Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)

Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)
Episode 7 #Lisa Dimana?


__ADS_3

***Episode 7 #Lisa Dimana?


Happy reading all***,,,,


********


.


.


.


.


Lisa menghapus makeup yang menempel di wajahnya, tampak jelas mata Lisa sangat merah dan sebaan yang sedari tadi menangis.


Satu persatu Lisa melepas riasan nya, mulai dari melepas mahkota Siger yang melekat di kepala nya, anting anting, hingga bunga melati nya.


Kini wajah dan kepala Lisa sangat terlihat kacau rambut berantakan karena melepas mahkota Siger nya dan menghapus makeup nya secara asal.


Lisa mulai membasuh mukanya membersihkan sisa makeup yang menempel di wajahnya dan merapikan rambutnya.


Berjalan keluar dan menghampiri remaja yang membantu nya itu.


"Kakak sudah sela,,," gantung nya terpesona menatap wajah polos Lisa tanpa makeup.


"Iya, kakak sudah selesai kok" jawab Lisa membuyarkan lamunannya.


"Ah,,"buyarnya sambil membuka tas nya. "Kakak pasti ngak nyamang kan, ini kakak pake" sambil menyerahkan hoodie yang baru saja dikeluarkan dari dalam tasnya.


remaja tersebut membantu memegang kan hiasan yang Lisa pengan dan tangan Lisa mengulur mengambil hoodie yang di berikan remaja itu.

__ADS_1


Lisa kembali melangkah masuk untuk memakainya.


********


"Papa tidak nyangka, laki laki yang kita anggap sangat baik ternyata bisa berbuat sebejat itu. Bahkan sampai mengpemainkan putri kita" ucap Mahendra Wijaya yang masih tersulut emosi.


"Sudah pa, tenang lah jangan sampai tekanan darah papa kumat lagi" ujur Elisabeth menenangkan sang suami.


" Terus Putri kita Lisa kemana?" tanya Hendra yang baru menyadari bahwa putrinya Lisa sedang tidak ada.


" Iya Pah, Lisa kemana kamu nak" tangis Elisa pun pecah merasa khawatir karena putri tidak ada.


"Tengah lah Pah, mah. Indra akan cari kak Lisa sama yang lain." ujur Indra berusaha menenangkan kedua orang tua, walaupun dia juga mengkhawatirkan kakak Lisa.


"Iya nak, kamu hati hati ya " Indra pun berlalu dari sana bersama beberapa sepupu nya untuk mencari Lisa.


****


Saat ini Lisa dan pemuda tersebut sedang duduk di sebuah taman kota yang terlihat sangat sepi, karena mungkin ini bukan hari minggu.


"Ah kakak sampai lupa, nama kakak Lisa. Kamu?" tanya Lisa.


"Wisnu" jawab remaja tersebut yang bernama Wisnu. "Oh iya kakak kenapa bisa lari dari pernikahan kakak?" tanya Wisnu.


"Dari mana kamu tahu kalau kakak lari dari pernikahan kakak?" bukannya menjawab, Lisa berbalik bertanya.


"Di lihat dari penampilan kakak ya semuanya orang bisa tahu kalau kakak pengantin yang kabur dari pernikahan nya." ujur Wisnu.


"Apa kakak bisa pinjam bahu kamu untuk kakak?" tanya Lisa yang menatap Wisnu.


Dengan cepat Wisnu meniyakan nya dengan anggukan, tahu betul bahwa wanita di samping nya ini butuh sandaran dan tempat untuk bercerita.

__ADS_1


Lisa menyandarkan kepala nya di bahu Wisnu.


"Kakak kalau mau cerita ngak papa ko, Wisnu bisa mendengarkan."Ujur Wisnu tapi Lisa hanya diam saja. "Tapi kalau misalnya kakak gak mau cerita Wisnu gak maksa ko" ucap Wisnu.


Lisa menghembuskan nafas nya secara kasar, dia juga butuh temen curhat untuk mengeluarkan semua keluh kesah nya. Lisa mulai bercerita dengan Wisnu yang setia mendengarkan nya.


"Bahkan semua orang akan berpikir akan mustahil Adit melakukan itu, kami telah menjalin kasih sudah lebih empat tahun lamanya. Dan aku sangat kenal betul dengan Adit, tapi,," ucap Lisa terhenti takkalah mengingat momen momen indah bersama Adit dengan waktu yang telah terjalin begitu lama.


Wisnu memeluk erat tubuh mungil Lisa, tak kalah tangis Lisa pecah. Bisa di bilang Wisnu memiliki bentuk tubuh yang terbilang sangat atletis di umurnya yang baru akan menginjak 18 tahun.


Merasa tangis Lisa sudah mulai meredah, Wisnu melepas kan pelukan nya.


"Dia tega menghamil wanita lain di belakang ku, hiks hiks" ujur Lisa dengan tangis yang awalnya merdah kembali terdengar.


"Tapi mengapa dia begitu tega menghianatiku di hari pernikahan kami, mengapa dia harus menutupi semuanya, dan mengapa dia begitu tega melakukannya terhadap diriku" Lisa mengeluarkan semua keluh kesahnya yang ia tahan sedari tadi.


Wisnu kembali menarik Lisa ke dalam pelukannya dan menenangkannya, mengusap lembut punggung Lisa.


tangis Lisa mulai mereda Entah mengapa dia merasa nyaman dalam pelukan Wisnu dan merasa sangat lega setelah mengeluarkan semua nya.


"Mungkin Kakak belum berjodoh dengannya" tenang Wisnu.


"Makasih ya kamu sudah mau denger in kakak bercerita " ucap Lisa.


"Iya sama sama, mari saya antar kakak pulang. Mungkin saja orang tua kakak khawatir mencari kakak" ujur Wisnu menyadarkan Lisa.


*****


~***TBC~


Makasih buat kalian yang sudah berkenan membaca cerita Suamiku Anak Sma 🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa tambahkan favorit agar gak ketinggalan notif saat cerita ini up😊


jangan lupa pula tinggalkan jejak seperti like and komen yah 🥰🥰***


__ADS_2