suamiku polisi dingin

suamiku polisi dingin
Rindu itu berat


__ADS_3

hari berlalu dan sudah beberapa hari juga Aurellia tanpa kehadiran suami tercinta nya di samping dirinya beberapa hari ini.tidak ada cerita menarik ataupun hal apapun yang dia lakukan karna tidak ada hadirnya sosok seorang suami di samping nya.


baru beberapa hari di tinggal tugas oleh Aris, Aurellia sudah merasakan rindu yang amat sangat tidak karuan di tambah lagi beberapa hari ini Aris tidak ada mengabarinya bahkan dari hari pertama pun Aris tidak ada memberitahu arah mengabari Aurellia bahwa dia sudah sampai di tempat tujuan atau belom.


kecewa itulah hal pertama yang di rasakan oleh Aurellia tapi Aurellia masih berfikir positif mungkin sesampainya di sana Aris sudah di sibukan oleh tugas negara.


khawatir juga melanda Aurellia ketika Aris tidak mengabarinya, mungkin satu hari Aris tidak mengabari Aurellia masih bisa memaklumi atau masih bisa berfikir positif tapi kalau sampai beberapa hari tidak mendapatkan kabar dari sang suami apa tidak khawatir Aurellia.


"halo mah"ucap Aurellia menelfon sang mertua.


"halo sayang kenapa nak?"tanya sang mertua dari seberang telefon.


"mas Aris udah ada hubungin mama atau papa belom?"tanya Aurellia kepada sang mertua.


"belom ada nak,memang nya Aris belom ada ngabarin kamu sampai hari ini?"tanya balik mertua Aurellia.


"belum ada mah,mas Aris belom ada ngabarin Aurel dari hari pertama mas Aris pergi,Aurel khawatir mah"ucap Aurellia panjang lebaran merasa khawatir dengan kondisi sang suami.


"semoga suami kamu gak kenapa-kenapa yah nak kita doakan saja semoga dia selalu di lindungi dari segala macam marabahaya dan tipu daya aminn"ucap sang mertua mencoba membuat tenang menantu kesayangannya nya.jujur diri nya pun merasa khawatir terhadap keberadaan sang anak.


"Iyah mah aminn,yaudah Aurel matiin dulu yah mah"ucap Aurellia lalu memutuskan sambungan telefon mereka.

__ADS_1


"yallah tolong lindungilah suami hamba,dan sehat kan lah selalu badan nya,semoga dia selamat sehat dan pulang masih sama seperti awal dia pergi"gumam Aurellia merasa cemas.


setelah beberapa menit Aurellia bergumam mendoakannya sang suami,telfon nya pun berdering dan memunculkan nomor tidak di kenal.


"siapa sih nih"ucap Aurellia merasa risih dengan nomer baru yang menelfon nya.


Aurellia sempat menolak panggilan dari nomor tidak di kenal tersebut dan nomer tidak di kenal tersebut kembali menelfon Aurellia.


"ihh siapa sih nih angkat aja kali yah"ucap Aurellia.


"halo ini siapa?"ucap Aurellia setelah mengangkat panggilan telfon tersebut


"saya siapa yah?,jangan sok kenal deh"ucap Aurellia bete karna belom mendapatkan kabar dari sang suami di tambah lagi ada nomer asing menelfon dan sok kenal.


"ini saya suami kamu Aurellia"ucap seseorang tersebut tegas dan membuat Aurellia kaget.


"ini mas Aris beneran?"tanya Aurellia.


"Iyah ini saya"ucap orang itu.


"ah boong aja kmu pasti mau ngerjain aku kan ini siapa sih sebenernya"ucap Aurellia masih tidak percaya.

__ADS_1


"yaampun ini saya Aurellia suami kamu"ucap orang itu sekali lagi tegas.


"massssss kemana aja sihh"dan akhirnya Aurellia pun percaya karna sang suami sangat galak dan barusan saja orang yang menelfon memarahinya seperti sang suami memarahi dirinya.


"maaf telfon saya hilang di perjalanan dan saya baru ada waktu buat telfon kamu"ucap Aris menjelaskan.


"kenapa baru ada waktu mas sibuk banget yah,terus ini pake nomer siapa nelfon aku?"tanya Aurellia.


"iyah hari pertama saya sampai sebenernya saya ingin langsung memberitahu kamu kalau saya sudah sampai tapi takdir berkata lain ponsel saya hilang dan sesampainya nya di sini saya langsung dapat tugas,dan ini juga saya pinjam hp rekan saya di sini karna takut kamu dan yang lain khawatir sebenernya sangat tidak nyaman bagi saya meminjam ponsel seperti ini"jelas Aris panjang lebar.


"semua orang khawatir sama mas karna mas gak ada ngabarin kita"ucap Aurellia sambil cemberut di balik telefon.


"termasuk kamu kan"ucap Aris mengoda sang istri.


"enggak kok aku gak khawatir"ucap Aurellia berbohong.


"kalau tau begitu lebih baik saya kabarin mama aja "ucap Aris.


"ihhh mass Aris jahatt,aku khawatir tau sama mas,aku juga kangen sama mas,beberapa hari ini aku gak pernah lepas dari hp karna mas gak ad ngabarin aku takut mas kenapa-kenapa di sana"ucap Aurellia dan akhirnya mengakui semuanya.


"maafin saya yah,maaf baru bisa menghubungi kamu nanti kalau ada waktu saya langsung beli ponsel biar bisa hubungi kamu dan juga mama,dan jangan lupa kasih tau mama kalau saya tidak kenapa-kenapa"ucap Aris memberikan perintah kepada Aurellia.

__ADS_1


__ADS_2