Story At Night

Story At Night
Sebuah Pesan Kematian


__ADS_3

Hujan mengguyur Bandung belakangan ini, dingin dan mencekam. Tetasan air langit itu tak berhenti memukul-mukul jendela kaca sebelah meja kerjaku. Jam orange berbentuk bola basket berjarum hitam, menunjuk ke arah jam 12 lewat 7 menit. Aku masih duduk di meja kerjaku, berhadapan dengan laptop. Tulisan-tulisan hitam di layar monitor seperti lintah-lintah kecil di mataku. Mataku sudah lelah. Otak belakangku berkedut terlalu banyak berpikir. Beberapa kali aku hembuskan nafas. Temanku menyuruhku untuk pulang. Dia meremas pundakku, memijat kecil. Hm... Aku cuma tersenyum kecil.


"Daaah, kamu balik duluan aja. Nanggung nih. Si Bapak mintanya besok", ujarku. Temanku menyerah. Akhirnya dia pamit duluan.


Aku melihat langkahnya menutup pintu ruangan, dan bayangannya hilang di gelapnya ruangan lain. Aku mengendurkan otot-ototku, lalu menguap dan berdiri sejenak, sambil menatap hujan. Mengecek apakah dia masih besar atau sudah mereda? Dan... Haaah...!!!


Sontak aku kaget, ketika aku lihat ke arah parkiran, sebuah bayangan manusia berdiri di tengah derasnya hujan. Sesekali mukanya terlihat karena cahaya dari petir. Haaah...!!! Ternyata itu pak Kurni. Laki-laki setengah baya yang kukenal sebagai Sekuriti dari perusahaan tempatku bekerja ini.


Yah... Pak Kurni. Beliau cukup dekat dengan para karyawan-karyawan, terutama aku. Karena jika ada rezeki lebih, aku selalu memberinya uang tip. Tapi aneh, ngapain Pak Kurni berdiri di tengah-tengah parkiran sambil menatapku dari tengahnya deras hujan?


Aku mengambil gelas minumanku dari atas meja dan berjalan lunglai ke arah dispenser air di ujung ruangan, melewati kubikel kosong teman-temanku yang sudah pulang. Lampu di ruangan lain sudah dimatikan, membuat cahaya ruanganku menyala dengan terang. Mungkin jika ada ngengat yang melintas, ruanganku menjadi penarik mereka untuk masuk.


Mataku menjalar ke semua sudut ruangan. Semuanya sudah gelap dan cukup menyeramkan. Karena cuma aku sendirian di lantai ini. Sampai... Sesuatu bergerak dari tempat asalnya. Aku menarik gelas berisi air dari mulutku. Kepalaku menekuk miring, melihat ke salah satu kubikel di ruangan lain.


"Siapa ya?", tanyaku penasaran.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari ujung kubikel. Aku mengacuhkannya dan kembali ke meja kerjaku sambil menenteng gelas dengan air setengah. Sebelum sampai aku duduk, tiba-tiba dari belakang terdengar suara. Susah digambarkan! Suaranya seperti tangan yang mengepal dan memukul tembok. Berdentum keras!


Aku langsung menengok ke arah belakang. Gelap... Aaah... Aku sangat malas dengan kondisi seperti itu. Aku langsung duduk dan mengerjakan kembali tugasku, tanpa kupedulikan hal-hal aneh yang kualami itu. Jemariku mulai menekan huruf-huruf yang ada di keyboard, dengan tempo dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Aku coba selesaikan semuanya. Pengennya aku lebih cepat mengerjakannya dan langsung pulang. Jujur, yang tadinya masih tenang di kantor, tiba-tiba berubah menakutkan. Sangat menakutkan! Jantungku berdebar! Telingaku was-was! Selintas mataku mendelik ke arah samping berkali-kali sambil aku mengetik.


Aku... Aku merasa seperti ada yang memperhatikanku dari ruangan lain. Dan kemudian, suara aneh itu muncul lagi! Pikiranku mulai teralihkan. Suaranya kini seperti dekat. Aku celingukan mencari asalnya. Seperti ada yang memaku dinding, yang asalnya dari ruangan lain.


"Aaah... Gak mungkin ruangan lain! Ruangan ini kan bentuknya kotak. Mana mungkin ada yang memaku, dari mana?", pikirku.


Tanpa sadar aku sudah berdiri, tidak lagi duduk. Dan... yang ketiga ini, makin kencang dan makin dekat. Bukan cuma suara, tapi hidungku menangkap bau tak sedap. "Hueek... Bau apa ini? Seperti bau kentang busuk. Hueek... Hueek..."


Aku perlahan kembali duduk dan... ASTAGA...!!! Aku seperti menduduki sesuatu. Tidak keras dan... Seperti daging! Sontak aku langsung melirik ke belakang. Aku mencari tau apa yang aku duduki itu.


Sesosok makhluk terbungkus kain putih... Mukanya lebam dan matanya hampir keluar. Ujung kain terlihat masih terikat di atas kepalanya. Sungguh sangat menyeramkan...!!!


Apalagi hidungnya yang masih ditutupi kapas. Muka makhluk itu dan mukaku hanya berjarak beberapa sentimeter saja. Karena aku... Aku sedang menduduki sesosok POCONG...!!! Suaranya seperti suara orang yang sedang digorok lehernya.

__ADS_1


Aku langsung berdiri. Aku berlari keluar ruangan, dan... Astaga...!!! Aku melihat lift kantorku sudah mati. Ya Tuhan, aku harus turun pake tangga darurat. Aku berlari cepat ke arah pintu dengan tulisan Exit di atasnya. Aku buka pintu itu. Dan... Aaaah... Makhluk itu sudah berdiri di ujung anak tangga. Seperti menungguku...!!!


"Pergi... Pergi... Aaah... Aaaaaah...!!!", teriakku.


Aku.... Aku terduduk lemas di depan pintu. Makhluk itu tiba-tiba hilang seperti asap. Dan mendadak seperti ada tangan dingin menepuk bahuku. Aku perlahan melihat ke belakang... Ya Tuhan... Syukurlah... Ternyata Pak Kurni.


Mukaku panik, jantungku mau copot. Pak Kurni mengangkatku dan membopongku. "Tolong pak, aku melihat pocong! Anterin aku ke mobil pak! Aku mau pulang pak!", ujarku panik. Pak Kurni tidak menjawab apa-apa. Dia hanya membopongku dan hanya mengangguk. Mungkin Pak Kurni mengerti.


Aku pulang ke rumah. Dan malam itu aku tidur di kamar adikku. Aku... Aku masih ketakutan setengah mati.


Besoknya, kantorku heboh. Bukan karena ceritaku. Aku baru melangkahkan kaki ke ruangan. Semua orang sedang berkumpul di satu kubikel.


"Kenapa nih, ada apa?", tanyaku.


Salah satu temanku menjawab, Pak Kurni meninggal. Katanya, kemarin siang, waktu dia mau ke kantor, dia dibegal di daerah dekat rumahnya. Lalu dia meninggal dunia dengan mengenaskan. Ya Tuhan... Air mataku hampir tak sadar keluar... Jantungku berdeguo kencang. Aku berdiri memaku. Kaget...!!!

__ADS_1


"Gak mungkin... Gak mungkin... Aku ketemu Pak Kurni tadi malam...!!!". Aku mulai bercerita tentang kejadian tadi malam kepada teman-temanku.


Pak Kurni, sudah tenanglah di sana! Mungkin malam itu bapak mau pamitan kepadaku. Aku mengerti. Terima kasih Pak Kurni, sudah selalu baik kepadaku dan teman-temanku. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya.


__ADS_2