Sorry I Love.....

Sorry I Love.....
6


__ADS_3

Hai... Aku lama gak up pada kangen gak sih?


Yuuuk baca lanjutannya


...🍑🍑🍑🍑🍑...


Putri Pov


Saat aku sedang menikmati waktu bercengkrama ku dengan Reza tiba-tiba dia mengajak ku untuk menghampiri Ranti.


Ya... Aku melihat Ranti sejak tadi menyusun kayu bakar untuk acara api unggun malam ini sendirian. Sebenarnya aku kasian melihat dia bekerja sendirian tapi aku sedang ingin menikmati waktuku bersama Reza.


Walaupun Reza mengajak ku untuk membantu Ranti tapi rasa kecewa sudah terlanjur menghampiri hatiku. Untuk menutupi rasa kecewa aku beralasan pergi ke toilet dulu sebentar untuk menenangkan hatiku agar Ranti dan Reza tidak menyadarinya.


Setelah merasa tenang aku beranjak dari toilet menuju tempat Reza dan Ranti menyusun kayu bakar. Dari kejauhan aku melihat mereka berbincang sambil terus bekerja terlihat sangat akrab seperti orang yang sudah lama saling mengenal. Padahal Ranti bukan tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain tapi kebiasaan itu seolah berubah sekarang. Reza yang baru saja di kenalnya terlihat sangat dekat dengannya, ku lihat senyum malu-malu Ranti terhadap perhatian Reza padanya. Oh... Sungguh pemandangan yang membuat darah ku terasa mendidih. Aku hanya bisa memandang mereka seperti patung apalagi saat melihat Ranti yang begitu perhatian dan terlihat khawatir saat tangan Reza yang tiba-tiba tertusuk serpihan kayu. Dari tempat ku berdiri aku melihat mereka seperti sepasang kekasih yang saling mencintai dan itu sungguh membuatku terluka.


Akhirnya aku bisa menyadarkan pikiranku dan segera beranjak dari tempat ku, aku tidak tahan melihat kemesraan mereka. Ku putuskan untuk pergi ke UKS untuk menenangkan diri dan menjernihkan pikiranku karena aku yakin disaat seperti ini sangat jarang ada orang yang akan mengunjungi tempat itu.


Ku baringkan diriku di brankar, ku pejamkan mataku berharap aku bisa tidur sejenak dan berharap setelah bangun dari tidurku perasaanku akan membaik. Entah sudah berapa lama aku berada disini tapi mataku tak bisa terpejam, perasaanku belum membaik juga.


"Oh Tuhan... Apakah aku salah dalam menafsirkan sesuatu? Kenapa hatiku sakit saat melihatnya dekat dengan wanita lain?" Gumam ku pada diriku sendiri sambil berbaring membelakangi pintu.


Saat aku sibuk dengan pemikiran ku aku tidak menyadari ada seseorang yang memasuki ruangan ini. Suara yang gerakan yang dibuatnya membuatku tersentak dari lamunanku. Aku terkejut dan langsung membangunkan diriku untuk menatapnya dan dia juga terlihat terkejut saat menyadari keberadaan ku. Dia mendekatiku dan bertanya,


"kamu kenapa Putri?"


"Gak apa-apa kok, cuma sedikit pusing aja" jawab ku tapi tentu saja aku tidak berkata dengan jujur dan berharap dia mempercayai ucapan ku.


"Tapi wajahmu mengatakan yang sebaliknya" sanggahnya cepat membuatku kaget dengan perkataannya.


"Eh" hanya kata itu yang keluar dari mulutku karena perkataannya.

__ADS_1


"Aku bisa membedakan bagaimana wajahmu yang sedang baik-baik saja dan yang sedang tidak baik seperti saat ini" bicaranya sambil menunjuk ke arah wajahku.


Aku menundukkan wajahku seketika setelah dia berkata demikian, kemudianΒ  pelan namun masih bisa di dengar.


"Sebenarnya aku hanya merasa sedikit sedih karena salah dalam menafsirkan sesuatu tapi sudahlah tidak perlu dibahas lagi karena sekarang aku benar-benar baik-baik saja. Kan sudah ada kamu disini yang menemaniku" kataku sambil tersenyum padanya.


Reza hanya mengangguk kan kepalanya saat itu seraya mengambil sebuah kursi yang kemudian diletakkannya di depanku. Kami berbincang sambil duduk berhadapan, sungguh menyenangkan dan rasa sakit ku yang tadi meluap begitu saja hilang tak berbekas.


...🍑🍑🍑🍑🍑...


Malam akrab dan api unggun sudah tiba tapi aku tidak bisa duduk menikmati kebersamaan itu. Aku merasa tubuh ku meriang dan guru pembimbing kami menyuruh ku untuk beristirahat saja di UKS atau dalam tenda dan tentu saja aku memilih beristirahat dalam tenda karena dari tenda aku bisa melihat kegiatan mereka juga menikmati lagu-lagu persembahan mereka meski tidak bisa melihat dengan jelas.


Karena jenuh berada di tenda aku memutuskan untuk bergabung dalam acara malam akrab. Ku langkahkan kaki ku mendekati lingkaran itu lebih tepatnya mendekati Ranti. Saat sudah dekat dengan Ranti aku memelankan langkah ku mengendap-endap ingin mengejutkan Ranti dari belakang. Namun belum sempat aku mengejutkannya aku malah sudah tidak bisa melangkah lagi, berdiri tegak seperti seseorang yang di sihir menjadi patung mendengar kata-kata yang diucapkan Reza.


"Inikah jawaban tanya hatiku tadi?" Bisik batin ku.


Saat Reza mulai bernyanyi ku langkahkan kaki ku untuk duduk. Sungguh kaki ku rasanya lemas tak bertenaga karena kejadian ini, aku harus duduk agar tidak pingsan disini.


Selesai bernyanyi ku lihat Reza melangkah mendekati Ranti yang masih berdiri, di bimbingnya Ranti untuk duduk di sampingnya. Dia duduk di antara aku dan Ranti sambil menggenggam tangan Ranti dan tak melepaskannya hingga acara usai.


Karena tidak tahan melihat kemesraan mereka ku putuskan untuk pergi ke UKS. Di sana tidak akan ada orang yang mengganggu ku, tidak akan ada yang mendengar tangisanku sehingga aku tidak perlu menjelaskan apapun kepada orang lain tentang apa yang sedang ku rasakan.


Cukup lama aku berada di UKS, perasaan ku sedikit membaik setelah menangis meluapkan emosiku.


...🍑🍑🍑🍑🍑...


Puas menangis dan akhirnya bisa lebih tenang akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke tenda. Belum sampai langkah ku ke tempat tujuan ku ---tenda--- aku melihat mereka bersama lagi ---Reza dan Ranti--- sedang asik ngobrol, tak lama kemudian mereka beranjak pergi entah kemana.


Dengan rasa penasaran ku teguhkan hatiku dan ku ikuti mereka berdua yang ternyata berjalan ke arah toilet. Pikiran ku berkecamuk bertanya-tanya mau apa mereka berduaan ke toilet di tengah malam begini disaat semua orang sudah beristirahat? Sudah sangat dekat kah mereka berdua? Banyak sekali tanya dan prasangka di hatiku tentang mereka.


Sesampainya di toilet Ranti segera masuk dan Reza hanya berdiri menunggui Ranti di depan pintu. "Oh...manis sekali perlakuan Reza pada Ranti" pikir ku sambil memperhatikan Reza dari kejauhan. Namun ternyata Reza menyadari keberadaan ku jadi aku bergegas berbalik dan berjalan dengan cepat berusaha meninggalkan tempat itu sampai akhirnya langkah ku terhenti karena panggilan Reza padaku. "Ah...aku tidak bisa menghindar lagi. Aku harus menanyakan perasaanya pada Ranti, ini semua demi diriku, demi perasaan ku agar tidak lebih terluka lagi" pikirku kemudian memantapkan hati untuk bertanya. Setelah yakin aku langsung berbalik menghampiri Reza dengan langkah mantap.

__ADS_1


"Za kamu suka ya sama Ranti?"


"Emangnya kenapa?"


"Gak apa-apa sih, cuma nanya aja"


"....."


"Ya udah aku balik ke tenda dulu ya"


Dengan diam nya Reza aku mengartikan bahwa dia memang benar-benar menyukai Ranti. Sekarang hanya tinggal aku sendiri yang harus berjuang mengobati luka hati ku.


...οΏΌ


...


...🍑🍑🍑🍑🍑...


Mau kenalan dong sama para reader ku πŸ˜‰


Kamu dari kota mana?


Kali aja ada yang satu daerah sama aku πŸ€—


Udah tekan πŸ‘ belum?


Kalo belum jangan lupa kasih πŸ‘ nya karena vote dan komen dari kalian membuat aku tambah semangat πŸ˜‰


Tungguin ya cerita selanjutnya ya πŸ€—


See you on the next chapter πŸ–οΈ

__ADS_1


^^^SyilaAldita^^^


^^^01-11-2020^^^


__ADS_2