
***Episode 24 #Kehebohan Almira
Happy reading all***,,,,
...*************...
Wisnu terbangun dari tidur nyenyak nya ketika merasakan goncangan di bahunya."ehem."merasa terganggu perlahan membuka mata, menyesuaikan pencahayaan yang masuk ke mata. Menatap istrinya yang duduk di pinggir ranjang memegang bahunya.
"Ini sudah subuh, bangun lah."ujur Lisa.
Wisnu pun segera bangkit dari tidurnya meraih boksernya di hadapan Lisa.
Lisa melihat itu spontan membuang muka menahan malu, merasa pipinya panas padahal ia baru saja mandi membuatnya tersenyum sendiri.
Wisnu masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Lisa menyiapkan pakai untuk Wisnu.
Selesai memakai pakaian miliknya bersama dengan Wisnu yang keluar dari kamar mandi, berganti dengan Lisa masuk untuk mengambil wudhu.
Senyum Wisnu terbit menatap ke arah ranjang melihat noda merah yang melengket di atas sprei abu yang menyelimutinya kegiatan mereka semalam. Wisnu tahu itu apa, ada rasa bahagia dan bangga menyelimuti hatinya pagi ini.
Selepas solat subuh Wisnu kembali mengajak Lisa tidur kembali, ia tahu istrinya itu pasti masih ke lelahan mengingat pertengkaran dan permainan mereka pasti menguras emosi maupun tenaga.
*******
"Selamat pagi pagi Ayah, Bunda." sapa keduanya dengan senyuman menghiasi wajah mereka.
Tampak Almira merasa bingung, bukan kah anak dan menantunya itu semalam sedang bertengkar alasan yang membuat Almira tidak bisa tidur hingga subuh menjelang. Aneh? batin Almira.
__ADS_1
Menatap sang suami yang hanya mengedikkan bahunya pertanda ia tidak tau.
"Apa kalian baik-baik saja?"ucap Almira bertanya ingin menghilangkan rasa gelisah yang mengelitik hatinya hingga membuatnya tidak tidur semalam dan pagi ini saat melihat anak dan menantunya baik-baik saja merasa heran, apa yang terjadi? pikir Almira.
"Tentu saja kami baik, emang ada apa bunda?"ujur Wisnu.
"Tidak apa-apa hanya saja kalian terlihat lebih bahagia saja pagi ini." kikuh Almira mengelak.
******
"Kalian hati hati dijalan." Ucap Almira mengantar kepergian anak menantunya.
"Ayah gak ngerasain hal aneh gitu, semalam bunda yakin mendengar mereka bertengkar tapi mengapa pagi ini mereka terlihat seperti tidak pernah bertengkar malah mereka terlihat bahagia." ujur Almira masih penasaran.
"Sudah lah bun, mungkin kau salah dengar semalam. " sahut Wiraka menggapi istrinya itu.
"Sudahlah sayang, itu lebih baik mereka bisa belajar untuk menghadapi semua masalah yang akan hadir dalam pernikahan, bukankah bertengkar itu hal wajar bagi sepasang suami istri." ujur Wiraka agar istrinya itu berhenti berpikir tidak tidak tentang hubungan anak anak mereka.
"Ya sudah bunda ke kamar dulu."Almira berlalu dari sana.
Saat melewati kamar anaknya, Almira menghentikan langkah kakinya menatap pintu kamar sang putra dan istrinya yang tertutup rapat, ia yakin bawah semalam ia tidak salah dengar, terdengar samar samar suara sang menantu saat ia lewat semalam.
Almira membuka pintu kamar melihat kedalam, tidak berantakan seperti apa yang ia pikirkan.
Mungkin benar kata suaminya, ia hanya salah denger semalam.
Tapi melihat sprei yang terlipt bukannya terpasang, membuat Almira melangkah memegang sprei tersebut.
__ADS_1
Melihat ada nya noda becak darah membuat Almira berteriak kencang. "Ah, Ayah." teriak Almira berlari keluar. "Ayah. " berlari turun menghampiri sang suami.
Melihat sang istri berlari menuruni anak tangga, membuat Wiraka panik setengah mati. "Sayang tolong jangan berlari nanti kau jatuh." panik Wiraka mendekati sang istri.
"Ayah ini sangat gawat."ucap Almira dengan nafas yang tersegel menarik turun nafas untuk kembali stabil.
"Ada apa? apa yang terjadi? apa bunda jatuh atau luka?" panik Wiraka membolak balikan tubuh istrinya.
"Ishh, bukan itu Ayah tapi," ucap Almira gantung.
"Tapi apa, jangan membuat ku panik sayang."ucap Wiraka masih panik ketika Almira mengantung ucapannya.
"Sebentar lagi kita akan punya cucu."ucap Almira berbinar. "Wisnu anak kita sudah membuka pabrik pembuatan cucu kita semalam." heboh Almira sendiri.
"Bunda yakin semalam mereka bertengkar semalam, lalu mereka melakukan itu."Wiraka menatap wajah istrinya ikut tersenyum. "Aku harus menghubungi Elisa tentang ini, ah Ayah sebentar lagi kita akan dapat cucu." ujur Almira kembali berlari membuat Wiraka kembali panik di buat nya.
"Ya ampun sayang jangan berlari nanti kau jatuh. " Wiraka hanya mengelenkan kepala nya melihat istrinya sangat antusias itu.
******
~**T.B.C ~
hai Author update lagi, jangan lupa vote ya 🥰🥰
gimana hari ini, pagi yang begitu indah bukan seperti pagi yang dirasakan Wisnu dan Lisa atau seindah bunda Almira yang sebentar lagi mendapatkan seseorang cucu.
Selamat berakhir pekan.🥰🥰**
__ADS_1