Suamiku Sedingin ES!

Suamiku Sedingin ES!
Eps 2. Pernikahan


__ADS_3

Saat ini, Gempita sedang dihias oleh pihak WO. ia memakai gaun berwarna putih dan dibagian bahu berenda. rambutnya disanggul, ia sudah sangat cantik dan menawan. setelah selesai dimake-up, pihak WO membantu Gempita untuk turun kebawah agar melangsungkan pernikahan mereka.


Acara pernikahan mereka diadakan dihotel bintang 5. banyak rekan dan kolega orangtua Aditya datang, acara mereka berlangsung sangat meriah. setelah acara selesai, Aditya beranjak menuju kamar hotel dan diikuti oleh Gempita.


"Mas, kamu mandi duluan aja! aku akan membersihkan sisa sisa make-up ku".


Aditya tidak menjawab, ia hanya berlalu menuju kamar mandi. sedangkan Gempita menghembuskan nafas kasar. ia berjalan menuju meja rias, untuk membersihkan sisa make-up nya.


"Aku harus sabar, dan aku harus bisa membuat Mas Adit jatuh cinta padaku" gumam Gempita, sambil tersenyum menguatkan dirinya.


Aditya keluar dengan memakai baju piyama nya, ia berjalan menuju kasur. merebahkan tubuhnya yang sudah amat lelah. Gempita meliriknya sekilas, lalu berjalan ke kamar mandi.


Aditya tidak langsung memejamkan matanya, ia mengambil ponselnya yang berada diatas nakas. tak lama, keluarlah Gempita dengan baju piyama lengkap. ia berjalan ke meja rias, untuk memakai cream malam diwajahnya. setelah selesai, ia berjalan menuju kasur. saat hendak mendudukkan dirinya dikasur, suara Aditya menghentikan aktifitasnya. ia kembali berdiri menatap suaminya heran.


"Kau mau ngapain?".


"Tidur Mas! aneh sekali pertanyaanmu!".


"Siapa yang menyuruhmu tidur disini?".


Gempita kembali menyerngitkan keningnya heran. ada apa dengan dia? kami kan suami istri, jadi salah jika tidur bersama fikir Gempita.


"Lalu, aku harus tidur dimana?".

__ADS_1


"Sofa!!".


Aditya langsung meletakkan ponselnya diatas nakas. Lalu, kembali menarik selimutnya. posisinya membelakangi Gempita. lagi lagi Gempita dibuat kecewa dengan sikap suaminya. ia mengambil bantal, lalu membawa nya ke sofa.


"Pernikahan yang aku kira sangat membahagiakan, ternyata tidak seperti yang aku duga. malam ini adalah malam pertama kami, tapi kami tidur dikasur yang terpisah" gumam Gempita, lalu memejamkan matanya yang sudah dipenuhi air mata.


Keesokan paginya.


Gempita sudah terbiasa bangun pagi, jadi ia bangun lebih awal. Ia membereskan tempat tidurnya semalam, kemudian ia berjalan ke kamar mandi ingin membersihkan dirinya.


Aditya mendengar suara gemercik air, perlahan ia membuka matanya. mengumpulkan kesadarannya, lalu menyandarkan kepalanya dikepala ranjang. setelah itu, ia memesan makanan dari bel yang ada dikamar hotel itu.


Gempita keluar sudah memakai pakaian lengkapnya, memakai celana jeans dan blezer berwarna hitam. dilihatnya Aditya sudah bangun dengan memegang ponsel ditangannya.


Aditya bukannya menjawab, ia malah beranjak dari kasur menuju kamar mandi. Gempita, hanya mengangkat kedua bahunya, lalu berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya.


Ting tong..!


Bel berbunyi, Gempita langsung beranjak membukakan pintu. terlihat seorang pelayan dengan membawakan makanan disebuah nampan.


"Permisi Nona, ini tadi pesanan Tuan".


"Iya, baiklah! terimakasih".

__ADS_1


Gempita kembali masuk kedalam kamar, lalu meletakkan nampan berisi sarapan mereka diatas meja depan sofa. saat itu, Aditya keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya. Gempita langsung menghampiri Aditya.


"Mas, ayo kita sarapan dulu! pesanan yang kamu pesan sudah datang".


"Ya!".


Aditya berjalan duluan menuju sofa, dan diikuti oleh Gempita. mereka makan saling berhadapan, hanya meja menjadi penghalang mereka. mereka makan dalam diam, hingga suara bel berbunyi menghentikan aktifitas sarapan mereka. Gempita beranjak membukakan pintu.


"Permisi nak, saya tetangga dari ibu Aditya. saya ingin menyampaikan bahwa ibu nak Adit telah meninggal".


"A-apa? meninggal? baiklah bu, terimakasih".


Deg..


Gempita mendadak diam, air matanya mengalir begitu saja. ia masih ingat sekali pesan dari ibu mertua nya itu. walaupun mereka baru bertemu, tapi Gempita sudah menganggap ibu Aditya sebagai ibu kandungnya. ia tidak menyangka, bahwa semalam adalah pertemuan pertama sekaligus terakhir mereka. Gempita kembali masuk kedalam kamar, dengan air mata yang bercucuran.


"Ada apa denganmu? jangan merusak moodku pagi ini".


"Ibumu Mas, ibu telah meninggal tetangga ibu barusan mengatakannya".


Wajah Aditya tampak biasa saja, tidak ada raut wajah kesedihan. ia kemudian menyudahi sarapannya. lalu beranjak keluar kamar, dan diikuti oleh Gempita.


«Happy Reading»

__ADS_1


^@adisayunika^


__ADS_2