Suamiku Pria Es

Suamiku Pria Es
Episode. 3


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan anak dan menantunya mamah Ana pun berpamitan dengan sahabat sekaligus besannya.


"Ayu aku titip Ana ya tolong jaga dan bahagiakan dia, selama ini aku hanya membebani nya saja." ucap mamah Ana dengan air mata yang mengalir deras


Melihat mamah Ana menangis bunda Ayu pun langsung memeluk mamah Ana dan berkata


" Kamu tenang saja Rini aku sudah menganggap Ana sebagai anak ku insya allah aku akan membahagiakan Ana dan aku juga yakin Reza pasti akan membahagiakan Ana, mungkin untuk sekarang mereka tidak saling cinta tapi lambat laun cinta itu pasti tumbuh Rina kamu fokus lah dengan kesembuhan mu."


Ucap bunda Ayu menenangkan mamah Ana


" Alhamdulillah klo seperti itu aku tenang Ayu. Aku pamit ya. " ucap mamah Ana

__ADS_1


Mata tajam, wajah dingin dan datar tanpa senyum di perlihatkan Reza kepada Ana ketika mereka sedang berdua di atas pelaminan menunggu tamu yang tengah mengantri menaiki pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada ke dua mempelai.


" jangan pernah melibatkan hati dalam pernikahan ini karna pernikahan ini hanya lah di atas kertas. walaupun orang tua mu menitipkan mu pada saya tetapi, jangan harap kamu akan mendapatkan cinta saya. ngerti kamu."


DEG


" Bagaimana bisa ia berbicara seperti itu padahal baru saja kita resmi menjadi suami istri yang sah di mata hukum dan agama. Tapi aku akan berusaha bertahan dalam rumah tangga kita. Ya allah kuatkan lah hamba mu ini dalam menghadapi pria es yang sekarang menjadi suami ku itu .Tapi lumayan sih tampan juga hehehee... "Batin Ana


Sesampai nya di rumah. Ana mengikuti langkah Reza masuk ke dalam rumah mewah nya.


"Wah mewah sekali rumah ini pasti kasur nya empuk. " gumam Ana sambil menghayal tidur di kasur yang lembut dan empuk karna dia sudah sangat lelah dan mengantuk sejak tadi jadi, yang ada di pikirannya hanya kasur.

__ADS_1


"Hey kau ini kenapa melamun di situ cepat sini. Dasar wanita aneh. "Ucap Reza dengan dingin mengagetkan Ana yang sedang berhayal


"Iya sabar ke dasar gunung es berjalan." ucap Ana sambil mengumpat Reza tanpa sadar. Walaupun dengan suara yang kecil tapi, tetap saja masih bisa di dengar sang empu nya.


"Apa kau bilang berani nya kau mengumpat ku. "Kesal Reza mengetatkan rahang nya dan menatap tajam Ana


"Maaf om misua aku tidak sengaja suer deh. "Sambil mengacung kan dua jari nya di atas kepala sebenarnya Ana sangat takut dengan Reza namun, dia menepis rasa takut itu.


"Aduh kenapa mulut ku ini gak bisa di rem sih. "Batin Ana


"Dasar wanita aneh, udik. "Ucap Reza sinis.

__ADS_1


"Bilang ajh kalo aku ini cantik, imut, dan menggemaskan. Dasar gunung es. "Batin Ana lagi- lagi mengumpat Reza dan memuji diri nya sendiri.


__ADS_2