Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)

Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)
Episode 14 #Menikah


__ADS_3

E***pisode 14 #Menikah


Happy reading all***,,,,


******


"Ehh,, kalian berdua sedang apa? berbuat zina ya" teriak beberapa memperogokin aksi Lisa dan Wisnu membuat para warga salah paham dan menuduh mereka sedang berbuat zina.


Bagaimana mana tidak saat ini posisi Wisnu seakan ingin melecehkan Lisa dengan keadaan baju sobek di bagian dadanya.


"Ayo semua nya bawah ke kantor lurah " teriak salah satu warga. Mereka pun menyeret paksa Wisnu dan Lisa tanpa mendengar penuturan Mereka.


Di kantor Lurah.


"Ayo seret mereka berdua." teriak para warga.


"Ada apa ini bapak bapak?" tanya pak Lurah mendengar para warga berteriak.


"Ini pak Lurah mereka berdua keperogok sedang berbuat zina dekat sawa." teriak salah satu warga.


"Iya,"


"Iya,"


"Tidak pak saya han,,," ucap Wisnu terpotong lantaran di tarik paksa masuk kedalam.


"Nikahkan saja mereka berdua pak biar kita para warga tidak kenah sial akan perbuatan tidak bermoral mereka berdua pak" teriak para warga.


"Iya nikahkan saja mereka,,"


" Nikahkan,,,"


"Diam,,," teriak pak Lurah.


"Kita dengar kan dulu penjelasan mereka." ujur pak Lurah bijaksana. "Coba kalian jelaskan apa yang terjadi antara kalian?" tanya pak Lurah.


"Kami tidak berbuat mesum pak, saya hanya ingin,,,"


"Bohong itu pak jelas jelas pria ini ingin melecehkan wanita itu." menunjuk Lisa yang masih menunduk merasa sangat shok lantaran hampir saja dirinya di lecekan oleh dua orang penjahat.

__ADS_1


"Iya, Nikahkan saja mereka pak,,,"


"Iya nikahkan saja pak, agar kita semua tidak kena sial karena perbuatan mesum mereka,,,"


"Nikahkan mereka,,,"


"Nikahkan,,,"


"Iya nikahkan,,"


Teriak para warga.


"Diam,,," teriak pak Lurah menghentikan teriak para warga. nl


"Apa kalian bisa menelepon keluarga kalian untuk datang ke sini untuk melangsungkan pernikahan kalian?" ucap pak Lurah memutuskan untuk menikahan Wisnu dan Lisa.


Lisa di bawah oleh beberapa warga wanita di dampingi oleh ibu Lurah untuk di rias dan berganti pakaian.


Lisa terus menangis tersedu, bukan karena di paksa menikah. Tapi Lisa masih merasa shok atas kejadian yang hampir di lecehkan.


"Sudah neng, mungkin neng jodoh pemuda itu." tutur sang perias dadakan menenangkan Lisa.


Elisa menghampiri putri nya itu dan memeluk erat tubuh nya. Almira menyaksikan bertapa sangat sedihnya sang sahabat memeluk putri nya.


Ya Almira dan Wiraka Ayah Wisnu langsung menghubungi Elisa dan Hendra sahabatnya mereka setelah Wisnu sang putra menelepon dan menceritakan kejadian yang menimpa dan di paksa menikah.


Sedang di ruangan sebelah Wiraka dan Hendra sedang mendengarkan penuturan para warga yang masih kekah ingin menikahkan Wisnu dan Lisa tidak ingin terkenah sial.


"Ayah percayakan sama Wisnu, om, Indra." ucap Wisnu melihat satu persatu mata lelaki di hadapannya itu.


"Kami percaya nak Wisnu, tapi para warga kekah ingin menikahkan kalian, dan om yakin kamu pasti bisa menjaga putri om kelak jika Iya menjadi istri mu nanti. " tutur Hendra.


"Iya Ayah juga percaya kalau nanti putra Ayah dapat menjadi seorang suami yang bertanggung jawab terhadap istri mu kelak." ucap Wiraka menyetujui ucap Hendra.


Hendra dan Wiraka berlalu dan keluar dari ruangan Wisnu, menyisakan Indra menemani sang sahabat Wisnu.


"Loh percayakan Dra, gue gak lakuin hal mesum ke pada kak Lisa. " tanya Wisnu takut takut sahabatnya itu membencinya mengetahui kakaknya yg hampir saja di lecekan.


"Gue percaya bro, tapi bagaimana lagi mungkin loh sama kakak gue emang udah di takdir berjodoh. Walaupun terkesan terpaksa sih" tutur Indra.

__ADS_1


Benar kata Indra mungkin ia dan Lisa adalah jodoh yang di satu oleh takdir dalam keadaan seperti ini. Wisnu hanya bisa pasrah, bukan karena tidak ingin menikahi Lisa. Tapi apakah Wisnu bisa bertanggung jawab atas hidup anak gadis orang nanti sedangkan umurnya baru menginjak 18 tahun ini.


Kini Wisnu dihadapkan dengan Hendra papa dari pengantin wanita nya.


Sebelumnya, Wisnu telah menghafalkan ijab kabul sebelum keluar dari ruangan.


Sama seperti mempelai pria pada umumnya, Wisnu merasa sangat gugup karena untuk pertama kalinya dia akan mengucapkan kalimat sakral pernikahan berharap ini juga merupakan ijab kabul terakhir yang di ucapannya.


Walaupun Wisnu baru berusia 18 tahun, dia memiliki pemikiran dewasa tentang pernikahan yang di mana ia akan menanggung beban yang sangat berat mulai saat ini dan seumur hidupnya dia akan tetap berusaha menjadi seorang suami yang baik untuk istrinya nanti.


Ijab kabul berlangsung dengan satu kali tarikan nafas Wisnu mengucapkan ijab kabul dengan sangat lancar.


"Bagaimana para saksi? sah?" ucap Hendra menjadi penghulu pernikahan putrinya sendiri.


"Sah,,,


"Sahhh,,,


Teriak para warga yang menjadi saksi pernikahan Wisnu.


Wisnu memasangkan cincin pernikahan di jari manis Lisa sebagai tanda bahwa Lisa adalah miliknya.


Lisa mengecup punggung tangan Wisnu sebagai tanda hormatnya sebagai seorang istri kepada suaminya dan Wisnu mengecup kening Lisa sebagai jawabannya.


Pernikahan yang sangat sederhana jauh dari kata mewah, bahkan pernikahan Wisnu dan Lisa di hadir oleh warga yang tidak di kenal oleh kedua pengantin.


Walaupun begitu pernikahan tetap berlangsung meriah dengan beberapa warga antusias mengucapkan selamat dan berfoto bersama.


Indra memotret pernikahan sang kakak melalui ponsel miliknya sebagai kenangan.


*****


~***T.B.C ~


Jangan lupa like and comment ya 🥰🤗


Tambahkan favorit Agar kalian tidak ketinggalan ketika setiap kali cerita ini update 🥰🤗


Love you all, see you next episode 🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2