
Ana yang kesal karna merasa di abaikan oleh Reza, ikut bangkit dari duduk nya dan mengejar Reza hingga ke depan rumah.
"Heiiii Reza gunung es tunggu akuuu....."
Teriak Ana sambil berlari menghampiri Reza.
Upss aku keceplosan lagi saking kesal nya gimana ini pasti dia bakal marah besar karna aku dengan berani nya mengatai dia. Gumam Ana.
Reza yang mendengar nama nya di sebut serta makian yang Ana ucapkan, langsung menghentikan langkah nya dan mengeraskan rahang nya lalu berbalik dan melayangkan tatapan tajam bak elang ke arah Ana yang berada tepat di belakang nya.
"Ada apa. "Ucap Reza dingin dan jangan lupakan tatapan tajam nya itu yang mampu menusuk sampai ke jantung
__ADS_1
"Hmm... An.. U it... U. "Ucap Ana terbata karna saking gugup nya. Niat hati ingin memarahi Reza, pupus sudah karna tatapan maut nya itu. Alhasil Ana hanya ingin mengatakan kalau ia akan kembali bekerja di toko milik nya karna sudah 3 hari toko nya itu tutup dari semenjak ia menikah dengan Reza.
Reza yang mendengar ucapan Ana yang tidak jelas membuat nya sangat kesal karna menurut Reza, Ana hanya membuang - buang waktu nya saja. Reza pun kembali hendak melangkah kan kaki nya menuju mobil yang memang sudah siap untuk mengantarkan ia ke kantor, tapi tiba - tiba
"Tunggu.... Tunggu dulu. " ucap Ana yang menghadang jalan Reza
"Minggir. "Ucap Reza dingin
"Oke 2 menit. "Ucap Reza seolah tidak ingin di bantah.
"Oke... Oke.. Tuan mulai besok aku ingin kembali bekerja di toko milik ku karna sudah 3 hari toko itu tutup ". Ucap Ana sambil menundukkan kepala nya karna takut Reza tidak memberi ijin kepada nya untuk kembali bekerja.
__ADS_1
"Terserah kau saja tapi, bukan berarti kau bisa bebas. Kau tetap harus menjadi pelayan pribadi ku bangun pagi siap kan aku sarapan dan Sebelum aku pulang ke rumah kau sudah harus berada di rumah dan sudah menyiapkan segala kebutuhan ku serta memasak kan makanan untuk ku apa kau sanggup. "Ucap Reza panjang lebar. Baru kali ini ia banyak bicara biasanya ia akan berbicara seperlu nya saja apalagi kepada orang yang baru di kenal dan asing bagi Reza tapi, lihat lah kepada Ana ia seolah nyaman untuk berbicara. Entah lah Reza sendiri pun bingung kenapa ia bisa berbicara begitu banyak kepada Ana.
"Insya allah tuan saya sanggup yang penting saya bisa kembali bekerja. "Ucap Ana yakin setelah berbicara dengan Ana . Reza pun kembali melangkahkan kaki nya masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja menuju kantor nya.
Setelah kepergian Reza. Ana pun kembali masuk ke dalam rumah dan membantu pelayan di rumah Reza untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Tidak ada yang bisa melarang Ana melakukan pekerjaan rumah. Para pelayan rumah sangat bersyukur kehadiran Ana bisa menghilangkan rasa sepi di rumah besar tuan muda mereka apalagi dengan sifat Ana yang ceria dan cepat bergaul, memudah kan nya untuk cepat akrab dengan para pelayan di rumah Reza .
Di kantor Pratama crop
"Lo kan seharus nya masih cuti Reza,ngapain lo udah masuk."ucap Alan
Alan pramuda adalah asisten sekaligus sahabat Reza dari kecil.
__ADS_1