
Tok tok tok
"Aduhhh, paan si. Malem malem bertamu kerumah orang"ucap gue
Tok tok tok
"Iya iyaa!!, napa sihh"
Aku membuka pintu dan tidak mendapati seseorang disana melainkan sebuah kartu hitam yang di letakkan di atas meja teras.
"Siapa sih yang ganggu, pasti untuk video prank buat youtube nih" gerutu ku sambil mengambil kartu hitam itu.
"Apaan ya"karena penasaran, aku akhirnya membuka bungkusan kartu itu dan mendapati sebuah undangan kecil bertuliskan "reuni alumni angkatan 16".
"Hah? Reuni? Emm boleh juga tuh, tapi kok undanganya aneh gini sih? "
Sudahlah, aku kembali membaca undangan itu dengan seksama. Tunggu, acaranya tengah malam? Bukankan itu sangat aneh?. Tapi mungkin saja memang seperti ini peraturanya. Entahlah, aku menutup pintu dan melemparkan undangan itu di dekat sofa dan melanjutkan tidurku.
Ahhh, rasa kantukku perlahan menghilang. Padahal aku ingin melanjutkan mimpiku tadi, ahhhhh. Em, lebih baik aku menghubungi mira dan meminta maaf atas yang terjadi tadi pagi.
Tak diangkat, ku coba berulang kali tapi tetap sama. Tak ada balasan
"Mungkin mira sudah tidur"batinku
Aku mengecek beranda facebook ku, berharap ada berita yang menarik. Terus ku scroll
Sampai akhirnya aku menemukan sebuah link yang berisikan tentang ramalan kartu tarot. Sebenarnya aku tak percaya dengan hal semacam ramalan atau apa lah yang berkaitan dengan nya. Tapi, aku penasaran baiklahh tak ada salahnya kan jika aku mencobanya, siapa tahu memang benar
*
*
"The devils, ko serem si namanya. Devils artinya iblis kan"
Bahuku bergidik ngeri, ahh sudahlah lupakan. Aku menutup beranda facebook ku dan melanjutkan tidurku karena rasa kantukku sudah menghampiri.
*******
Pagi ini mira mengajakku untuk menemaninya membeli dress untuk acara reuni malam ini. Iyaa, ternyata mira mendapatkan undangan juga. Sama seperti caraku mendapatkan kartu itu. Mira menemukan kartu itu tergeletak diatar meja teras nya.
"Kamu masih marah? "tanyaku melihat mira yang sedari tadi tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Hening..
*******
__ADS_1
Skip malam hari
"Hmm, mir ini kan masi jam sebelas acaranya jam dua belas. Kamu mau kemana dulu nggak? "
"Oh iya al, di deket kampus kita dulu ada kedai ramal yang bagus. Kita kesana aja"
"Tapi...
"Nggak ada penolakan, "
Yah aku hanya bisa pasrah dengan kemauan mira, toh aku juga yang menawarinya tadi.
Aku melajukan mobil dengan santai, jarang ada kendaraan yang masih lalu lalang disini.memang hari sudah larut, sedikit ngeri sihh.
Kami sampai ditempat yang dituju mira, tapi... Bukankah katanya tadi kedai ramal? Tapi yang kulihat disini adalah sebuah toko roti. Aneh, seingatku tidak ada toko roti di daerah sini, apa lagi yang masih buka ketika larut.
Dengan tidak ragu, mira menarik tanganku menuju kedalam toko itu.
Saat membuka pintu, terdengar bunyi bel pintu yang menandakan ada tamu.
Mira menghampiri meja kasir yang dijaga oleh wanita paruh baya. Mira mengatakan sesuatu, entah apa itu hingga akhirnya wanita itu mempersilahkan kami untuk naik ke lantai dua.
Ohh, ternyata kedai ramal ini tersembunyi di lantai dua. Pantas saja....
Mira segera duduk di depan wanita itu. wanita itu memberikan berbagai macam kartu didepan mira. Lalu mira memilih salah satunya.
"Pejamkan matamu, aku akan memberikan gambaran masa depanmu berdasarkan kartumu. Dan ingatlah, apapun yang kamu lihat tidak boleh kamu ceritakan kepada siapapun atau akibatnya. Hal itu akan benar benar terjadi."ucap wanita itu
Mira mengangguk lalu memejamkan matanya.
"Aghhhhh, "mira berteriak dan menangis dengan kondisi mata masih tertutup.
Aku bingung melihatnya, segera aku mendekap tubuh mira dan menanyainya apa yang terjadi.
Hanya dibalas gelengan kepala oleh mira,
Lalu wanita itu kembali berkata.
"Ingat, segala hal yang kamu lihat masih bisa diubah selagi kamu tidak memberi tahukan kepada siapapun"
Mira mengangguk,
"Sekarang giliran kamu al"ucap mira
Aku yakin aku tak bisa membantah perkataan mira, aku hanya bisa menurutinya.
__ADS_1
Aku memilih satu kartu, lalu sama seperti yang mira lakukan tadi aku disuruh untuk memejamkan mata. Dan tidak boleh memberi tahu apa yang kulihat.
"Tidak, ini tidak mungkin ini hanya tipuan tidakk"jeritku dalam hati
Aku membuka mata dan segera membawa mira keluar, aku sudah tak tahan dengan semua kebohongan wanita peramal itu.
"Sebaiknya kalian tetap merahasiakan apa yang kalian lihat, jika kalian tidak mau berakhir seperti itu"ucap wanita itu sebelum aku dan mira membuka pintu ruangan.
Kampus ternyata sudah ramai dengan alumni alumni yang berkumpul. Sejenak aku melupakan tentang masalah tadi dan mulai menghampiri teman temanku satu persatu, sama dengan mira yang tengah bergabung dengan teman temanya.
Malam ini kami habiskan dengan berpesta ria, sampai akhirnya kejadian tak terduga terjadi.
"Tolongg!!! "Teriak salah satu alumni dari arah kanan.
Edi yang merupakan penanggung jawab dalam acara ini menghampiri alumni yang berteriak tadi.
Lalu ia menyuruh kami untuk mendekat kearahnya. Dia menunjuk ke arah layar pemberitahuan di atas mading kampus.
Ahh tidak!! Betapa menjijikkanya apa yang tertayang di layar itu.
Seseorang terbaring di atas ranjang.tapi dengan keadaan terpotong menjadi dua bagian. Ahhh, isi badanya tercecer keluar akhhh. Semua perempuan yang melihat itu sudah memuntahkan segala isi perut mereka. Aku khawatir, tapi dimana mira
Sedari tadi aku tak melihatnya. Apakah jangan jangan yang ada di video itu adalah mira, tidakk. Itu tidak mungkin
Aku mencari kemanapun, menanyai teman temanya tapi tak ada yang tau dimana mira.
Sedangkan semua telah memutuskan untuk membubarkan acara reuni ini.
"Tunggu, mira hilang!! " teriakku
"Hilang?? "Tanya yang lainya
"Gerbang di kunci! "Teriak salah satu alumni yang sukses membuat kami semakin ketakutan.
Namun yang kufikirkan adalah dimana mira??
Kami mutuskan untuk membagi kelompok. Kelompok 1 akan mencari mira, kelompok 2 akan mencari pak anto satpam kampus. Dan kelompok 3 akan tetap mengawasi di sekitar aula.
Tidak ada, mira tetap tidak ketemu. Seluruh ruangan kampus telah kami periksa.
Kami kembali berkumpul di aula,
Dilanjut part 2 yaa,
Salam manis dari author😘
__ADS_1