
Hai....
Ada yang kangen gak sama aku ?
Eh gak ding kangen sama cerita aku aja, jangan kangen sama aku kamu gak akan kuat π
Yang udah kangen sama cerita ini yu langsung aja baca π€
...π‘π‘π‘π‘π‘...
Putri Pov
Aku tidak tau apa yang harusΒ aku rasakan, bahagia kah atau sedih kah? Kedua rasa itu kini sedang berkecamuk di hati dan pikiran ku.
Di satu sisi aku senang karena akhirnya dia yang selama ini hanya bisa ku lihat dari kejauhan akhirnya bisa ngobrol dan dekan dengan ku. Tapi aku juga sedih karena bukan aku hanya bisa ngobrol sama dia bahkan aku merasa ada sesuatu yang membuat dada ku terasa nyeri saat tau bahwa bukan hanya aku yang bahagia bisa dekat dengannya, bukan hanya aku yang merasakan kebaikannya dan bukan hanya aku yang menikmati senyum manisnya.
...π‘π‘π‘π‘π‘...
Ranti...
Dia teman dekat ku,Β gadis manis nan lembut yang selalu tersenyum padaku, gadis yang tidak pernah malu ketika aku bertingkah konyol di depan umun saat aku bersamanya, teman yang tidak pernah marah saat aku berkata kasar padanya dan malah sering mengingatkan ku untuk selalu berusaha menjadi lebih baik.
Dia adalah sosok teman sempurna di mataku, dia tidak pernah memandang status sosial, meskipun dia lahir di tengah keluarga yang berkecukupan menurutnya tapi berlebihan kekayaan orang tuanya menurut ku, secara dia anak dari salah satu pengusaha sukses di provinsi kami. Ayah nya seorang pengusaha properti yang sangat terkenal bahkan bukan cum itu usaha yang dijalankan ayahnya. Nama ayahnya juga cukup terkenal di kalangan pengusaha batu bara. Bahkan 2 buah mall besar yang ada di provinsi kami adalah milik ayahnya termasuk butik besar yang mengkhususkan untuk membuat kerajinan tangan dan oleh-oleh khas daerah kami milik ayah nya.
Tapi Ranti tetap rendah hati bahkan tidak pernah mengumbar identitas ayahnya di sekolah kami ataupun di lingkungan pertemanannya. Gadis cerdas ini sekolah dengan beasiswa prestasinya tapi tidak pernah berlagak menjadi yang paling pintar.
Aku sangat beruntung memiliki teman seperti Ranti. Dia tidak pernah menyombongkan dirinya padaku, dia santun dan baik padaku yang hanya anak seorang PNS biasa. Bahkan orang tuanya juga sangat ramah padaku saat aku berkunjung ke rumahnya, sungguh keluarga yang sempurna pikir ku.Β Aku sangat terkejut ketika datang ke rumahnya yang sangat megah dan mengetahui kalau dia bukan anak dari seorang yang bisa di remehkan. Sungguh awalnya aku minder berada di dekatnya namun dengan sikapnya yang bersahaja akhirnya aku merasa nyaman tidak merasa kecil di depannya.
...π‘π‘π‘π‘π‘...
Hari ini perkemahan gabungan di sekolah kami, Ranti datang padaku dengan tergopoh-gopoh. Dengan nafas ngos-ngosan dia bicara padaku
"Putri.... Tadi gue ketemu sama cowok ganteng banget" ucapnya penuh semangat.
"Semangat amat non, nafas dulu yang bener baru ngomong" cecarku .
__ADS_1
"baru kali ini loe sesemangat ini ketemu cowok. Siapa sih?" Tanyaku dengan tak kalah semangat juga.
"Iya... Tadi gue pas jalan kesini ketemu tu cowok, ganteng banget sumpah. Gue sampe deg deg an bahkan gemeteran dan gak bisa ngomong apa-apa selain ucapan terima kasih karena dia udah nolongin gue" ucapnya dengan menggebu-gebu
"Lo kalau gak percaya bisa liat sendiri nih tangan gue" dia menunjukkan tangannya yang masih gemetaran, "bener kan gue masih gemeteran?" Bener banget, hmm aku jadi penasaran ketemu siapa sih dia?
"Yang mana sih orangnya? Penasaran gue sama tu orang kok bisa sampe bikin lo gemeter gitu."
"Yang itu tu orangnya" Ranti menunjuk seseorang yang berdiri tidak terlalu jauh dari kami.
Ku perhatikan orang yang di tunjuknya berdiri sambil ngobrol dengan teman-temannya itu dengan seksama. Deg jantung ku rasanya berhenti berdetak, aku terkejut saat tau orang yang di tunjuk Ranti adalah orang yang selama ini ku sukai, orang yang selama ini ku rasa menjaga ku dari jarak jauh, orang yang diam-diam selalu ku tunggu kehadirannya meski hanya bisa melihat dia dari kejauhan saja.
"Apa Ranti menyukai Reza pada pandangan pertama?" Bisik ku dalam hati.
"Ah... Aku tak tau apakah aku harus bahagia atau sedih karena teman baik ku menyukai orang yang ku sukai juga? Bagaimana dengan Reza sendiri? Apakah dia juga menyukai Ranti juga? Tapi bukan kah selama ini dia selalu mengikuti dan menjaga ku diam-diam? Ataukan aku yang salah dalam menafsirkan sesuatu?" Semua pertanyaan itu berkecamuk dalam pikiran ku tanpa bisa ku utarakan.
Mungkin karena merasa diperhatikan akhirnya Reza menoleh pada kami kemudian tersenyum, entah senyum kepada siapa? Karena kami berdua sama-sama melihat kearahnya dan aku membalas senyumnya dengan canggung karena senyumnya sungguh sangat manis menambah kadar ketampanannya hingga aku melupakan tanya di hatiku.
...π‘π‘π‘π‘π‘...
"Kamu cuma sendirian sih mendirikan tenda? Teman kamu kemana?" Tanya Reza padaku yang tiba-tiba saja sudah ada di dekat ku, atau mungkin aku yang terlaku fokus sampai tidak menyadari kehadirannya karena terlalu asik mencoba mendirikan tenda.
"Makasih ya udah bantuin aku mendirikan tenda" ucapku bahkan sebenarnya aku sangat ingin berteriak mengatakan pada semua cewek yang ada disini termasuk Ranti kalau Reza itu perhatian sama aku dan aku tidak salah dalam berprasangka tentang dia yang menyukai ku, buktinya dia membantuku tanpa ku mintai tolong.
"Kamu kenapa terlihat santai ngerjain ini bareng aku? Kamu tau siapa aku?" Tanyanya karena mungkin dia merasa aku biasa aja berada di dekat nya padahal dada ku dag dig dug seperti tabuhan gendang dangdut.
Ku tampilkan senyum terbaik ku padanya sesaat sebelum berkata "sebenarnya sih agak canggung juga hehehehe...."
"Aku tau siapa kamu. Kamu kan salah satu Perseta perkemahan dan kamu cukup terkenal" kata ku dengan wajah serius.
Dia mengerutkan dahinya bingung dengan perkataan ku yang membuat aku gugup juga takut dia salah paham mengira aku vewek gampngan lagi.
"maksudmu?" Tanyanya padaku.
"Iya... Kamu kan Reza Rahardi yang terkenal baik hati, ramah dan ganteng" ucapku sambil meninduk berharap dia tidak melihat wajah gugup ku.
__ADS_1
Ku ulurkan tangan ku padanya tanpa banyak pikir sambil menyebutkan namaku
"namaku Subekti Saputri panggil aja Putri. Aku yakin kamu pasti sudah tau" ucapku percaya diri namun aku melihat raut kebingungan di wajah nya.
...οΏΌ
...
...π‘π‘π‘π‘π‘...
Sampai di sini dulu ya...
Tapi jangan kawatir karena masih ada sambungannya lagi kok π€
Nih di kasih yang santai dan manis dulu nanti baru yang gregetnya π€
Pov nya Putri blm selesai ya...
Ini biar gak ada yang menduga-duga dan bisa mengerti karakter tiap tokoh nya βΊοΈ
Tapi kira-kira sudah pada bisa paham gak sih watak mereka?
Gimana menurut kamu tentang mereka?
...Reza...
...Putri...
...Ranti...
Udah tekan π belum?
Kalo belum jangan lupa kasih π nya karena vote dan komen dari kalian membuat aku tambah semangat π
Tungguin ya cerita selanjutnya ya π€
__ADS_1
See you on the next chapter ποΈ
^^^SyilaAldita^^^