Story After Night

Story After Night
Lubang kunci


__ADS_3

Suatu hari, seorang pria mendatangi sebuah hotel dan berjalan menuju meja resepsionis untuk check-in. Wanita dari balik meja memberikannya kunci dan memberitahunya bahwa di jalan menuju ruangannya akan ada sebuah pintu tanpa nomor yang terkunci dan tidak ada orang yang diperbolehkan masuk kesana, apapun yang terjadi.


Pria tadi menuruti instruksi dari wanita di meja resepsionis dan langsung menuju ke kamarnya dan beranjak tidur.


Pada malam berikutnya, rasa penasaran sudah benar-benar tak dapat ia tahan, pria tersebut lalu keluar dari ruangannya dan berjalan menyusuri lorong menuju kamar dengan tanpa nomor dipintunya, dia memutar knop pintunya dan mendapati itu terkunci. Dia lantas berlutut dan mengintip lewat lubang kunci yang cukup lebar, udara dingin menghembus matanya, apa yang ia lihat adalah sebuah kamar hotel, sama seperti kamarnya, dan diujung ruangan berdiri seorang wanita yang berkulit sangat putih. Wanita tersebut menyandarkan kepalanya kedinding, si pria tidak


Dapat melihat wajahnya, dia sempat bingung beberapa saat dan hampir mengetuk pintunya karena terlalu penasaran, namun memutuskan untuk tidak melakukannya, lalu berjinjit kembali keruangannya.


Keesokan harinya si pria kembali mengintip dari lubang kunci, tapi kali ini yang dapat ia lihat hanyalah warna merah yang pekat, dia berfikir si empunya kamar pasti telah mengetahui bahwa dia sedang diintip tadi malam olehnya lalu menutup lubang kunci dengan sesuatu yang berwarna merah.


Kemudian pria tadi memutuskan untuk bertanya pada wanita di meja resepsionis untuk informasi lebih lanjut.


“jadi kau mengintip lewat lubang kunci ?” Tanya wanita tersebut.


Si pria pun mengangguk.

__ADS_1


“well, aku memang sebaiknya memberitahumu, dulu sekali, seorang laki-laki membunuh istrinya sendiri di kamar itu dan lantas membuat arwahnya gentayangan disana, mereka bukanlah orang biasa, mereka berkulit sangat putih disekujur tubuhnya, kecuali untuk matanya, yang berwarna merah”


BACA TANDANYA!



Suatu malam, seorang gadis kecil berumur 8 tahun sedang duduk di sofa menonton televisi bersama ibunya. Tiba-tiba, layar tv berkelip dan memunculkan sosok wanita menyeramkan berbaju merah. Ia terlihat membawa papan kecil yang ditulisi dengan tinta berwarna merah.


Tulisannya : “ini adalah pemberitahuan mendadak, para orang tua diharapkan menyuruh anaknya untuk segera tidur”


Ketika dia menyaksikan televisi kembali, wanita dalam layar telah membawa pesan baru.


Tulisannya : “mohon tunggu”


Sang ibu duduk di sofanya dengan sabar, setelah lima menit berlalu dan tak ada yang terjadi, ia mulai bosan.

__ADS_1


Sesaat kemudian, si wanita dalam layar membawa pesan baru, namun kali ini hurufnya sangat kecil dan sulit untuk dibaca. 


Sang ibu mendekatkan wajahnya ke tv dan mencoba membacanya.


Papan itu bertuliskan : “terimakasih, anakmu telah mati sekarang”


Si ibu sungguh terkejut dan segera berlari menuju kamar tidur putrinya, dia melihat si gadis sedang berbaring di ranjangnya dengan selimut menutupi sampai ke leher.


Ia sempat lega beberapa saat sebelum menyadari sesuatu yang janggal, selimutnya sama sekali tidak bergerak, dan putrinya tidak bernafas.


Pelan-pelan, ia berjalan menuju sisi ranjang putrinya dan menarik selimutnya, si ibu sangat ketakutan dan mulai berteriak.


Diatas bantal, tergeletak kepala si gadis yang telah putus, tubuhnya tak dapat ditemukan dimanapun.


Lebih dari 500 anak-anak mati malam itu, polisi tak pernah berhasil melacak siaran televisinya dan si wanita pembawa papan pesan tak pernah teridentifikasi.

__ADS_1


__ADS_2