
Pensaran gak sih sama cerita ini? π€
Buat yang penasaran sama kelanjutannya cusss langsung aja baca ya π€
Tapi sebelum baca jangan lupa tekan π ya π
π‘π‘π‘π‘π‘
Part sebelumnya
Namun langkah ku terhenti ketika aku meuju salah satu ranjang untuk istirahat setelah meminum obat sakit kepala. Ku tatap punggung itu, punggung yang sangat aku kenali. "Ya Tuhan... Permainan apakah ini sebenarnya?" Bisik batin ku tak percaya dengan apa yang ku lihat.
π‘π‘π‘π‘π‘
Mungkin dia terkejut dengan kedatanganku sehingga dia bangun dengan tiba-tiba. Ku pandangi wajah gadis ku dengan seksama, Ya, dia adalah gadis ku "Putri" yang sejak tadi ku cari kemana-mana ternyata sedang berbaring disini. "Tapi kenapa dia berbaring disini? Apakah dia sakit?" Bisik batinku.Β Ku pandangi lagi wajah nya dengan seksama tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirku. Wajah tampak sedih. "Apa yang terjadi padanya sebenarnya? Apakah dia marah padaku karena? Atau kah dia punya masalah lain?" Hatiku bertanya-tanya.
Ku dekati dia dan memberanikan diri bertanya padanya.
"kamu kenapa Putri?"
"Gak apa-apa kok, cuma sedikit pusing aja" jawabnya tapi tentu saja aku tidak langsung percaya begitu saja, karena tadi dia terlihat baik-baik saja.
"Tapi wajahmu mengatakan yang sebaliknya" sanggah ku cepat.
"Eh" suaranya singkat dengan raut wajah bingung.
"Aku bisa membedakan bagaimana wajahmu yang sedang baik-baik saja dan yang sedang tidak baik seperti saat ini" bicaraku sambil menunjuk ke arah wajahnya.
Dia menundukkan wajahnya seketika setelah aku bersuara kemudian bergumam pelan namun masih bisa ku dengar.
"Sebenarnya aku hanya merasa sedikit sedih karena salah dalam menafsirkan sesuatu tapi sudahlah tidak perlu dibahas lagi karena sekarang aku benar-benar baik-baik saja. Kan sudah ada kamu disini yang menemaniku" katanya dengan senyuman manisnya.
"Oh iya tadi ku lihat kamu ngobrolnya asik banget sama Ranti"
"Iya...temen kamu itu menyenangkan juga, ku pikir dia sulit di ajak ngobrol tapi ternyata gak tuh"
__ADS_1
"Iya bener banget, kalo orang yang belum mengenal dia emang akan selalu berfikiran begitu, bahkan ada yang mengatakan dia itu sombong. Tapi buatku dia sangat baik, mereka yang berkata buruk padanya hanya karena blm mengenal dia saja, tapi kalau sudah kenal gak ngeluh deh temenan sama dia" cerocos nya panjang lebar.
"Aku setuju sama kamu. Aku juga mulai menyukainya sejak kami ngobrol tadi" kata ku santai.
Putri diam sejenak memandangi wajahku kemudian tersenyum lagi tapi kali ini senyumnya berbeda dari yang tadi.
"Cie...jadi ceritanya kamu mulai suka nih sama Ranti?" Ledeknya padaku.
"Sepertinya kamu salah paham dengan ucapan ku" sanggah ku lagi. Aku jadi salah tingkah dengan guyonannya.
"Beneran suka juga gak apa-apa kok. Dia itu orangnya baik banget, kamu gak bakalan nyesel deh kalau sama dia"
"Tapi aku hanya menyukai dia sebagai seorang teman dan bukannya menyukai dia sebagai pria dan wanita" ucapku tegas.
"Tapi dia menyukaimu sebagai seorang pria" ucap Putri dengan wajah serius dan membuat ku terpaku.
"Za...dia menyukaimu sebagai seorang pria bukan sebagai teman. Mungkin kamu tidak memperhatikannya tapi aku mengerti arti tatapannya padamu. Selama aku mengenalnya Ranti belum pernah menganggap seorang pria pun istimewa, hanya kamu za".
"Apakah kamu yakin dengan yang kamu katakan Put? mungkin saja kamu sedang salah paham" tanyaku.
"(.....)"
"Aku mohon padamu untuk tidak mendekatinya kalau kamu tidak menyukainya sebagai wanita".
Kemudian dia berlalu meninggalkan ku dengan kebingungan ku sendirian atas kata-katanya. Kalau dia bisa mengerti arti tatapan temannya padaku, apakah dia juga mengerti arti tatapan ku padanya? Tapi kenapa dia bicara seperti itu padaku?.
Ku pijit sendiri kepalaku yang terasa semakin sakit. Ku baringkan tubuh ku berharap dengan istirahat sejenak sakit dan juga kebingungan ku akan hilang.
π‘π‘π‘π‘π‘
Saat acara api unggun, malam akrab, sekaligus pentas seni di adakan aku melihat-lihat sekelilingku berharap bisa melihat gadis ku. Acara sudah cukup lam berlangsung dan sebentar lagi akan tiba giliran ku untuk tampil bernyanyi dengan iringan dawai gitar yang ku petik sendiri
Aku ingin Putri melihat ku tampil karena ini memang spesial ku persembahkan untuknya. Namun sampai saat ini dia belum juga terlihat. Ku perhatikan hanya ada Ranti di sana, ku pikir aku harus bertanya padanya jadi ku panggil namanya dengan agak keras karena dia terlihat berdiri untuk meninggalkan acara ini.
"RANTI HANDAYANI" ucap ku dengan lantang tanpa ku sadari hampir semua orang menatap kami karena suaraku yang cukup keras itu.
__ADS_1
Ranti menoleh karena panggilan ku bersamaan dengan munculnya Putri di belakang Ranti namun masih bisa ku lihat dengan jelas bahkan kami berpandangan beberapa saat.
"Aku senang bisa mengenalmu, aku bahagia bisa ngobrol sama kamu, I present this song especially for you" ucapku lagi namun kali ini dengan suara yang lembut dan tatapan mata kuΒ yang intens mengarah pada Putri.
Ku nyanyikan lagu Andmesh - cinta luar biasa untuk Pujaan hati ku berharap dia mengerti akan perasaan ku padanya. Dia berdiri sambil memperhatikan ku bernyanyi hingga lagu hampir usai Putri duduk di dekat Ranti berdiri.
Selesai aku menyanyikan lagu ku untuk Putri ku lihat Ranti masih berdiri mematung seperti sedang melamun. Ku hampiri Ranti kemudian ku raih tangannya dan ku bimbing dia untuk duduk kembali menyaksikan pentas seni. Aku duduk diantara Ranti dan Putri.
"Ranti... Kenapa kamu diam saja dari tadi?" Tanya ku memecah keheningan antara kami. "Apa kamu marah padaku?"
Ranti menggelengkan kepalanya "Aku tak tau harus bicara apa" jawabnya sambil menunduk malu.
"Em... Maukah kamu melepaskan genggaman tanganmu? Aku tidak nyaman orang-orang mencuri lihat pada kita." Ucapnya dengan suara lirih yang membuat ku tersadar kalaubsekarang ini aku masih menggenggam tangannya. Mungkin karena saking gugupnya aku sampi lupa bahwa aku ssedang menggenggam tangan Ranti.
"Apa kamu malu bergandengan tangan denganku?" Tanyaku dengan suara lirih dan terdengar kecewa dan sambil melepaskan genggaman tangannya dan membuatnyaΒ refleks mendongak melihat ke arah wajahku.
"Tidak, bukan karena malu. Aku hanya merasa tak nyaman karena dari tadi banyak yang mencuri pandang pada kita" ucapnya cepat sambil menatap wajahku.
"Oh... Ku kira kamu malu Deket sama aku." Ucapnku sambil meraih tangannya lagi untuk digenggam tanpa memperdulikan tatapan orang lain pada kami. Karena aku sungguh perlu seseorang untuk menyalurkan rasa gugup ku dan saat ini kurasa orang yang paling nyaman untuk berbagi adalah Ranti.
οΏΌ
π‘π‘π‘π‘π‘
Udah tekan π belum?
Kalo belum jangan lupa kasih π nya karena vote dan komen dari kalian membuat aku tambah semangat π
Tungguin ya cerita selanjutnya ya π€
See you on the next chapter ποΈ
SyilaAldita
18-07-2020
__ADS_1