Super Dewa Legenda - Malaikat Blue Sappire

Super Dewa Legenda - Malaikat Blue Sappire
Soul dan Raja


__ADS_3

Kabar tentang kastil berbenteng di bawah tanah di bagian Utara Kalpataru sampai ke Istana Gapura. Soul sangat resah dengan aktifitas di sana yang di pimpin Raja.


Soul membuat buku yang berisi hukum ke bijaksanaan, dia ingin buku itu bisa dibaca dan didiskusikan dengan Raja, agar Raja tidak berlaku sewenang-wenang di wilayahnya sendiri.


Dia mengutus utusan ke Wilayah Utara, namun utusan itu kembali pulang karena tidak ada jalan menuju Kastil Raja di Utara di Bawah Tanah. Jadi akhirnya Soul sendiri yang pergi ke sana.


Saat Soul tiba di depan benteng, Raja sangat senang menyambut ke datanganya, dia menujukan kemegahan kastil dan bentengnya, semuanya berwarna hitam dan terlihat besar bagai bangunan tempat tinggal para raja raksasa.


Raja menunjukan anak-anaknya pada Soul, anak pertamanya adalah Zamrud, naga raksasa berwarna hijau dengan aura energi hitam, dia memiliki sepuluh kepala yang memiliki kecerdasan tinggi, dia juga mampu menjelma menjadi sosok manusia dengan pakaian perang dan jubah serba hijau. Lalu anak ke-dua naga merah bernama Ruby, dia naga besar berwarna merah, memiliki aura seperti kobatan api yang menyelimuti tubuhnya, memiliki sifat pemberani, dia bisa menjelma menjadi burung. Kemudian anak ke-tiga ular naga berwarna putih bernama Pearl, dia menyembunyikan auranya, dia dapat menjelma menjadi manusia dalam wujud pria muda yang bijak.


Soul sangat senang dengan sambutan Raja, apa lagi keadaan di sini, walau Rajanya suka berlaku sewenang-wenang tapi para anak-anaknya terlihat sangat berbeda, mereka memiliki pikiran dan jiwa yang kuat, bukan golong orang yang banyak bicara dan menyombongkan diri. Jadi Dunia Kalpataru masih dalam keadaan aman menurutnya.


Soul mengundang Raja ke Istana Gapura, Raja sangat senang, mereka sepakat dua minggu lagi mereka akan bertemu di Gapura. Soul bertanya tentang nama kastile milik Raja. Raja lupa memberi nama tempat dia bertahta karena terlalu sibuk dengan pembangunan dan ambisinya.


"Nama kastil ini, Kastile Raja," kata Raja dengan perasaan cemas, dia asal saja memberi nama.


"Kastile Raja, itu nama yang bagus, sangat has dengan karakter anda," balas Soul dengan lembut.


"Saya kira, anda akan mengejek namanya."


"Itu tidak mungkin, anda orang besar, begitu juga kastile ini. Namanya sebagus kemegahannya."


"Apa ada yang ingin anda tanyakan?"


"Sebenarnya ada, tapi mungkin nanti saja."


"Jangan malu-malu, hubungan kita sangat baik dan dekat. Ayo tanyakan, jangan buat saya penasaran."


"Saya ingin melihat pasangan anda, memiliki putra-putra yang hebat, pasti pasangan anda sangatlah luar biasa."


"Ini tidak seperti yang anda pikirkan, saya tidak perlu pasangan, para putra-putra saya adalah hasil experimen, mereka adalah hybrid, mahkluk campuran dari manusia dan ras mahkluk melata, mereka saya pilih dari bibit unggul dan dari berbagai percampuran, jenis mahkluk baru, bisa menjelma menjadi manusia atau mahkluk melata."


"Bagaimana bisa?"


"Mereka adalah Arda, mahkluk baru, lebih besar serta lebih kuat dari mhakluk melata, namun lebih cerdas dan bijak dari manusia, dan yang lebih hebat lagi... Saya pikir nanti saja diberitahu."


"Apa itu rahasia?"

__ADS_1


"Bukan."


Soul tersenyum, pada Raja.


"Saya berharap anda memiliki waktu luang, sehingga bisa memenuhi undangan saya," kata Soul dengan ramah.


"Pasti saya datang, undangan dan kebaikan penguasa Gapura, tidak akan saya tolak."


Soul pun segera minta izin pulang ke Gapura, dia pergi dengan teburu-buru seperti angin kencang.


Sesampai di Gapura, dia mengumpulakan para tokoh yang memimpin para pengikutnya, dia memiliki perasaan tidak enak dengan Kastil Raja, tapi bukan berarti dia akan menganggu mereka.


Soul mengumpulkan para petinggi di Aula Pertemuan, dia memangil komandanya bernama Yasmin, seorang kesatria berjubah putih, dia pemimpin dari suku Greta, suku penunggang unggas, suku yang ahli dalam berburu dan pertarungan udara.


Lalu Soul juga memangil komandanya bernama Rose, kesatria berjubah merah dari suku Majareha. Suku yang memiliki keahlian tempur tingkat tinggi, pasukan kaveliri, senjata berat, dan pertahanan lainnya.


Soul memangil komandan terakhirnya, Azelea, dari suku Exsopia, suku pembunuh dan pembunuh. Dia datang memenuhi panggilan Soul, namun keberadaanya di aula, hanya Soul yang mengetahui.


Di aula pertemua, hanya terlihat Soul dan dua komandannya.


"Saya tidak bisa melihat masa depan, namun juga tidak bisa memastikan resiko yang lainnya. Tapi perasaan saya terasa lain, atau tidak enak. Menurut perasaan saya akan ada hal buruk di Kalpataru," Soul mengungkapkan rasa was-wasnya pada keberadaan Raja di Utara.


"Dua minggu lagi saya dan Raja akan bertemu, kami akan berunding dengan buku ini," Soul meperlihatkan buku tanpa cover. "Buku ini saya tulis tentang hukum-hukum kebijaksanaan, semoga dengan membahas buku ini, kami dan Kalpataru tidak akan ada masalah."


"Mohon izin memberikan pendapat," pinta Azelea dengan sopan.


"Silahkan."


"Di Wilayah Barat, ada sebuah daerah pegunangan, tempat itu bernama pergunungan biru, jarak tempuh tiga hari, di sana ada sesosok ahli dalam ilmu meramal, dia dari ras ungas, selama ribuan tahun, dia selalu bisa meperediksi kedatang bencana, namun tidak ada yang peduli," Azelea memberikan pendapat.


"Kita kirim utusan ke sana."


"Saya akan ke sana, kalau boleh saya minta izin meminta waktu dua hari."


"Atau lebih baik kita berdua akan ke sana. Kalau tidak salah namanya pegunungan biru di Barat."


"Benar,"

__ADS_1


Dengan kemapuan teleportasi, Soul dan Azelea langusng berpindah dan berada di penggunungan biru di Barat.


Di sana udaranya sangat dingin, gunung-gunungnya bagaikan batu besar berwarna biru tua tinggi menjulang ke langit, suasana di sana cukup gersang, hampir tidak trelihat pepohonan, namun udaranya sangat segar dan dan langitnya sangat biru, hanya sedikit awan yang trelihat.


Di sebuah gunung paling kecil terlihat sebuah rumah dari kayu ranting namun ranting-ranting itu sangat besar, di susun dengan beberapa bulu mahkluk ungas. Ada bendera berwarna bidur dengan simbol matahari berwarna putih di tengahnya. Bendera itu bernama Azurea, has bendera koloni besar ras ungas dari koloni terbesar Azura.


Terlihat sosok besar seperti manusia keluar dari rumah itu, dia mengunakan jubah seperti pengembara, dia merentangkan sayapnya yang besar dan mengahdap ke arah Soul dan Azelea.


"Bau manusia!" Dia berseru, "bau manusia bercampur aroma bunga, pasti kau bukan orang sembarangan," kata sosok itu pada Azelea, suaranya parau seperti orang sakit namun nyaring.


Sosok itu melihat ke arah Soul, "kau memiliki aroma dan aura yang sama dengan langit, pasti ini Soul, utusan dari langit."


"Maaf tuan, kami mohon bantuan dan bimbingan anda. Kami sedang mencari peramal, dia seorang Azuri seperti anda, dari koloni besar ungas. Apakah itu anda atau anda mengenalnya?" Tanya Azelea dengan sopan.


Sosok itu tiba-tiba duduk di tanah dan masih merentangkan sayapnya, mereka berbicara dari tempat yang jauh satu sama lainnya.


Sosok itu memejamkan mata, lalu bermunculan mata dari berbagai bagian tubuhnya seperti bunga yang mekar.


"Kami sering meramal dengan ilmu bintang, namun ini bukan musim bintang, tidak ada bintang di beberapa bulan ini, hanya langit saja terlihat di atas."


Soul melihat ke langit, dia melihat sebuah bintang berwarna biru sappire dari arah Gapura.


"Bukan kah itu bintang," seru Soul menunjuk ke arah bintang itu. Hanya bintang itu saja yang terlihat di kangit.


Semua mata yang muncul di tubuh sosok itu langusg mengarahkan pandanganya ke arah bintang.


"Itu bintang malaikat blue sappire," kata sosok itu. "Kami menyebutnya Halinova. Aneh, ada Halinova di langit, padahal ini bukan musim bintang."


"Apa hal ini memiliki arti?" tanya Azelea.


"Tentu, bintang malaikat biru sapire, sebuah zaman baru."


Soul terlihat gemetar dan sangat cemas.


Sosok itu tersenyum, "namaku Gorgom, ramalanku sangat akuran, sangat akurat dalam hal bencana besar yang pasti datang, mungkin sudah sangat dekat, sedakat kepala dan leher kita. Bintang malaikat biru, artinya sebuah zaman baru."


"Sebuah perang."

__ADS_1


"Malaikat datang dari langit, setan datang dari dalam kuburan, keduanya akan di pertemukan, dalam sebuah perjamuan, para pangeran akan di pangil, malaikat yang terjatuh dan kemunculan bintang berwarna biru sappire, alam semesta tidak memiliki akal pikiran, kalian para utusan di panggil oleh manusia, jadi tidak ada yang kebetulan, dimulai dari sebuah penaklukan, lalu pikiran lah yang akan mengakhirinya."


__ADS_2