
Suasana saat itu mulai gelap,,
Waktu pun menunjukkan pukul 19:00 Web..
Kami pun segera bergegas menuju jalan lintas permukiman itu,,
Tidak ada yang bicara satupun diantara kami saat itu..
Hanya hati yang terus bertanya dan menjawab sendri..
Langkah demi langkah terus beranjak,, detak nadi mengikuti irama jantung yang tidak teratur,, sesekali terdengar suara helean nafas terdengar keluar dari hidung kami..
Beribu pertanyaan mewakili setiap hembusan nafas yang keluar,, Tapih tidak ada pertanyaan atau omongan yang keluar dari mulut kami.. sepanjang perjalanan yang sudah lumayan jauh kami arungi,, padahal biasanya paman paling tidak bisa diam,, pasti sudah banyak banget pertanyaan nya,,
Tapih ini tumben,, dan benar-benar membasuh tanpa kata,,
Sedikit demi sedikit permukiman desa itu
Kami tinggalkan,,
Dari kejauhan mulai terasa aura dingin yang keluar dari hutan tersebut..
Rasa tidak nyaman diantara kami mulai terlihat dari gerak langkah yang mulai tersendat,,, tadinya jarak kami lumayan jauh selangnya,, Tapih kini jarak antara kami sudah saling mendekat dan seakan perang sudah di mulai,,,
Bibir rimba sudah sangat lah dekat,,
Angker nya tempat itu mulai terasa,, dari sebelumnya baik-baik saja,, kini bulu kuduk ku mulai berdiri dan seakan berkata..
Jangan kamu masuk ke rimba itu...
Tapih mau bagaimana lagi,, semuanya sudah lah harus di hadapi,, meskipun nyawa sebagai ganti nya kami harus melakukan semua ini
Demi sebuah tanggung jawab yang besar...
Rimba sudah di depan mata,,
Tinggal satu langkah sudah berada di dalamnya...
Sebentar kita istirahat dulu..
Pak sukardi tiba-tiba membuka pembicaraan nya,,
Iya pak,, jawab kami seketika...
Mari berdoa dulu,, sambung beliau lagi..
Kami pun berdoa dalam hati masing-masing..
Ya allah,,, selamat kan lah aku dan berilah kemudahan dalam melakukan tugas berat ini.. Aku pun siap berdoa...
Sudah siap semuanya....
Iya sudah pak mari kita melangkah.. Sambung ku sepertinya aku sudah sangat siap..
Bagaimana dengan kamu dul..
Sambung bapak sukardi lagi...
Anu iya iya,, Jawaban paman ini sungguh mewakili apa yang ada di hati nya,,
Hmm,, jangan takut.. Kita selalu bersama jawab pak sukardi sepertinya beliau tau persis apa yang sedang ada dalam hati paman..
Iya iya pak pasti,,,, jawab paman yang seakan menyembunyikan apa yang ada dalam hati nya,,
__ADS_1
Iya sudah kalau begitu,,,
Mari kita bergerak lagi..
Dengan langkah bergetar dan rasa takut yang mulai merasuki sukma ku..
Aku pun melangkah menerobos hutan belantara yang memang terkenal ke angkerannya...
Aku selalu teringat akan pesan pak sukardi yang beliau sampaikan tadi di rumah..
Hutan itupun mulai menunjukkan kehebatannya... Pola pikir ku seakan berubah haluan.. Kemana saja arah mata ku memandang yang terlintas hanya lah anaknya pak sukardi yang aku jumpai di mimpi tadi...
Dengan matanya yang sayu.. Dan senyumnya yang menawan seakan memanggil ku..
Hampir saja aku berhenti saat suara manja itu terdengar jelas di telinga ku saat itu..
Jonn.. Sadar Jonn.. Terdengar seakan suara pak sukardi memanggil nama ku..
Tapih anehnya aku tidak melihat beliau..
Yang aku lihat hanyalah anaknya..
Aku benar-benar tersihir dengan Sugisti hutan itu.. Aku seakan tidak lagi berada di hutan..
Perasaan ku saat itu aku seperti di sebuah taman, yang banyak bunga-bunga mekar
Dan wangi semerbak yang menusuk sampai ke jantung ku..
Di sambut lagi dengan indahnya senyuman anaknya pak sukardi yang terus memeluk tangan ku,, sungguh indah saat itu yang aku rasakan...
Namun samar-samar seakan terdengar lagi seakan paman ku memanggil ku dan menarik tangan ku,, Tapih anehnya aku tidak bisa melihat dimana paman... Aku berusaha untuk mencarinya.. Lagi-lagi yang ku lihat hanya senyum indah yang keluar dari bibir manggil itu...
Seakan dia berkata,,, sayang peluk aku,,
Aku pun tersenyum pada gadis itu..
Aku terus mendekati gadis itu.. Dan ingin memeluk nya..
Tangan gadis itu seakan mengulur ke arah ku.. Dan akupun mencoba menyambut nya
Tapih sepertinya tangan ku di hentak kuat banget,,
Jonn... Jonnn...
Sadar Jonnn...
Itu kan suara paman ku dan pak sukardi
Pikir ku dalam hati,,,
Iya paman dimana kalian aku tidak bisa melihatnya jawab ku dengan kencang...
Dan tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang sangat dingin menimpa tubuh ku..
Aku pun Tersadar dan ternyata paman menyiram ku pakek air,,,
Kenapa ini,, ada apa ini kok aku disiram kita udah nyampe mana,,,
Aku terbata-bata saat itu...
Udah diam,,, jawab paman yang berdiri di depan ku..
Apa yang terjadi paman......
__ADS_1
Jawab ku lagi..
Udah isterehat dulu jawab pak sukardi yang melihat ke arah ku dengan muka pucat,,
Aku mulai sadar bahwasanya aku termakan sugisti hutan ini..
Astagfirullah,,, aku pun beristiqfar dalam hati,,,
Belum pun apa-apa aku sudah kalah dengan hutan ini... Aku harus kuat dan tidak terulang kedua kalinya kejadian ini...
Pikir ku dalam hati,,
Mari kita bergerak lagi,, suara pak sukardi pun terdengar seperti orang kelelahan...
Kamu jalan di tengah jonn..
Iya paman jawab ku singkat...
Dingin banget kurasa saat itu..
Karena baju ku semuanya telah basah kuyup.. Sudah di hutan di malam hari,, baju basah lagi sengsara banget yang ku rasa saat ini,,
Mau bicara dan bertanya,, itu tidak boleh,,
Karena memang begitu peraturan nya yang di sampaikan oleh pak sukardi..
Pesan beliau kembali terlintas di pikiran ku..
Suasana angker nya hutan itu memang semakin luar biasa terlihat..
Aku mencoba untuk tetap tegar,,
Semakin kesini semakin parah banget yang ku lihat saat itu,,
Tiba-tiba kami di kejut kan oleh suara
Auman serigala yang mengerikan..
Kami semua terhenti dan saling menatap satu sama lain.. Pak sukardi pun memberikan isyarat supaya kami saling mendekat,,,
Suara Auman yang panjang terus memecah kesunyian hutan itu.. Suara itu seakan tidak pernah putus,, sahut menyahut terdengar sampai ke puncak rimba raya itu..
Tiada kata yang keluar dari mulut kami saat itu.. Hanya muka takut dan penasaran yang keluar dari raut wajah kami masing-masing..
Suara itu makin dekat,, makin mengerikan banget.. Apa yang akan terjadi sesaat lagi aku tidak tau,, maya ku terus melihat kearah paman dan pak sukardi,,
Namun hanya bisu yang ku dapatkan..
Mau bertanya tapih tidak berani..
Hanya berdoa saat itu yang bisa aku lakukan..
Itu emas,, banyak banget emas,, teriak paman tiba-tiba...
Apa yang terjadi dengan paman....
Jangan lupa ikuti terus novel nya setiap hari..
Sampai jumpa di episode yang akan datang..
Jangan lupa like dan favorit serta komentarnya teman semua,,
Terima kasih By by
__ADS_1