
Mengira bahwa sudah menelusuri tiap sudut di ruang kampus, aku dan yang lainya memutuskan untuk kembali ke aula.
Tampak disana para perempuan menunggu dengan cemas, mengapa acara reuni yang seharusnya menyenangkan malah berubah menjadi mencekam, akhhhh!!
Kami disini, menunggu rombongan kedua yang mencari pak anto. Namun tak kunjung juga kembali, pikiran kami semakin berkecamuk. Ditambah lagi keadaan mira yang belum bisa ditemukan.
Jujur saat ini yang aku fikirkan adalah mengenai ramalan wanita di kedai ramal tadi.
"Apa benar ramalan itu akan terjadi, tapi aku tak memberi tahu siapapun. Seharusnya masih bisa diubah bukan? "
Tanyaku dalam hati
Sekarang aku bangkit dari dudukku, aku baru saja ingat jika aku membawa mobil. Kenapa tidak kugunakan untuk pencahayaan disini.
"Bukankah kalian semua membawa kenadaraan masing masing? "Teriakku
"Ahh, itu benar"salah satu dari mereka menyahut
"Kenapa kita tidak membuat pencahayaan dari kendaraan kita saja"teriak edi
"Itulah yang ku fikirkan sekarang "jawabku
Mereka tengah sibuk dengan kendaraannya masing masing,
"Akh sial, kunci mobilku hilang! "Tukas edi
__ADS_1
"Sama kunci mobilku juga hilang"
satu kata yang cocok untuk keadaan saat ini adalah "aneh ".
"Aakkkhhhh!! "
Tak berapa lama kemudian, seseorang kembali berteriak.
"Itu ituuu! "Perkataanya terbata bata menunjuk kearah atas.
Kuikuti arah yang ditunjuknya itu, dan..
Edi berbegas naik ke lantai dimana seseorang itu tergantung. Edi mencoba untuk melepaskan sesuatu yang menjerat kepala seseorang yg ternyata lelaki itu dan edi mencoba menarik tubuhnya. Tapi, ternyata terjadi hal yang lebih buruk lagi. Lelaki yg tergantung itu terjatuh, sungguh dia terjatuh dari lantai 3 dan menghantam lantai dengan kerasnya. lelaki itu mempunyai proporsi tubuh yg sama denganku, sungguh malang. Entah dia dibunuh atau dia bunuh diri, hanya dia dan tuhan yang tau.
"Sial, darahnya memuncrat kearahku"ucap para wanita satu persatu, menjijikkan.....
Hal itu menambah ketakutan kami, terutama para perempuan.Tapi bagaimana, tak ada yang bisa kami lakukan saat ini. Kami memutuskan untuk menyusul anggota yang mencari pak anto.
Lama,kami menyelusuri gelapnya lorong lorong kampus menuju tempat pak anto.
Sunyi, terdengar suara sesenggukan tangisan beberapa diantara kami. Begitupun aku. lorong ini terasa semakin di telusuri semakin bertambah panjang,
Bulu romaku terasa menegang.
__ADS_1
"Aaaaaaakhhhhh!! "Suara jeritan seseorang berhasil membuat kami mengalihkan pandangan.
oh tuhan!, itu ituu
Tampak lelaki dengan dandanan yang serba hitam, dengan menenteng alat pemotong kayu yang telah memisahkan sebuah kepala dari tubuh awalnya. Tidak!!!, kepala orang yang dibunuhnya menggelinnding ke arah kami. Semua orang berlarian, terkecuali aku.
Kaki ku seakan mati rasa, dan dalam sekejab menjadi lumpuh.
Banyak dari rombonganku tadi yang pingsan ditempat, kebanyakan dari mereka perempuan.
oh lihatlah!, seseorang itu dengan brutalnya mengarahkan senso yang dibawanya memotong motong semua wanita yang pingsan itu. Astaga,,
Mungkinkah sekarang giliranku?? Tidakk, aku masih ingin nyawaku. Bahkan aku belum bertemu mira untuk terakhir kalinya. Tuhan,,
Aku berusaha keras mengangkat tubuhku dan berlari sekencang kencangnya. Lelaki gila itu terus mengejarku. Sungguh, dia benar benar gila!
Untungnya aku cukup mengingat tempat tempat di kampus ini, tapi keadaan gelap gulita menyusahkan pandanganku.
Ah tidak!!
Itu suara mesin senso, menandakan jika lelaki gila itu telah mendekat. Tuhan, apakah ini sat terakhirku?
Dan...,
"Akhhhh!!
__ADS_1