sumur tua

sumur tua
Awal mula bertemu dengan babe pak ahmad bagian (3)


__ADS_3

Suasana semakin tak menentu..


Saat sarung yang menyelimuti ku sedikit demi sedikit hampir mencapai jidat ku,,


Jantung ku bedetak kuat, nadi ku bendenyud kencang,, pikiran ku entah kemana-mana..


Dan saat semua hampir terlihat..


Dari arah pintu tiba-tiba ada yang memberi salam...


Asalamualaikum tuan....


Begitu mendengar seseorang memberikan salam dari pintu depan..


Dengan seketika sarung yang tadi hampir terbuka,, kembali di naikkan sampai tertutup semua badan ku kembali...


Hhmmmm... Ada apa sih ini


Teriak ku dengan geramnya dalam hati..


Walaikumsalm...


Jawab seseorang yang suaranya bersahaja itu..


Asa apa ya,, sambung suara itu lagi...


Enggak tuan,, saya hanya menyuruh tuan untuk pergi sarapan kan ini sudah waktu sarapan pagi tuan..


Begitu terdengar penjelasan dari seseorang yang tadi memberikan salam itu..


Hhmmmm...


Iya sudah,, kami nantik menyusul


Pergi lah dulu dan siap kan makan pagi nya..


Jawab suara lembut itu dengan bijaknya..


Iya tuan.. Saya pamit dulu


Sambung yang memberi salam tadi..


Sesaat terasa sunyi dan hening..


Apa kah yang akan di lakukan orang-orang ini terhadap ku lagi..


Aku terus bertanya sendri dalam hati..


Sementara,, dari arah yang berbeda terdengar suara orang yang sedang berbincang-bincang..


Jadi bagaimana,, apa kita buka terus atau kita sarapan dulu... Terdengar seseorang bertanya pada yang lain..


Sepertinya lebih baik kita buka saja sarungnya,, siapa tau kita kenal akan orangnya,, jawab orang tua itu dengan


Pelan dan tenang...


Mendengar jawab dari orang yang tua itu..


Aku kembali lega,,


karena saat itu,


aku memang Sungguh-sungguh sudah sangat tidak nyaman,


berada di dalam sarung yang lumayan bau nya tidak enak banget untuk di cium..


Iya sudah kalau demikian,,


Baiklah mari kita lihat siapa sosok yang ada di dalam sarung ini.. Tegas orang itu lagi..


Terdengar perlahan suara tapak seseorang yang kembali mendekati tubuh ku yang tak berdaya terletak di atas lantai saat itu..


Begitu sampai di samping ku,,


Aku kembali menahan nafas mengikuti gerak jantung yang kembali bergucang hebat,,


Pelan-pelan bukannya...


Terdengar seseorang memberikan isyarat..


Setelah semuanya terdiam..


Perlahan sarung yang menutupi badan ku


Pelan-pelan bergerak menghampiri jidat ku..

__ADS_1


Dan perlahan membuka penglihatan ku..


Hati ku berdegup kencang saat itu..


Aku tidak berani membuka mata saat itu..


Sarung itu terus di turunkan nya


Sampai ke leher ku..


Semua penutup wajah ku terbuka..


Dan seluruh muka ku kelihatan..


Tiba-tiba seseorang berbicara..


Stop,,, biar sampai di situ sarungnya..


Caba kalian perhatikan.. Apa kalian mengenal


Wajah ini...


Tanya orang tua itu lagi..


Semua terdiam dan tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan dari orang tua itu..


Aku semakin penasaran dan ingin melihat siapa ini sebenarnya..


Tapih mata ku tidak berani untuk membuka nya..


Suasana pun semakin hening dan mencekam,, karena tidak ada suara apapun dan tidak ada yang bergerak apapun saat itu..


Penasaran ku tidak bisa terbendung lagi saat itu...


Perlahan ku buka mata ku pelan-pelan..


Namun tidak ada siapapun yang terlihat saat itu...


Mata ku hanya melihat sebuah meja kecil yang di atasnya ada buku-buku sejenis kitab...


Dan ku alihkan pandangan ku kearah dinding ruangan itu,,


Namun tidak ada ku temui sesuatu pun..


Kemana kah perginya orang-orang itu tadi...


Aku terus bicara sendiri dalam hati..


Hhmmmm...sungguh membingungkan keadaan ini... Guman ku dalam hati..


Huuffffffff.... Suara nafas ku yang panjang dan penuh tanda tanya...


Kemana kah perginya paman ku


Dan pak sukardi...


Apa mereka selamat,, atau mereka sudah tiada,, aku benar-benar bingung saat itu


Bercampur sedih..


Sementara.....


Terdengar orang berbincang


Dari jarak sedikit jauh dari tempat aku,


Dan tiba-tiba......


Terdengar suara ayunan langkah seseorang yang menuju ke arah ku..


Aku segera menutup kembali mata ku,,


Aku mengintip dari sudut mata yang pura-pura terpejam,,


Pemandangan kali ini sungguh membuat mata ku terbelalak...


Yang aku lihat saat ini sungguh di luar dugaan ku,,


Apa kah ini mimpi.........???????


Semoga saja ini bukan lah suatu mimpi..


Tau kah kamu apa yang sedang aku rasa saat ini...


Aku merasa taman bunga yang mekar di hiasi bunga-bunga yang indah harum semerbak wangi bagai kan kasturi..

__ADS_1


Dan seakan taman itu di hiasi burung-burung


Kecil yang indah menghiasi taman bunga itu..


Dan...


Bahagia ku seakan sempurna saat itu


Dikarenakan oleh sebuah senyuman manja yang keluar dari sebuah bibir yang mungil,,


Wajah dan senyuman itu benar-benar tidak asing di hati ku saat itu..


Di tambah lagi dengan satu tanda yang jarang ku lihat di pipi semua gadis yang kenal..


Tanda itu adalah,, sebuah lesung pipi yang hanya pernah aku jumpai pada pipi anak pak sukardi...


Dia terus tersenyum melihat ke arah ku..


Di Tangannya aku melihat dia seperti memegang sesuatu..


Aku terus memperhatikan nya dan melihat apa itu di tangannya..


Dan ternyata dia memegang sebuah Gelas yang berisi air seperti warna jamu,,


Perlahan kakaknya bergerak mendekati diri ku yang saat itu lemah tak berdaya..


Dia terus melangkah ke arah ku,,


Dengan senyuman yang tidak pernah pudar menghiasi bibir mungil nya itu...


Perlahan tapih pasti,, tubuh nya semakin dekat dengan aku saat itu..


Aku terus tersenyum melihat kearah dia,,


Begitu juga dengan gadis itu..


Tiba-tiba tangannya meraih tangan ku..


Dan dia menarik tubuhku hingga aku pun terduduk dari tadinya hanya tertidur..


Dengan lembut dan manja dia berkata pada ku saat itu..


Ayo minum lah obatnya mas,,


Biar kamu sehat dan segera sembuh..


Pintanya pada ku dengan sangat menyentuh kalbu ku saat itu..


Aku seperti tersihir saat itu,, tanpa pikir apapun lagi aku pun memenum air yang dia Suguh kan saat itu... Begitu air ramuan itu masuk ke tenggorokan ku..


Saat itu aku tersentak dan kesakitan


Aku pun berguling-guling di lantai itu


Layaknya seperti cacing yang kepanasan


Mengeliat merontak menahan sakitnya


Rasa seluruh tubuh ku..


Tiba-tiba dari mulut ku mengeluarkan darah


Hidung ku pun demikian...


Aku berteriak menahan sakit yang tak pernah kurasakan sebelumnya..


Ada apa dengan semua ini..


Kenapa bisa seperti ini..


Pikir ku saat itu yang terus Mengeliat menahan rasa nyeri di seluruh tubuh ku..


Makin lama makin tidak terbendung sakitnya..


Dan tiba-tiba pandangan ku mulai berkunang-kunang,, aku mulai tidak bisa melihat lagi dengan jelas dan akhirnya...


Blak.... Hitam dan aku pun pingsan seketika..


Apa yang terjadi dengan joni......


Makin seri ni kyak nya hhhee


Jangan lupa ikuti terus novel nya tiap hari..


Jangan lupa like dan favorit serta komentar teman ku semua..

__ADS_1


Terima kasih By by


__ADS_2