Suami Ku Amnesia Sehingga Dirinya Membenci Ku Kembali

Suami Ku Amnesia Sehingga Dirinya Membenci Ku Kembali
Bab 21 : Kehadiran Cucu?


__ADS_3

"Papah! Ayah!" sapa Indah dari kejauhan, sembari melambaikan tangan kanannya. Dilihat di sampingnya nya ada Dirga, yang jalan dengan begitu berwibawa nya melihat ke arah Pak Tirno dan Pak Dewa.


Pak Tirno dan Pak Dewa yang melihat hal tersebut, langsung tersenyum dengan begitu manis. Mereka berdua menyuruh Dirga dan Indah, agar segera menemui mereka di sana.


"Bagaimana kabar anak Ku tercinta ini?" Tanya Pak Tirno setelah melihat Indah dan Dirga, yang kini sudah hampir tepat di hadapannya.


"Baik Pah", jawab Indah dengan begitu semangat. Indah kemudian langsung menyapa mereka berdua, dengan memeluk tubuh Pak Tirno dan Pak Dewa bergantian.


"Gimana Papah dan Ayah kabarnya? Kenapa kalian belum ke rumah Kami lagi?" tanya Indah dengan menatap wajah mereka, dengan begitu semangat.


"Duduk dulu, Kalian. Ayah keadaan nya baik, dan memang tidak bisa ke rumah kalian dengan beberapa alasan. Pekerjaan Kami memang sibuk belakangan ini, jadi tidak sempat mendatangi rumah Kalian." ucap Pak Dewa, setelah Dirga dan Indah telah duduk bersama dengan mereka.


"Papah juga baik, maaf yah Papah beluman bisa mengunjungi rumah Kalian sayang. Benar, kata Ayah mertua kamu. Pekerjaan Kami saat ini sangat banyak, sehingga Kami tidak dapat mengunjungi kalian" ucap Pak Tirno, dengan wajah yang cukup sedih.


"Baiklah Pah, Yah. Tidak masalah, yang penting Kalian sehat terus. Kalau lagi banyak pertanyaan, jangan lupa untuk selalu istirahat ya. Jangan sampai Kalian sakit, nanti Indah sedih." ucap Indah, dengan begitu tenangnya.


"Baik, Indah Ayah akan selalu menjaga kesehatan. Terimakasih ya nak" ucap Pak Dewa sembari tersenyum.


"Terimakasih ya Sayang, Papah akan selalu menjaga kesehatan." ucap Pak Tirno, sembari mengecup kening sang Putri kesayangannya.


Mereka kemudian membagi kasih sayang, setelah beberapa bulan tidak bertemu kembali. Dirga yang melihat sang Ayah yang begitu dekat dengan orang lain, kini merasa begitu marah. Karena, Pak Dewa tidak seperti itu terhadap dirinya. Kekecewaan kini tampak di wajah Dirga, dengan begitu jelas. Dirga kini hanya bisa berdiam menatap mereka bertiga, tanpa mengucapkan satu kata pun.


"Dirga kenapa Kamu? Ada masalah pekerjaan apa yang membuat Kamu terlihat murung! Jangan seperti itu, nanti bisa di lihat Papah nya Indah!" bisik Pak Dewa tepat di telinga milik sang Putra, dengan amarah yang tertahan.

__ADS_1


"Iya, Yah" jawab Dirga dengan begitu datarnya.


"Ada Apa Dirga? Pak Dewa? Apa ada masalah?" tanya Pak Tirno ketika melihat rawut wajah aneh mereka, dengan penuh keheranan.


"Tidak ada yang begitu serius Pak, silahkan lanjutkan saja", jawab Pak Dewa dengan senyum yang begitu canggung.


"Baiklah, kalau ada masalah apapun bisa bilang ke Saya Dirga" jawab Pak Tirno dengan wajah yang tenang.


"Baik Pah" jawab singkat Dirga dengan senyumnya yang terlihat begitu canggung.


Pak Tirno dan Pak Dewa melanjutkan pembicaraan mereka, bersama dengan Indah dan Dirga. Banyak hal yang mereka bicarakan, sampai-sampai mereka membicarakan mengenai pekerjaan yang telah dikelola oleh Dirga.


Namun waktu berjalan cukup cepat, Pak Tirno, Pak Dewa, Dirga dan Indah diberitahukan bahwa mereka diundang untuk naik ke atas panggung, sebagai bintang tamu utama dari acara tersebut sebagai pembicara yang mewakili keluarga.


Semua berjalan dengan lancar, mereka sudah sangat baik dalam berkomunikasi. Semua tamu undangan yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka, dan kini pesta tersebut sudah di ujung acara. Sesi foto kemudian dimulai, dimana semua para petinggi dan penjabat hadir. Bukan hanya petinggi dan pejabat dari Indonesia saja, bahkan dari luar negri juga hadir.


"Baiklah Aku akan pamit dengan Papah dan Ayah" jawaban Indah, sehingga Dirga dan Indah kini memutuskan untuk lebih dahulu meninggalkan pesta tersebut.


"Ayah sama Papah, Karena acaranya sudah selesai dengan berjalan lancar apakah Indah dan Dirga boleh pamit terlebih dahulu?" Indah perlahan mendekati mereka, dengan Dirga yang berada di samping nya dengan wajah yang begitu datar.


"Baiklah, kalian istirahat saja." ucap keduanya. Dirga dan Indah yang mendengar persetujuan dari Pak Tirno dan Pak Dewa, langsung membalikkan badannya untuk meninggalkan pesta.


"Indah! Dirga!" namun mereka tertahan, ketika mendengar nama mereka di panggil seorang pria dan wanita dari kejauhan.

__ADS_1


Kedua Ayah mereka juga dengan seketika langsung menoleh dari sumber suara. Terlihat dari kejauhan, yang memanggil nama mereka adalah tuan rumah yang memiliki acara tersebut. Indah dan Dirga secara otomatis langsung menghentikan langkah nya.


"Kalian sudah mau pulang? Kenapa cepat sekali? Acaranya baru selesai, Kita berbincang-bincang saja dahulu", ucap tuan rumah wanita, kepada Dirga dan Indah.


"Iya, Kami izin pulang terlebih dahulu ya Tika, Leo. Maaf kalau kita disini tidak bisa lama, dan tidak bisa berbincang-bincang dengan kalian" ucap Indah kepada kedua tuan rumah.


"Yah Kenapa?" tanya Tika dengan wajah yang kecewa dan kesedihan.


"Saya takut mereka sakit Tika, tolong biarkan mereka meninggalkan pesta ini lebih cepat ya. Kalau mau berbincang-bincang biar sama om Tirno dan om Dewa saja." ucap pak Tirno kepada keduanya.


"Memangnya Kenapa? Apa Indah sedang hamil? Apa yang membuat Indah harus pulang sekarang om? Aku aja sedang hamil masih semangat. Apa Indah kondisi kehamilan nya rentan? Karena baru bisa hamil sekarang sehingga harus banyak istirahat." Tanya Tika dengan penuh tanda tanya, dengan wajah yang penuh kesedihan.


Indah, Dirga, Pak Tirno dan Pak Dewa yang mendengarkan hal tersebut sangat terkejut, karena ucapan Tika yang telah salah menduga-duga keadaan Indah. Sehingga mereka melakukan reaksi yang sama, memasang wajah yang begitu terkejut.


"Shutt.. Sayang jangan berbicara seperti itu, tidak baik. Biarkan saja mereka untuk istirahat, pasti mereka lelah karena baru datang dari Indonesia." ucap Leo yang memberikan pengertian kepada Tika.


"Baiklah, maaf ya kalau Aku mengatakan hal buruk. Kalian boleh pulang, selamat istirahat." ucap Tika. Setelah mengatakan hal tersebut, Tika dan Leo langsung meninggalkan mereka.


"Baiklah kalian pulang saja ke penginapan, dan jangan buru-buru pulang ke Indonesia. Anggap saja kalian di sini sekalian honeymoon, Papah juga mau punya cucu dari kalian seperti Tika dan Leo" ucap Pak Tirno yang tidak terduga, membuat keduanya memasang wajah yang terkejut.


"Papah.." ucap mendayu Indah kepada Sang Papah, ketika melihat wajah Dirga kini sudah menahan amarah.


"Baiklah, kalian pulang saja. Papah dan Pak Dewa masih ada urusan di sini, selamat beristirahat kalian", ucap Pak Tirno.

__ADS_1


"Baik Papah, Ayah. Kami pulang." ucap Indah, dengan nada yang begitu rendah.


Pak Tirno dan Pak Dewa, meninggalkan mereka berdua. Dirga dan Indah juga meninggal pesta tersebut, wajah Dirga terlihat sangat marah setelah pembicaraan tersebut. Membuat hati Indah dibuat sangat khawatir, akan terjadi sesuatu yang besar yang akan menimpa dirinya.


__ADS_2