
Setelah melewati pertempuran yang panjang mereka semua pun kembali ke markas, Kecuali Fernando.
" Nah Kita sudah sampai" Kalian Ato kita melapor kepada Komandan".
Fania dan yang lainnya pergi melapor ke Reza.
" Komandan ini adalah Fin Bintang Pisces," Jadi.. kamu adalah Bintang Pisces" Yah.. Nama saya Fin".
Leon pun Tiba di depan Pintu masuk Ruangan Reza.
" Nah.. ini dia si tahanan yang melarikan diri," Leon jangan" Kenapa.. dia adalah Tahanan" Tapi dia sudah tidak jahat lagi".
Leon berusaha menangkap Scorpio.
" Pokoknya jangan Leon, Scorpio telah menyelamatkanku" Benar Kapten kalau Scorpio tidak datang kami tidak akan selamat, apa lagi Kak Fania yang hampir di bawah kabur oleh musuh".
Leon pun pergi sambil tersenyum sedikit.
" Baiklah.. kalau begitu, Yasudah kau harus menjaga dia agar tidak berkhianat" Yah.. Kami siap".
Leon berjalan dan tiba-tiba berhenti di depan pintu.
" Ke mana si Fernando" Dia sedang tidak ada" maksudmu bagaimana," Kami juga tidak tahu.. Tapi dia masih hidup dan akan kembali," Kalau begitu.. Kita tunggu dia kembali".
Leon pun pergi.
" Nah kalan sekarang akan Kuberi hari libur," Terima kasih Komandan".
Mereka pun pergi dari ruangan Reza, Leon sedang berangkat menjalankan misi.
" Kapten Leon kita sudah sampai di tempat tujuan," Iya iya.. Kalian persiapkan persiapan jangan sampai ada satu pun alat yang tertinggal," Baik..".
Mereka turun dari Kendaraan mereka melihat di bawah ada kota mars ke 2 yaitu Qyros.
" Kalian bersiap" Baik..".
Leon melihat kota dari atas Gunung.
" Jangan lupa ambil kendaraannya supaya tidak meninggalkan jejak," Baik Kapten".
Leon melompat ke bawah.
" Activate jet boots".
* WUZHZH*.
Leon pun terbang mendekat ke kota, Setelah itu mereka mendarat ke depan saluran air.
" Semuanya Mode siaga.." Siap kapten..".
Para pasukan bersiaga sambil masuk kedalam salran air.
" Saluran air di sini sangat berbeda, dari sebelumnya.. Kalian berhati-hatilah".
Mereka pun terus berjalan sampai mereka menemukan persimpangan.
" Kita bagi 2 pasukan, Pasukan 1 ikuti aku ke kanan pasukan ke kiri" Siap kapten...".
Mereka pun berpencar, Leon Tim Leon memasuki area yang terlihat bahaya.
" Hati-hati.. GunsStrike Fire" Baik..".
* DORR DORR DORR DORR DORR*.
Mereka menembak ke sisi yang sangat gelap, Tiba-tiba ada yang datang debgan sangat cepat menyambar satu orang dari tim Leon.
* WUSHH*.
" Agh.. K-Kapten To-Tolong," GunsStrike tembak".
* DORR DORR DORR DORR DORR*.
Mereka berusaha menembak monster itu tetapi tidak mempan, karena dia memiliki kulit yang sangat tebal.
* SRINGG*.
Monster itu di belah oleh Leon dan Pasukan Leon hampir di makan monster itu dan terluka di bagian tangannya.
" Kau mundurlah," B-Baik Kapten.." Sepertinya tidak semudah itu ya Untuk kita maju".
__ADS_1
Dari depan muncul segerombolan Monster yang menyerupai Buaya besar.
" Semuanya Siaga tempur" Baik Kapten," Huh.. memang aku ingin bertarung disini".
Leon melompat dan menebas para monster buaya itu.
* SRINGG SRINGG SERINGG*.
" Cih.. Kenapa Makhluk Mars mempunyai monster di gorong-gorong mereka".
* SRINGG*.
" Kurasa aku mulai kesal, Yang benar saja ini tidak ada habisnya".
Mereka semua mulai kelelahan.
" Semuanya ayo jangan kecewakan Kapten" Ayo kita tidak boleh menyerah," Baik..".
Tiba-tiba ada Monster lagi yang muncul di belakang mereka.
" Kalian.. Formasi depan belakang" Siap Kapten".
Setengah dari mereka langsung berhadap kebelakang.
" Serang..." Hyaaa...".
* DORR DORR DORR DORR DORR*.
Mereka terus menerus menyerang tetapi monster terus berdatangan.
" Cih.. hoi hoi, yang benar saja.. Ini monster tidak ada habisnya".
Para anggota Pasukan Leon mulai di makan oleh monster satu-persatu.
" Agh.. Gha... Agh...".
Para pasukan Leon pun habis di makan monster buaya itu, Hanya tinggal Leon dan seorang wanita yang tersisa.
" Dari pada kita mati disini mending Ku gunakan ini".
Leon mengeluarkan sesuatu seperti pisau, Dia mengangkat Pisau tersebut.
" Energy Stun, Hyaa".
* JRUZZZ JRUZZZ*.
Setelah itu Leon langsung menarik tangan Satu-satunya pasukannya yang tersisa
" Ayo cepat kita lari dari sini" B-Baik Kapten..".
Mereka lurus kedepan.
" Mau tidak mau kita harus melanjutkan misi" Baik Kapten," Jangan baik kapten.. baik kapten, Bicara yang lain kek" Baik Kapten" Sudah di bilangin" Maaf kapten".
Merekapun sampai di tangga untuk menuju keatas.
" Kita harus keluar dari sini naiklah lihat di atas ada bahaya tidak," Ta-Tapi Kapten" Aku akan menjaga di sini dulu kalo nanti tiba-tiba monster itu ke sini".
Leon menunggu di bawah Sambil berjaga.
" Nah.. Kapten di sini Aman" Baiklah Naiklah ke atas".
Leon pun menyusul ke atas.
" Kau Nama" Ada apa Kapten," Namamu.. Siapa namamu, Supaya aku bisa memanggilmu" Nama saya Shina" Baiklah Shina mulai sekarang mohon bantuannya," Saya juga mohon bantuannya Kapten".
Hari sudah malam mereka Perlahan-lahan Berjalan menuju ke Balai kota.
" Shina, " Eh.. Iya kapten" Kau BladeStrike kan" Benar kapten, Ada apa yah" Gunakan ini," Apa ini Kapten" Itu adalah Storm energi, dirancang untuk para Blade Strike tingkat sepertiku," Tapi aku masih pemula Kapten" Tidak apa-apa anggap saja hadiah dariku karena kau bisa selamat, dan menemaniku menjalankan misi" Terima Kasih Kapten".
Shina tersenyum sambil memegang kartu pemberian Leon.
" Nah kita sampai di Dekat Balai kota, Kita akan memasuki area yang lebih berbahaya" Saya siap kapten," Naiklah kepunggungku" Eh..?" Ayo cepatlah".
Shina Naik kepunggung Leon.
" Berpegangan lah, Activate jet boots".
* WUZHHZHZ*.
__ADS_1
Leon terbang membuka Jendela atap dan masuk.
" Nah kita harus mencari sebuah kristal," Kristal.." Yah.. benar setelah aku menemukan Surat di kota Lyner".
Mereka mengendap-endap sambil berbicara.
" Shina awas" Egh.. Egh..," Diamlah ada seseorang yang lewat".
Leon membungkam mulut Shina, 2 Orang prajurit mars sedang lewat.
" Nah mereka sudah jauh, Sekarang ayo".
Mereka melanjutkan pencarian.
" Tertulis di surat Kristalnya ada di ruangan bawah tanah, Didalam Pelindung".
Merek melanjutkan langkahnya.
" Awas Shina lihat di sana".
Leon melihat ada yang tidak beres.
" Seperti nya ini mencurigakan," Ada apa kapten".
Leon mengambil sesuatu didekatnya lalu melemparkannya.
* TUARR*.
Muncul Sinar Laser pengaman, Benda yang di lempar Leon hangus.
" Benar-benar sangat berbahaya," Shina tunggulah di sini aku akan menuju kesana, dan mematikan Lasernya".
Leon berusaha masuk, Dia melenturkan tubuhnya untuk memasuki celah yang sangat sempit, akhirnya Leon berhasil.
" Nah sepertinya ini adalah tombol untuk mematikannya".
Leon menekan tombol di dinding dan Lasernya pun mati.
" Nah.. ayo Shina".
Setelah beberapa lama Leon dan Shina berhasil sampai di Ruang bawah tanah.
" Nah kita sudah sampai," Kapten apakah itu Kristalnya" Sepertinya benar".
Mereka mendekat.
" Tunggu Shina kita cek dulu disini aman gak" Baik Kapten".
Leon mengamati sekitar dia merasa ada yang aneh.
" Kurasa.. suasananya sedang tidak bagus, Tapi sepertinya tidak ada pengaman" Ada apa kapten," Sepertinya sudah tidak ada pengaman" Kalau begitu biar saya yang ambil".
Leon menyadari sesuatu hal.
" Tunggu.. tidak mungkin benda berharga seperti itu tidak di jaga, Jangan-jangan ini semua adalah".
Leon berlari menuju Shina.
* JROOT*.
Shina tiba-tiba menusuk Leon.
Bersambung...
* AUTHOR* TERIMA KASIH KALIAN SUDAH MEMBACA NOVEL INI JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE BILA KALIAN SUKA.
Leon: Memang kampret..
Fernando: Aku masih berada di Dimensi lain
Leon: Teruslah berada di sana dan aku yang akan menjadi Main Character nya
Fernando: Eh.. Kok gitu..
Leon: Chapter selanjutnya aku akan
Fernando: Akan apa..?
Leon: Entahlah tungguin aja..
__ADS_1
Fernando: Yasudah.
Selanjutnya: Amarah Sang Singa