pada beberapa murid SMA Anak Bangsa mungkin saja mereka ada yang mengetahui keberadaan Putri namun ternyata tak ada satupun yang melihatnya. Berkeliling sekolah yang cukup besar ini mencari keberadaan Putri cukup membuat ku frustasi dan mengakibatkan kepala ku sakit.


Karena sakit kepala ku putuskan untuk berhenti mencari gadis ku, ku pikir nanti aku pasti akan bertemu dengannya karena kami akan mengadakan oents seni dan api unggun malam ini. Ku langkahkan kaki ku menuju UKS untuk istirahat sejenak sekaligus mencari obat sakit kepala.


Namun langkah ku terhenti ketika aku menuju salah satu ranjang untuk istirahat setelah meminum obat sakit kepala. Ku tatap punggung itu, punggung yang sangat aku kenali. "Ya Tuhan... Permainan apakah ini sebenarnya?" Bisik batin ku tak percaya dengan apa yang ku lihat.



🍡🍡🍡🍡🍡


Ada yang bisa menebak punggung siapa itu?


Kira-kira apa sih yang di pikirkan Putri?


Kenapa jadi Putri menghilang sih?


Apa yang kalian rasaian sama Reza?


Jangan lupa star 🌟 nya ya 🤗


Voment dari kalian jadi penyemangat ku lo


Share juga cerita ini ya bir tambah banyak yang baca 🤗


Terima kasih


See you next chapter


SyilaAldita

__ADS_1


09-7-2020


__ADS_2