Suami Ku Amnesia Sehingga Dirinya Membenci Ku Kembali

Suami Ku Amnesia Sehingga Dirinya Membenci Ku Kembali
Bab 24 : Dari Hati atau Ketidaksengajaan 18+


__ADS_3

Sudah pukul 10 malam tidak ada kabar dari Dirga maupun Tio, Indah tidak tahu sampai kapan dirinya harus menunggu. Indah merasa tidak tenang, dirinya tidak bisa dengan tidak leluasa untuk istirahat ataupun untuk sekedar makan. Pikirannya selalu tentang Dirga, sampai saat ini pun Indah masih menunggu kepulangan Dirga. Dirinya hanya bisa menunggu, di ruang keluarga berharap Dirga akan pulang ke rumah mereka.


Suara langkah kaki yang tidak beraturan terdengar dari luar rumah, Indah yang mendengar nya langsung melangkahkan kakinya keluar rumah untuk memastikan apakah yang di luar itu Dirga atau bukan. Dibukakan nya pintu tersebut oleh Indah secara perlahan, dan dirinya dibuat terkejut dengan apa yang di lihat Indah tepat di hadapannya itu.


"Ya ampun Mas.. Kenapa Kamu seperti ini.."


Itu Dirga, dengan pakaian yang sudah tidak rapih. Melangkahkan kakinya dengan tidak begitu beraturan, tidak ada keseimbangan yang di lihat Indah pada tubuh Dirga saat ini. Dirga berjalan dengan perlahan, menuju rumah mereka.


Dengan segera Indah membawa Dirga masuk ke dalam rumah, tubuh Dirga penuh dengan bau alkohol dan wine yang sangat menyengat. Hingga siapapun yang berada di dekatnya dalam jarak 1 meter, akan tercium aroma alkohol itu dari tubuh Dirga.


Walaupun tubuh Dirga begitu berat, Indah tetap membopongnya sampai dirinya meletakkan Dirga ranjang miliknya di kamar tidur. Tidak ada keseimbangan, dan sedari tadi juga Dirga hanya mengucapkan kata-kata yang ngelantur saja.


"Hari ini kacau! Saya tidak pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaan! Tapi kenapa hari ini ada masalah yang sangat besar? Saya tidak pernah mengkhianati clien Saya. Tapi kenapa secara tiba-tiba dokumen palsu itu ada?" ucap Dirga dengan suara yang di keluarkan sangat tidak jelas.


"Mas, Aku tahu bukan Kamu yang menyebabkan masalah ini terjadi. Kamu tidak seharusnya menyalahkan dirimu sendiri, dengan meminum alkohol yang sangat banyak. Bagaimana kalau hal buruk terjadi kembali ke Kamu, Aku gimana Mas?" ucap Indah, dirinya memeluk tubuh Dirga begitu eratnya sampai-sampai Indah tidak bisa menahan air mata melihat kondisi sang Suami yang sangat kacau malam ini.


"Lepas! Panas! Jangan dekat-dekat. Panas!" Dirga menodong dengan lembut tubuh Indah, Dirga merasa tubuh nya panas karena alkohol yang di minumnya.


"Baiklah Mas" Indah melepaskan pelukannya itu, di ambilkan nya juga segelas air untuk Dirga yang merasa kehausan.


Indah melepaskan beberapa barang dari tubuh Dirga, seperti sepatu, kaus kaki, ikat pinggang, jas dan dasi yang dirinya gunakan. Secara perlahan Indah juga berusaha meminumkan air putih yang Dirga minta.


"Apa ini? Saya tidak mau. Jangan ganggu!" gelas yang berisikan air, di lempar dengan sangat kencang oleh Dirga.

__ADS_1


Indah sangat terkejut, karena lemparan itu sangat cepat dan kencang. Dirinya sampai tidak bisa mencegah terjadinya hal itu.


"Bagaimana ini perusahaan sangat kacau, dan sekarang menanggung kerugian yang sangat besar. Saya harus menyelesaikan masalah ini dengan segera." Dirga berusaha beranjak dari ranjang, walaupun tubuh nya tidak mempunyai keseimbangan.


"Tidak Mas! Jangan dulu. Mas jangan kemana-mana, tiduran ataupun duduk saja di atas ranjang. Dan jangan turun ke lantai, di bawah sana banyak pecahan kaca yang berbahaya." ucap Indah memberikan pengertian kepada Dirga, walaupun perkataannya hanya dibalas dengan anggukan kecil.


Akhirnya, Indah membersihkan lantai dengan sangat hati-hati. Namun walaupun dengan kehati-hatian, Indah tetap saja terluka akibat pecahan kaca dari gelas itu. Indah tidak terlalu menghawatirkan tangannya yang berdarah meskipun terasa sakit, yang terpenting lantai itu sudah bersih dan aman untuk di pijak oleh kaki Dirga.


"Saya harus melakukan sesuatu, masalah ini harus diselesaikan. Ayah dan Pak tua tidak boleh mengetahui kondisi perusahaan, nanti Saya akan dimarahi oleh Ayah. Tidak Ayah tidak boleh tau." ucapan Dirga sangat ngelantur, Indah sampai tidak bisa memahami apa yang Dirga katakan itu.


"Tidak Mas, Ayah dan Papah tidak akan mengetahui masalah ini Kamu yang buat. Karena Papah sudah mengetahui kalau Aku yang menjadi penyebabnya, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu Mas" ucap Indah kepada Dirga dengan memberikan pengertian, agar Dirga tidak terus-menerus menyalahkan dirinya atas kejadian yang ada di perusahaan.


Air matanya tampa dirinya sadari menetes perlahan dari keduanya matanya, tersayat hati kecilnya ketika melihat Dirga menjadi seperti ini. Karena ini pertama kalinya, Indah melihat Dirga mabuk karena alkohol selama 4 tahun pernikahan mereka.


Mendengar Dirga yang mengeluhkan tubuhnya yang terasa panas, Indah langsung mengambil seember air dan sapu tangan kecil untuk menyeka tubuh Dirga. Dibuka nya satu persatu kancing yang ada di baju Dirga, tidak semua hanya di disahkan dua kancing di bawah.


Indah mulai menyeka tubuh Dirga dengan sapu tangan yang sudah berisikan air, berharap Dirga tidak merasakan panas lagi di tubuhnya. Dirga tidak memberikan reaksi apapun, matanya terpejam seakan dirinya tidur terlelap. Respon yang di berikan Dirga yang menjadi tenang, membuat Indah dengan terus menerus menyeka tubuh Indah.


"Ugh, di bawah sana terasa panas" Dirga memegang tangan Indah yang sedari tadi menyeka tubuhnya, dan diarahkan ke bagian tubuh bawahnya.


"Tidak Mas. Kamu akan marah nanti, Aku tidak akan melakukan nya di sana." Indah yang terkejut dengan tindakan cepat yang di lakukan Dirga, mencoba menolak dan diberikannya pengertian.


"Tapi di sana sangat panas..Saya tidak suka, cepat lakukan itu di sana." Dirga memohon kepada Indah, dengan kata-kata yang begitu lembut.

__ADS_1


"Baiklah Mas.." Indah tidak punya pilihan lain lagi dirinya sudah menolak, namun ini pertama kalinya Dirga memohon kepada dirinya dengan nada yang tidak kasar.


Ughh.." suara desah keluar dari bibir Dirga.


"Kenapa Mas? Ada yang salah? Apa Indah berhenti saja Mas?" Indah terlihat panik, karena respon Dirga seperti itu.


"Tidak lanjut kan saja, Aku tidak ada masalah. Itu sangat nikmat" ucap Dirga dengan begitu lembut.


"Baiklah Mas.." Indah kembali melakukan nya. Namun, Dirga kini bergerak-gerak seakan merasa tidak nyaman.


"Ughh.. Nikmat sekali, lakukan lagi di sana di bawah itu." Dirga menaruh tangan Indah, di salah satu anggota tubuhnya bagian bawah.


Indah terkejut, ternyata sedari tadi Dirga menikmati hal tersebut yang dilakukannya. Indah sedikit khawatir kedepannya seperti apa, tapi ini pertama kalinya untuk kehidupan pernikahan mereka. Indah langsung memfokuskan untuk meraba pada bagian itu.


"Ughh.. Aghhh" ******* Dirga menikmatinya.


Seketika Indah langsung di tarik Dirga ke atas ranjang, sentuhan halus Dirga berikan kepada Indah dengan nikmat. Indah merasakan kegelian yang nikmat di seluruh tubuhnya, sensasi pertama kali yang dirinya rasakan.


"aghh.. Akhhhh.. Ughh.m... Aghmm", Indah tidak henti-hentinya mendesah nikmat.


"Pelan-pelan Mas.. Sakit" ucap nya memohon merintis. Ucapannya terhenti, ketika Dirga dengan semangat melumati bibirnya. Hingga yang tersisa malam itu hanya lah, suara kecupan dan ******* sebagai pengantar tidur.


Namun, Dirga menghiraukan ucapan Indah dan melakukan nya dengan semangat. Dari malam hingga berganti menjadi pagi Indah dan Dirga sudah kehabisan tenaga, kini kedua tertidur dengan lelap di atas ranjang yang sama.

__ADS_1


__ADS_2