Suamiku Masih SMA

Suamiku Masih SMA
39


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️


pov author


Senin pagi pukul 5.00am


Fhika membuka matanya, dia lihat suaminya masih tidur terlelap. Dia nikmati wajah imut seorang bocah yang sudah resmi berstatus Papa. Gimana nggak bocah? Umurnya yang ke 21 udah punya dua anak. Bahkan wajah imut masih melekat disana.


Fhika ingat saat awal menikah dulu. Berbagai hal konyol yang selalu Re lakukan. Bahkan tak pernah peka dengan kemauan Fhika. Selalu saja membuatnya ingin marah. Tapi berakhir tertawa karna konyolnya Re.


Fhika tertawa kecil. Mengingat semuanya.


Cuuupp!!


Tiba-tiba ada sebuah ciuman sekilas dibibir Fhika. Di lihatnya Re sudah bangun sambil tersenyum imut.


"Morning kiss," Ucapnya pada Fhika.


Fhika pun tersenyum. "Jadi udah bangun dari tadi ya?"


"Belum sih. denger orang ketawa jadi bangun."


"Aku mau ke bawah dulu ya." Fhika mulai beranjak. Tapi tangannya ditarik sama Re.


"Ini masih pagi banget Zeng. Kelon bentar yuk." Dia raih pinggang istrinya.


"Re apaan sih." Fhika menepis tangan Re. "Nanti aku harus ke DiZi, nyiapin buat sekolah anak-anak juga. kamu kan juga harus ke kantor."


"Kemarin Lira minta aku antar sekolahnya. Sekalian aja nanti aku antar kamu ke DiZi."


Fhika terlihat berfikir. "Ok deh."


"Yaudah ayok kelon bentar." Re mulai usil.


"Apaan sih. Aku masih haid."


"Nggak usah main. Kita kelon aja."


"Re, kamu ini ngapain sih!!"


Terjadilah gelud diatas ranjang. Yang bikin Fhika jadi kesiangan. Tentu dia ngomel-ngomel. Dia keluar dari kamarnya setelah setengah jam kelon bersama Re. Turun tangga sambil ngomel, masak pun sambil ngomel juga.


°


°


Pagi ini Re yang memandikan dan memakaikan seragam pada kedua anaknya. Dari pada bininya tambah marah, mending ambil posisi aman.


"Pa, mama kenapa sih kok marah-marah sendiri di dapur." Tanya Linxi.


"Papa nggak tau. Kaya'nya mama lagi lapar tuh." jawab Re ngasal.


"Kok ini bajunya Lila nggak dilipat lengannya sih pa?"

__ADS_1


"Itu namanya gaul. Kan jadi beda sama yang lain."


"Nanti kalo dimarain bu guru gimana pa." tanya Linxi yang juga lengan bajunya dilipat Re.


"Emang bu guru suka marah-marah ya?"


"Nggak tau. aku belum pernah dimarahin bu guru." Jawab Linxi.


"Gaul itu apa sih pa?" Tanya Lira dengan penasarannya.


"Gaul itu keren, banyak temennya."


"Ooo jadi papa gaul dong." ucap Linxi.


"Iya, papa ganteng, papa keren papa juga pinter. Dulu waktu sekolah papa paling keren lho." Re cerita dengan pede nya.


"Papa juga seling nggak lipat lengan baju ya?" tanya Lira.


"Iya dulu saat papa sudah SMA. Papa paling gaul disekolahan."


"Lira sama Linxi sekarang dimasukin dulu deh bajunya. Ngeluarin bajunya pas pulang sekolah aja."


"Kan bial gaul pa." jawab Lira.


"Heheheh.....gaulnya jangan di depan mama. ntar mama nggak ijinin. gaulnya disekolah aja."


"kok gitu sih pa?" Tanya Linxi.


Fhika mendekati Linxi dan Lira. Merapikan seragam kedua anaknya.


"Papa ini gimana sih, makein seragam kok nggak rapi gini. Pake dilipat lengannya. Buat apa coba? Ini kenapa bajunya belum di masukin?" Fhika merapikan dandanan anaknya.


"Papa mandi dulu sana, Lira sama Linxi makan dulu. Ayo kebawah."


"Tapi nanti di antelin papa kan ma?" Tanya Lira.


"Iya, papa kan belum mandi. Ayo kita tunggu papa sambil makan."


Fhika menuntun kedua anaknya turun ke meja makan. Mengambilkan makannan masing-masing.


"Aku maunya di suapin." Rengek Lira.


"Lira, makan sendiri ya. Ini udah siang lho, mama juga mau makan. Itu Linxi juga makan sendiri."


"Nggak mau! Aku maunya di suapin." Seperti biasa, Lira ngelipat kedua tangannya didepan dada.


"Lira, kamu kan udah gede, udah sekolah. Masa' maem masih minta disuapin sih?"


"Lila masih kecil. Lila kan belum punya adek."


"Eh, kata siapa?"tanya Fhika heran. Karna dia nggak pernah ngomong kek gini.


"Kata papa kalo Lila punya adek, itu Lila udah gede. Sekalang Lila belom punya adek, jadi Lila masih kecil. Mama buatin adek dulu, biar Lila gede dan maem sendili."

__ADS_1


Re!!!


Sehari jagain Lira, udah ngajarin begini kan. Nyebelin ya. Awas aja nanti malam!! Gerutu Fhika.


Fhika emang dasarnya baru PMS, ini dibikin marah mulu sama Re. Tak begitu lama, Re turun sudah rapi dengan baju nya yang biasa saja. Karna hari ini dia mau ke kampus dulu. Masih kurang 1 tahun lagi kuliahnya, baru tamat.


"Lho, Lira kok nggak makan sih?"


"Mama nggak mau nyuapin pa." Lira manyun ngambek.


Linxi diam dan makan dengan tenangnya. Re ngelirik Fhika. Wajah Fhika terlihat tak enak dipandang.


"Sini papa suapin. Tapi makannya harus cepet ya. Biar kita nggak telat."


"Iya pa." Lira langsung ngehadap papanya.


Fhika tambah manyun. Dia nggak suka sama Re yang terlalu manjain Lira.


Selesai sarapan, mereka langsung berangkat. Naik dalam satu mobil. Diam tanpa obrolan, hanya pertanyaan anak-anak yang membuat isi mobil tak hening.


"Sudah sampai." ucap Re saat sudah sampai di gerbang sekolahan anak-anaknya.


"Antelin sampai dalam pa." Rengek Lira.


"Lira, ayo sama mama aja kedalamnya. mama anterin."


"Nggak mau. Aku mau sama papa!! mama nggak asiik." jawaban Lira yang buat Fhika tambah geram.


"Iya iya, papa anterin yuk."


"Ppcckk" Desis Linxi. Dia memang lebih pendiam.


Re pun turun, bukain pintu buat anak-anaknya. Fika juga ikutan turun. Re nuntun kedua anaknya masuk ke kelas.


Fhika melihat ibuk-ibuk yang nungguin anaknya banyak yang berbisik.


"Buk Fhika, itu yang cakep banget adeknya ya?" tanya ibuk Ela salah satu orang tua wali teman sekelasnya Lira.


"Hah?" Fhika kaget dengan pertanyaannya.


"Banyak yang muji lho. Ganteng banget. Mirip oppa korea. Kalau aja aku belum brojol anak, pasti udah aku gebet itu cowok. keren banget."


Fhika mulai kepanasan dengan penuturan ibuk Ela ini.


"Kalau aku bilang dia suamiku, ibuk percaya nggak?"


"Ya nggak bakalan percaya dong. Dia masih bocah begitu. mbak Fhika udah ibuk-ibuk begini kok."


Aaaaaaa pengen cakar mukanya!!!!!!


______________


tinggalin jejak ya .....

__ADS_1


__ADS_2