Suamiku Sedingin ES!

Suamiku Sedingin ES!
Eps 6. Pasangan Seutuhnya?


__ADS_3

Aditya langsung memberi nafas buatan didepan semua orang yang berada disana. hingga membuat mereka melongo tidak percaya, bahkan Edo! matanya memerah menahan amarah. Pita langsung terbatuk, kemudian pingsan kembali. Adit langsung menggendong Gempita menuju kamar hotel, tampak raut ke-khawatir diwajah tampannya.


“Jangan pernah menyentuh wanitaku seujung rambut pun!.” kata Adit, berhenti disamping Edo. setelah mengatakan itu, Adit melanjutkan jalannya menuju kamar hotel.


“Siapa dia? kenapa dia mengatakan Pita wanitanya? apa hubungan mereka?.” gumam Edo, kemudian ia beralih menatap orang orang yang berada disana.


“Siapa yang sengaja melakukan ini?.” tanya Edo, menatap mereka tidak suka.


“Kami tidak tau! saat kami tau, Pita sudah terjebur kedalam kolam.” sahut teman nya.


Setelah sampai didalam kamar, Adit segera menghubungi asistennya untuk membawakan baju ganti lengkap dan mencari tau kenapa istrinya bisa jatuh kedalam kolam.


Adit menatap wajah polos istrinya, perasaan bersalah kini hinggap dihatinya. kenapa ia tidak menemani istrinya untuk Reunian bersama teman teman nya. tiba tiba ia teringat dengan pria yang mencoba memberi nafas buatan untuk istrinya.


Tok.. tok.. tok..


Adit langsung berjalan membukakan pintu, ia mengambil pakaian yang dibawakan oleh asisten nya itu.


“Apa Kau sudah tau siapa pelaku nya?.”


“Sudah pak! dia seorang wanita, dia sengaja menyenggol bahu Ibu Pita saat beliau sedang berdiri dipinggir kolam sambil memandangi kolam.”


”Urus dia secepatnya! Kau boleh pergi.”


Adit kembali masuk, menutup pintunya kembali. ia langsung mengganti seluruh pakaian Pita, saat seluruh pakaian berhasil dibuka. Adit dengan susah payah memasangkan pakaiannya. setelah selesai, Adit segera memanggil pelayan untuk membawakan Teh hangat untuk Pita.

__ADS_1


Perlahan lahan Pita mulai membuka matanya, dilihatnya Adit sedang menatapnya intens. membuat pipi Pita terasa panas.


“Sudah sadar?.“


“Mas.. ini dimana? kenapa aku bersamamu? dimana teman temanku?.”


“Kita dikamar hotel, apa Kamu tidak ingat kalau Kamu kejebur dikolam?.”


“Eh, tapi Mas kok bisa disini? bukannya Mas tadi berada dirumah?.”


”Aku ada urusan disini, ayo duduk! minum dulu Teh ini. mumpung masih hangat”.


Pita langsung duduk, sambil menyenderkan kepalanya dikepala kasur. Adit mengambilkan Teh yang berada diatas nakas, kemudian membantu Pita untuk minum.


“Eh bentar!! tadi perasaan bajuku bukan ini deh? atau jangan jangan...?.”


“Lelaki? lelaki siapa?.”


“Aku tidak tau! tapi tadi dia ingin memberimu nafas buatan, untung aku ada disana.”


“Oh mungkin yang Kamu maksud itu Edo.”


“Edo? siapa dia?.”


“Aku kesini mau ngapain?.”

__ADS_1


“Reunian.“


“Terus ketemu siapa?.“


“Teman teman lah.”


“Itu Kamu tau! kenapa masih bertanya.” kata Pita, diiringi kekehan kecil.


“Kau.. berani sekali Kau mengerjaiku ya! awas Kau, aku akan membuatmu tertawa sampai terkencing kencing.” kata Adit, mulai menggelitiki Pita.


“Haha.. haha.. stop stop Mas! aku bisa kencing betulan disini.”


“Kan emang itu yang aku inginkan baby.” kata Adit, masih terus menggelitiki Pita.


Pita sendiri bingung dengan sikap suaminya yang tiba tiba hangat begini. namun, ia juga sangat senang dengan perubahan sikapnya.


Entah kapan waktunya, kini Adit sudah berada diatas tubuh Pita. perasaan aneh muncul dihatinya, tiba tiba ia ingin memiliki wanita yang sudah berstatus istrinya itu menjadi wanitanya seutuhnya. entah sejak kapan, perasaan itu muncul Adit sendiri tidak tau. saat ini perasaannya sudah sepenuhnya untuk Pita! ia tidak rela lelaki mana pun yang menyentuh istrinya.


Adit berhenti menggelitiki Pita, ia beralih menatap bibir pink yang natural tanpa lipstik sedikit pun. ia mulai mendaratkan bibirnya, dibibir Pita. Pita yang kaget hanya bisa mengikuti alur permainan suaminya itu. ia mencoba menetralkan detak jantungnya yang berdebar tidak karuan. mendapat lampu hijau, Adit semakin memperdalam ciumannya. ia semakin leluasa beraktifitas didalam mulut Pita.


Dan untuk sekian lamanya mereka menikah, akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya. entah perasaan apa yang harus Pita ucapkan, ia bersyukur bisa memberikan mahkotanya kepada suami Sah nya. namun, ia juga bersedih karena pria itu belum mengatakan perasaannya.


“Mungkin aku tidak akan melupakan momen ini Mas! walaupun Kamu tidak mencintaiku, setidaknya aku pernah mengisi hari harimu.” gumam Pita didalam hati, kemudian ia memejamkan matanya. sambil tersenyum kecut.


«Happy Reading»

__ADS_1


^@adisayunika^


__ADS_2