
Pagi hari nya ellya sedang bersiap2 untuk berangkat kerja mendengar suara deru mesin mobil berhenti di depan nya ellya mengernyit heran.
"Siapa pagi2 sudah disini" ucap ellya sambil membuka pintu rumahnya.
"Aku antar kamu ke tempat kerja" ucap alvaro datar
"yasudah menolak pun percuma" jawab ellya malas , alvaro tersenyum kecil melihat ellya sangat penurut.
Mereka ber2 tidak ada yang berbicara sepatah katapun di dalam hanya suara musik mobil yang menemani mereka ber2 , mereka sibuk dengan pikiran nya masing2.
setelah sampai di depan kerja ellya , ellya hendak membuka pintu namun alvaro menahan nya.
" Apa ?" ellya menatap alvaro
"Pulang aku jemput" alvaro mendekati ellya untuk membuka sabuk pengaman yang di pakai ellya kini mereka ber2 sangat dekat , wajah ellya memerah ketika alvaro berada sangat dekat dengan nya.
" ya allah tampan sekali makhluk ciptaan mu yang satu ini tidak ada celah dimanapun" gumam ellya dalam hati.
begitu pun alvaro , dia kini sedang menormalkan jantungnya karena semenjak dekat dengan ellya jantung nya berdetak lebih cepat berbeda ketika berdekatan dengan wanita lain nya yang pernah mendekati dia.
__ADS_1
Ellya buru2 keluar ketika sudah keluar mobil alvaro ada lelaki yang mendekati nya dia adalah vino manager di tempat ellya bekerja vino memang sudah menyukai ellya sejak lama namun ellya tidak menanggapi nya , kini mereka ber2 jalan berbarengan masuk ke pintu karyawan.
Di dalam mobil alvaro melihat ellya jalan ber2 dengan lelaki lain nampak kesal dia mencekram stir mobil dengan kuat wajahnya memerah menahan marah.
"you are mine" desis alvaro dingin.
tiba di kantor alvaro nampak masih kesal memikirkan lelaki yang bersama ellya mereka nampak akrab satu sama lain dia buru2 masuk keruangan nya tanpa menjawab sapaan karyawan nya kini dia tengah duduk menatap reo sang asisten.
"Re , cari tahu siapa saja lelaki yang dekat dengan ellya siapapun itu"ucap alvaro datar.
"baik tuan segera saya laksanakan" jawab reo cepat , reo pamit undur diri.
"kau adalah milikku tidak ada siapapun yang boleh memdekatimu" ucap alvaro dingin.
Ellya tiba di kantor alvaro , dia menemui resepsionist yang sedang duduk di bangkunya.
"Permisi , apakah pak alvaro ada di ruangan nya?" tanya ellya ramah
"Apakah sudah ada janji , dengan siapa saya bicara biar saya telepon ke pak reo asisten tuan alvaro?" jawab resepsionis yang di nametag nya bernama siska.
__ADS_1
"saya ellya" sahut ellya
Sambil menunggu siska ellya duduk di kursi tunggu khusus tamu.
"silahkan mba ellya tuan alvaro ada di ruangan nya , ruangan nya di lantai 15 lift nya ada di sebelah sana" ucap siska sambil menunjuk arah lift
"terima kasih" jawab ellya sambil tersenyum
Ellya bergegas naik lift menuju lantai 15 , setelah sampai di depan pintu bertuliskan "ruang presdir" ellya mengetuk pintu.
"tok,tok,tok"
"masuk" sahut alvaro dari dalam
ellya membuka pintu dia melihat alvaro sedang serius bekerja menambah ketampanan nya naik 1000% ellya menghampiri alvaro.
"huh kenapa saya di antar kesini bukan di antar kerumah " tanya ellya.
"tidak usah banyak protes sebentar lagi pekerjaan aku selesai nanti aku antar pulang kamu tunggulah dulu di sofa " jawab alvaro datar tanpa melihat ellya.
__ADS_1
Ellya hanya menghela nafas pasrah percuma juga protes ke alvaro karena alvaro sosok laki2 yang tidak bisa di bantah hanya buang2 tenaga berdebat dengan alvaro pikirnya , ellya mendarat bokongnya di sofa sambil menunggu alvaro dia memainkan hp nya.
setelah menyelesaikan pekerjaan nya alvaro menengok ke arah ellya yang kini sudah tertidur di sofa , ntah lama menunggu atau memang lelah akhirnya ellya tidur di sofa. Alvaro mendekati ellya dia menelisik wajah ellya yang begitu menggemaskan di matanya ketika sedang tidur.