Suami Ku Amnesia Sehingga Dirinya Membenci Ku Kembali

Suami Ku Amnesia Sehingga Dirinya Membenci Ku Kembali
Bab 23 : Kekacauan yang Besar


__ADS_3

Langit pagi di jakarta sekarang cukup terik walaupun masih jam sepuluh pagi, Indah telah sampai di bandara Indonesia setelah dua hari kepulangan Dirga. Dirinya terhambat pulang, adanya masalah visa miliknya di bandara Korea Selatan dikarenakan Indah harus duduk di pesawat terbang umum.


Indah yang baru sampai di Indonesia, langsung dengan cepat bergegas pulang ke rumah. Siapa tahu seseorang yang dirinya rindukan berada di rumah, walaupun terasa tidak mungkin.


Namun saat sesampainya Indah di rumah milik mereka, tidak terlihat tanda-tanda kepulangan Dirga. Pintu rumah masih terkunci dengan baik, Indah kemudian membuka pintu rumahnya. Benar, rumah tersebut tidak ada siapapun dan rumah nya terasa sangat hampa. Harapan kecil di hati Indah kini sudah pupus, Dirga benar-benar marah kepada dirinya.


"Tidur dimana Kamu Mas.. Apa Kamu punya rumah lain, untuk Kamu beristirahat? Kalau ada masalah di antara kita, Kamu pasti tidak akan pulang. Sampai saat ini pun Aku juga tidak tahu Kamu akan istirahat di mana, kalau Kamu tidak pulang ke rumah kita. Aku sebagai istri kamu tidak mengetahui apapun, Aku sedih Mas.." ucap Indah, dirinya merasa kaki milik nya sangat lemas, tidak ada tenaga untuk menopang berat tubuhnya.


Indah terjatuh dengan keadaan duduk dilantai, tidak ada siapapun di sisinya yang dapat menolong. Indah menangis kecil, meratapi nasib hidupnya. Namun, tangisannya berhenti ketika suara ringtone telpon terdengar. Indah kemudian langsung melihat notif yang ada di dalam layar tersebut, ternyata ada Tio yang mengirimkan nya sebuah pesan.


"Selamat Pagi Bu Indah, mohon maaf mengganggu. Tio ingin memberitahukan kondisi perusahaan hari ini Bu, semuanya tidak berjalan dengan lancar. Bapak ada masalah dengan clien, sehingga hampir 50% kontrak di batalkan." Isi pesan yang diberikan oleh Tio melalui pesan singkat.


Indah yang membaca hal tersebut sangat terkejut, karena ini pertama kalinya Indah mendapatkan kabar buruk mengenai perusahaan pada saat Dirga yang mengurusi semuanya selama 4 tahun belakangan ini. Karena selama ini, semuanya berjalan dengan lancar walaupun pada saat Dirga sakit sekalipun.


Indah yang khawatir langsung segera menekan nomor telpon milik Dirga, namun seperti biasa tidak ada jawaban dari Dirga. Dirga selalu melakukan hal tersebut, dan ini membuat Indah menjadi sangat amat khawatir karena dirinya tidak tahu kondisi Dirga saat ini.


Kekhawatiran Indah ini membuat dirinya merasa ada kekuatan, Indah beranjak dari lantai dan langsung duduk di atas sofa dengan hati yang penuh dengan kecemasan. Walaupun begitu Indah tidak kehabisan akal, dirinya langsung menelpon nomor milik Tio.


"Selamat Pagi Tio, Saya sudah membaca pesan Kamu. Lantas bagaimana kondisi Bapak sekarang, Tio?" tanya Indah dengan cepat, setelah Tio mengangkat telpon dari Indah.

__ADS_1


"Tidak baik bu kabar Bapak. Karena pembatalan kontrak yang cukup besar, sekarang perusahaan rugi uang milyaran rupiah Bu. Hal itu yang membuat perasaan Bapak sekarang sedang kacau, sampai hampir seluruh karyawan sekarang kena dampak kemarahan Bapak" lapor Tio dengan nada bicara yang ketakutan.


"Coba Tio, Kamu tenang dulu. Ceritakan sama Saya apa yang sebenarnya terjadi, sampai kalian harus rugi? Padahal selama 4 tahun, Bapak dan karyawan tidak pernah melakukan kesalahan yang begitu besar seperti ini", ucap Indah menenangkan Tio.


"Clien membatalkan kontrak karena para clien mendapatkan info bahwa perusahaan Kita menandatangani Kontrak lain, sehingga mereka merasa perusahaan Kita melanggar kontrak yang telah di sepakati. Padahal Bapak sudah berusa memberitahukan hal tersebut itu tidak benar adanya, tapi para clien mendapatkan bukti bahwa Bapak menandatangani kontrak lain."


"Tadi pagi, Bapak sedang memarahi semua karyawan Bu. Mencari tahu kebenaran siapa yang membuat kontrak palsu atas dirinya, dan Tio sudah berusa semaksimal mungkin membantu bapak. Tapi Bapak tidak mempercayai siapapun, semua karyawan saat ini diancam kena PHK massal kalau masalah ini tidak terselesaikan." Tio memberikan penjelasan yang sangat rinci di tengah ketakutannya mengahadapi kemarahan Dirga.


"Sekarang dimana Bapak, Tio?" tanya Indah dengan khawatir, setelah mendengarkan penjelasan tersebut dari Tio.


"Sekarang Bapak tidak ada di perusahaan Bu dari 5 menit yang lalu, dan karyawan saat ini juga sedang melakukan semaksimal mungkin untuk mempertahankan dirinya untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah." jawab Tio.


"Saya tidak bisa menghubungi Ibu, karena tadi pagi suasana perusahaan kacau Bu. Tio sama sekali tidak di bolehkan menggunakan Telpon sama sekali oleh Pak Dirga, ini Tio mengabari Ibu setelah Pak Dirga tidak ada di perusahaan."


"Baiklah kalau begitu Tio, Kamu tenang saja. Dan Saya minta tolong beritahukan karyawan yang lain. Kalau mereka tidak perlu khawatir, Saya akan melakukan apapun yang bisa Saya bantu untuk menyelamatkan perusahaan." Indah mencoba menenangkan kondisi Tio dan para karyawan.


"Saya tutup dulu, kalau Bapak sudah ada kabar. Tolong hubungi Saya kembali ya Tio, terimakasih atas informasinya." ucap Indah.


"Baik Bu, terimakasih kembali bu." suara Tio kini sudah terdengar lebih tenang, kemudian Indah baru mematikan sambungan telepon tersebut.

__ADS_1


"Mas.. Ayo mas.. Angkat telpon dari Aku.. Kamu dimana? Aku sangat khawatir, tetapi walaupun begitu Aku tidak akan membiarkan Kamu melewati masa sulit ini sendiri. Kamu tidak perlu khawatir, Kita akan baik-baik saja." Indah kembali menelpon nomor milik Dirga, namun tidak tersambung sama sekali.


Sembari menunggu kabar Dirga yang masih bekum bisa di hubungi, Indah mengetik sebuah nomor lain di layar ponsel miliknya. Di dekatkan nya telpon genggam itu pada telinga kirinya, setelah yang di tuju mengangkat panggilan.


"Halo nak, ada apa? Kamu sudah sampai di Indonesia dengan selamat?", tanya lelaki yang memiliki suara yang berat tidak lain dan tidak bukan, ialah sang Papah dari Indah.


"Indah sampai dengan aman Pah, tapi.. Ada yang perlu Indah bicarakan sama Papah sekarang, Papah sedang senggang?" tanya Indah, dengan nada yang terdengar sangat sedih.


"Ada apa nak? Papah sedang senggang. Tapi, kenapa suara Kamu seperti itu? Apa ada masalah? Jangan buat Papah khawatir." tanya Pak Tirno kepada anak sematang wayangnya.


"Indah membuat masalah untuk perusahaan Mas Dirga Pah. Indah tidak sengaja membuat para clien membatalkan kontrak ke perusahaan, sehingga perusahaan kini rugi milyaran Pah. Maaf-in Indah, Indah tidak bermaksud membuat masalah seperti ini. Papah bisa bantu Indah? Buat meyakinkan para clien itu lagi Pah?" tanya Indah dengan tersedu-sedu, kini Indah tidak bisa menahan tangisannya lagi setelah menceritakan semuanya kepada Pak Tirno.


"Iya Nak, Papah tau. Kamu pasti tidak sengaja melakukan hal tersebut, karena Papah tau anak Papah tidak pernah melakukan kesalahan apapun yang di sengaja dalam hidup. Kamu tidak perlu khawatir, dan jangan menangis lagi. Papah akan berusaha meyakinkan mereka, agar tidak membatalkan kontrak ke perusahaan Dirga. Ada Papah di sini Nak." Pak Tirno dengan suaranya yang khas nya yang berat, berusaha menenangkan sang putri yang tengah menangis.


"Terimakasih banyak Papah! Terimakasih banyak.. Maafin Indah Pah, harus membawa permasalahan ini ke Papah." tangisannya malah makin menjadi.


"Tidak perlu Nak berterima kasih Nak, ini tugas Papah. Kamu jangan menangis lagi, Papah tutup dulu ya telponnya. Papah akan mengabari kabar baik untuk Indah secepat mungkin, Love you Nak!" Pak Tirno menutup sambungan telponnya dari Indah.


"Papah maafin Indah yang harus berbohong, Indah juga tidak ingin melakukan hal tersebut. Tapi Indah tidak punya pilihan lain, maafin Indah Papah", menggenggam erat telponnya di dada, dengan tangisan rasa bersalah memenuhi rumah kosong mereka.

__ADS_1


__ADS_2