
flashback
disebuah ruangan begitu luas terlihat seorang pria muda sedang merencanakan sesuatu dengan beberapa anak buahnya.
rencana kita ini harus berhasil bentak pria tersebut.
baik tuan...jawab serentak para anak buahnya.
kamu dengar baik-baik, besok wanita itu akan melewati jalan y maka beberapa dari kalian harus menghadangnya ucap pemuda tersebut.
kamu dan 5 orang lainnya menyerempet mobilnya hingga jatuh ke jurang ucapnya lagi.
sedangkan kamu saya dan dua anak buahmu mensabotase mobilnya sehingga perkerjaan kita besok berjalan lancar ucapnya lagi.
maafkan diriku kak, aku harus melakukan ini demi anak dan istriku batinnya.
setelah selesai dengan urusan nya tiba - tiba ada yang mengagetkan dia dari belakang.
Lo adek kak ko sibuk bangat ya, sampai-sampai gak sadar kalaw kak ucap manggil - manggil dari tadi.
__ADS_1
kak... kapan datangnya kok gak bilang sambil memeluk sang kakak begitu erat, seakan - akan tak rela jika membayangkan apa yang akan menimpah sang kakak besok harinya.
Lo kok kamu nangis sih dek? ucap sang kakak karena bingung kenapa sang adek tiba-tiba nangis di pelukannya.
gak apa-apa kok kak, aku cuma kangen saja dengan kakak semenjak kakak dan aku menikah kita jarang sekali ketemu jelasnya.
iya juga ya dek, lain kali kita akan ngumpul-ngumpul seperti dulu lagi dengan membawa keluarga kita masing-masing atau gini aja gimana kalau kita pergi liburan ke villa atau ke luar negeri bersama antusias sang kakak.
iya kk ucap dia lagi, mana bisa kita ngumpul lagi kak, sedangkan besok mungkin saja kak gak akan ketemu sama aku lagi batinnya lagi.
oh ya mana istrimu dan ponakan kak tanyanya lagi
dia pergi ke Jogja kak teman mamanya ucap pria itu lagi.
besok dia juga pulang kak, besok aja kesini lagi jawab sang adek.
besok kak ada perjalanan bisnis ke kota y dan sekalian besok sisulung juga ikut sama kak ucapnya.dan Kak akan disana selama sebulan.
sayang sekali ya KK ucapnya lagi
__ADS_1
bagaimana dengan dua anak kakak yang lain?
dia gak ikut karena dia lagi deman apalagi si bungsu yang rewel terus dan dia juga tinggal buat sementara sama mba Tania ucapnya lagi.
semoga perjalanan kakak menyenangkan ucapnya tak habis pikir dirinya kenapa mempercayai Tania mengurus putra putri nya batinya. andai saja kak tau siap Tania itu.
setelah puas temu kangen dengan sang adik, dia pun pulang untuk mengistirahatkan badan untuk persiapan besok.
...****************...
hari pun menjelang pagi, dimana pagi ini dia akan berangkat pergi dengan salah satu assisten nya yg anaknya kebetulan sama besar dengan si sulung.
entah angin apa yang membuat si sulung enggan menaikin mobil kesayangan sang mama dan pada akhirnya mama mengalah dan menaiki mobil pengawal yg seharusnya dinaikin oleh assisten nya.
mba.. mba naik mobil saya ya ucap sang nyonya.
tapi nya..... ucap sang asisten.
naik aja, Ndak mba pergi dulu untuk membereskan villa yg ada di kota y nanti saya nyusul karena saya ke kantor dulu ucap sang nyonya.
__ADS_1
baik nya.... ucap assisten.
setelah selesai urusan kantor dan menyusul sang asisten yg tak jauh di depan nya tiba mobil itu di handang oleh berapa mobil lainya.