Suamiku Pria Es

Suamiku Pria Es
Episode. 5


__ADS_3

Bi Atun yang melihat nya hanya bisa geleng -geleng kepala dan merasa khawatir kepada nona baru nya itu yang sudah berani mengumpati seorang Reza Pratama karena, selama ini belum pernah ada wanita yang berani mengumpati Reza selain nona nya itu.


"Nona muda mari saya antar kan ke kamar nona. "Ucap bi Atun dengan sopan.


Ana pun hanya bisa menghela nafas nya berat untuk mengurangi kekesalan nya terhadap Reza. Ya walaupun tidak berkurang sama sekali sih.


"Iya bi terima kasih. Tapi lihat saja aku yakin pasti bisa mencairkan si gunung es itu bi. "Ucap Ana sambil menggebu - gebu. Lagi - lagi bi Atun mendengar umpatan dari nona nya untuk tuan nya itu dengan sebutan gunung es, hanya bisa menghela nafas berat dan berkata

__ADS_1


"Nona apakah nona tidak takut mengumpati tuan terus menerus seperti itu. Bibi khawatir nona akan di hukum oleh tuan."


"Emng nya siapa dia mau ngehukum aku bi. Sebenar nya sih aku juga takut bi tapi, kalo kita terlihat takut maka ia akan semakin menindas kita bi


Jadi jangan lemah kita harus secepat nya mencairkan gunung es itu. "


"Yeh si bibi di ajakin ngobrol malah bengong terus liatin aku ko kaya gitu si bi emng ada yang salah ya dari aku? Oh ia bi apa si gunung es itu punya kekasih bi .Tapi, di lihat dari sikap nya kepada perempuan sih kayanya gk ada yang mau deh sama dia walaupun dia itu tampan , kaya, dan gk malu -maluin kalo di ajak kondangan. Hehehehe." Ucap Ana panjang lebar .Sambil menghayal wajah tampan suami nya.

__ADS_1


"Maaf nona tadi saya hanya sedang berfikir saja dan saya dilarang untuk membicarakan tuan nona. Tapi, saya sangat berharap nona bisa meluluhkan hati tuan lagi. "


karna bi Atun yakin bahwa nona muda nya ini baik tidak seperti non Talia mantan kekasih tuan nya yang hanya memanfaat kan Reza dan so berkuasa bahkan, jika non Talia sedang berkunjung ke rumah Reza. Tidak sedikit pelayan yang di marahi dan di caci maki, jika pelayanan mereka tidak sesuai yang di inginkan oleh Talia. Dan tentu saja itu ia lakukan di belakang Reza dan jika ada pelayan yang melapor kan tentang Talia tetap saja Reza tidak akan percaya karna ia sedang di mabuk cinta jadi ia hanya akan mendengar kan Talia seorang.


"Lagi jadi si gunung es itu pernah cair juga. Tapi kira-kira wanita hebat mana yang bisa mencairkan si gunung es itu?."batin Ana


"Baiklah bi kedepan nya mohon bantuan nya ya bi. "Ucap Ana dengan sopan. Bi Atun pun tersenyum dan berkata "baik nona. "

__ADS_1


Akhir nya bi Atun dan Ana sampai di depan kamar yang akan di tempati oleh Ana, karna memang jarak antara kamar Reza dan kamar Ana tidak terlalu jauh jadi, tidak perlu membutuh kan waktu yang lama untuk sampai di kamar Ana.


__ADS_2