
Bi Atun mengantarkan Ana masuk ke dalam kamar dan berkata
"Baik lah nona muda selamat beristirahat, semoga nona suka dengan kamar nya dan betah tinggal di rumah ini. Saya permisi nona. "Bi Atun keluar dari kamar Ana dan kembali ke kamar nya untuk beristirahat karena hari sudah larut malam.
Ana menutup pintu kamar dan langsung merebahkan badan nya di kasur yang terasa empuk, lembut, wangi dan luas bahkan Ana bisa berguling-guling di atas kasur itu. berbeda sekali dengan kasur di rumah nya yang terasa keras juga sempit dan tak jarang Ana jatuh karna memang Ana itu tipe gadis yang tidak bisa diam jika tidur. Sambil melihat kesekeliling kamar yang akan di tempati nya. Luas, nyaman, dan juga mewah namun, tetap saja pikiran Ana tidak tenang karna ia memikirkan mamah nya yang sedang berjuang untuk sembuh di rumah sakit juga pernikahan nya bersama Reza kedepan nya akan bagaimana.
__ADS_1
Karna lelah memikirkan banyak hal tidak terasa Ana sudah tertidur dengan lelap bahkan tidak sempat untuk mengganti baju nya karna ia masih memakai gaun yang ia pakai saat acara pernikahan nya.
Ana melangkah kan kaki nya menuju dapur untuk memasak hidangan sarapan pagi, setelah mandi dan sholat subuh tentu nya. Ana sudah terbiasa melakukan semua ini ketika berada di rumah nya sehingga Ana tidak merasakan canggung atau malas karna Ana adalah gadis yang mandiri. Bangun pagi di saat orang lain masih terlelap dalam tidur nya. Ia slalu memasak sendiri untuk mamah dan diri nya karna menurut Ana lebih Higienis dan lebih hemat. Memasak bukanlah hal baru bagi Ana.
Bi Atun yang memang sudah berada di dapur untuk melaksanakan tugas sehari-hari nya, ketika sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Bi Atun dan para pelayan di buat terkejut dengan kedatangan Ana ke dapur .Dengan segera bi Atun menghampiri Ana
__ADS_1
"Tidak ada bi, aku hanya ingin membantu bibi memasak untuk sarapan pagi ini. "Ucap Ana dengan santai nya
"Nona sebaiknya nona kembali saja ke kamar di sini sangat kotor dan tidak layak untuk nona. Kalo tuan melihat nya bibi bisa kena marah. "ucap bi Atun dengan sedikit khawatir karna walaupun tuan nya belum mencintai nona nya tapi tuan nya memerintahkan Bi atun dan para pelayan yang lain untuk menghormati nya dan juga memperlakukan nya seperti memperlakukan Reza. Ya karna hanya Reza yang boleh menindas Ana.
"Bi aku hanya ingin si gunung es itu terbiasa dengan masakan ku. Sampai ia merasa lebih baik makan masakan ku dari pada beli atau makan di restoran dengan begitu ia akan bergantung pada ku dan, lama-kelamaan si gunung es itu akan mencair dan sedikit demi sedikit ia akan membuka hati nya untuk ku bi." ucap Ana dengan tulus.
__ADS_1
Walaupun Ana juga belum mencintai Reza tapi, ia akan berusaha untuk mencintai Reza dan membuat Reza mencintai nya juga. Karna menurut Ana pernikahan itu bukan untuk di permainkan melain kan pernikah itu adalah janji suci yang di ucapkan dan sangat sakral.
"Baiklah nona kalo begitu. Nona boleh membantu bibi dan bibi akan memberitahu apa saja makanan yang di sukai tuan maupun yang tidak di sukai tuan. "Ucap bi Atun yang tidak bisa menolak permintaan Ana.