Super Dewa Legenda - Malaikat Blue Sappire

Super Dewa Legenda - Malaikat Blue Sappire
ALIANSI TIGA ARDA


__ADS_3

Amond adalah arda terkuat di Kalpataru, wujud manusianya berupa manusia jangkung tinggi namun tidak kurus, rambutnya panjang berwarna abu-abu, wajahnya terlihat masih muda, tangannya besar dan panjang, wujud naganya adalah seperti seekor buaya berwarna biru yang sangat besar, memiliki mata, mulut, dan ekor yang besar, dia dapat memasukan ratusan manusia ke dalam mutunya.


Pintu gerbang naga terbuka, Amond keluar dengan wujud manusia, dia memimpin seribu pasukan arda, dunia bawah bergemuruh karena derap langkah mereka, namun itu pasukan yang sangat sedikit.


Pasuakan arda yang dipimpin oleh Amond memakai wujud manusia, mereka mengenakan baju perang tanpa simbol dan ukiran, namun memiliki susunan yang rumit, baju perang mereka berwarna hitam dan biru, mereka semua mengenakan mantel lebar berwarna hitam yang juga memiliki tudung kepala.  Mereka membawa tombak-tombak panjang, dan perisai lebar, bendera mereka berwarna biru tanpa simbol dan gambar.


Orpime masih mengepung Istana Gapura dengan pasukanya, terjadi peperangan sekala kecil di sekitar benteng gapura. Orpime terlihat tidak tertarik dengan peperangan melawan Soul, dia hanya mengirim pasukan kecil yang menyerang dengan cepat, namun  dengan cepat juga di tarik mundur.


Leon sang jendral singa emas sangat bersemangat, dia mengalahkan semua pasukan yang dikirm Orpime, dia ingin menyerang pasukan Orpime dan mengahbisi mereka semua, namun tidak mendapat izin dari Soul, hancurnya pasukan Orpime akan membuat mereka berhadapan langsung dengan King dan para pangeran.


Satu minggu peperangan tidak ada hasilnya, hanya permainan serang dan kabur. Amond muncul dari arah Utara mebawa pasukan, Orpime sangat marah karena pasukan yang di bawa hanya sedikit.


"Seharusnya kau membawa tiga puluh ribu atau dua ratus ribu lebih pasukan, lihat Istana Gapura seperti sebuah pulau atau kapal perang para raksasa, pasukan kecil yang kaubawa akan hancur di depan gerbang," kata Orpime marah.


"Lihat pasukanmu, para manusianya hanya bekas budak dan babu! Kaum arda yang kau bawa hanya setingkat pasukan rendahan, mahkluk melata yang kau punyai hanya para petugas logistik. Lihat pasukannku! Mereka para tentara dan pembunuh, memang diturunkan untuk berperang. Kau juga bodohnya minta ampun, kau menggunakan pasukanmu, mengawal King, padahal mereka lebih mirip anjing penjaga lumbung padi!" Balas Amond.


Orpime dan Amond pun berterngkar, namun tiba-tiba muncul pelayan, dia berkata Leon dan para koamandan Gapura ingin negosiasi di depan gerbang istana.


Ruby sangat terkejut saat Zamrud dan Pearl mengirim Amon membantu Orpime. Zamrud menjelaskan, Amond memang arda terkuat saat ini, namun dia juga masuk daftar tiga arda yang bermasalah, seperti Orpime yang penuh ambisi dan licik, dia sepertinya tergila-gila dengan pangkat dan jabatan. Amond juga bermasalah, dia sangat tergila-gila dengan wanita, setiap dia menaklukan suatu wilayah, dia pasti menjadikan banyak tahanan wanita menjadi istrinya, semua istrinya meninggal karena kelakuan jahat Amond. Dan ada satu arda lagi yang juga sangat bermasalah.


"Keberadaan Amond dan Orpime sangat merusak mental pasukan kita, namun menyingkirkan mereka tidak mudah, karena mereka memiliki tempat di zaman ini," Pearl menjelaskan.


"Tapi yang kalian lakukan hanya membuat mereka saling bersekutu," balas Ruby.


"Itu bagus, dan menurut perhitunganku, Orpime akan menghubungi dia secara diam-diam, si arda jahat itu, dia juga bermasalah," kata Zamrud. "Tapi ini seperti sekali tepuk tiga lalat mati."

__ADS_1


Jadi dalam sebuah pertikaian, kekutan sulit dinilai dari berbagai segi juga aspek, semua tergantung bagaimana cara memposisikan masalah dan penyelesaiannya.


Leon bersama tiga komanda menunggu kedatangan Orprime dan Amond di depan gerbang, mereka menawarkan perdamaian, walaupun Leo sangat berat.


Amond sangat terpukau dengan kecantikan para komandan, matanya menjadi semangkn tajam dan liar melihat para wanita cantik itu, namun pandangannya teralihkan, saat melihat dari kejauhan sosok Soul sedang meperhatikan mereka di beranda istana di ketinggian, Soul terlihat bagai dewi surga yang sangat terang dan suci, kecantikan Soul mencakup seluruh kecantikan Kalpataru, jadi saat melihat Soul kurang dari semenit, Amond langsung pingsan, sehingga pembicaraan perundingan diakhiri.


Amond akhirnya terbangun, dia tidak sadarkan diri selama tiga hari, saat dia bangun dia langusng menemui Orpime, mendesak agar segera menyerang Gapura dengan sekuat tenaga.


Orpime langsung mengajak Amond melihat keadaan Istana Gapura dari luar.


"Jangan bilang kalau kaumenjadi bodoh karena wanita lagi. Lihat Benteng Istana Gapura, begitu besar dan tebal, pasukan kita akan tertahan di sana, bentengnya juga berlapis--lapis, jadi saat pasukan kita tertahan di benteng pertama, pasukan Gapura yang berada di benteng kedua akan menyerang kita dengan panah dan meriam."


"Kalau begitu kita gali tanah!" Balas Amond. "Kau kira aku buta dalam hal peperangan!"


"Aku sudah berusaha menggali, namun Gapura terlalu besar dan sangat dalam, berhari-hari menggali akar gunungnya saja belum ada!"


"Baru siuman tiba-tiba saja bersemangat mau menyerang! Kauingin mengincar para komandan!"


"Pokonya kita harus merebut Istana Gapura, bagaiman pun caranya!"


"Sebenarnya ada."


"Apa? Bagaimana?"


"Cara mendapatkan pasukan."

__ADS_1


"Beritahu aku."


"Asal kau mau berjanji setia padaku, dan membantu setiap ambisi ku."


Oprime mengetahui mengapa Amond ingin segera menyerang Gapura, dia menginginkan para komandan atau dia menginginkan Soul, jadi ini kesempatan bagi Orpime untuk menjadikan Amond sebagi bidak kudetanya melawan King.


"Aku akan berjanji setia padamu," jawab Amond dengan penuh harapan.


"Aku akan menemui seseorang, kau tunggu di sini dan jangan ada serangan."


Oprime langsung pergi ke Utara, dia menemui salah satu arda yang paling bermasalah, Goldor atau Gold Bringer. Salah satu Arda yang sangat tamak dan gila dengan harta, dia menimbuh harta rampasan perang dan tidak di serahkan pada King, King akhirnya mengasingkannya di sebuah gua di bawah gunung di Utara.


Saat di asingkan Goldor membawa serta pasukannya yang jumlahnya ribuan, Ruby yang mengetahui itu ingin mencegahnya, namun tidak di izinkan oleh King, karena kehancuran pasukan Goldor tidak akan membawa apa-apa, jadi diabiarkan saja.


Orpime menemui Goldor di bawah Gunung Buangan di Utara, dia meminta bantuan pasukan melawan kubu Gapura, bila Gapura berhasil ditaklukan maka hasil rampasan akan di bagi dengan adil.


"Bila kau berhasil merebut Gapura dari Soul, apa kau akan menyerkan Gapura pada KIng?" Tanya Goldor.


"Tidak, aku akan menjadikannya modal ambisiku,  dari Gapura, aku akan mengobarkan pemberontakan pada King."


Oprime, Amond, dan Goldor, akhirnya bersekutu, pasukan mereka di tumpuk di dekat Istana Gapura, mereka berniat mengirim serangan penuh saat tengah malam tiba. Oprime menginginkan tahtanya di Gapura, Amond menginginkan semua wanita cantik di Gapura termasuk para komandan dan Soul, Goldor menginginkan harta rampasan perang yang banyak.


Kabar aliansi tiga arda itu sampai pada para pangeran, sesuai perkiraan, Orpime pasti menemui Goldor, pasukan aliansi itu akan berhadapan dengan Soul.


"Menurutku Gapura tidak akan tahan dengan gempuran pihak aliansi," kata Ruby.  "Mereka memiliki teknologi tinggi, dan mereka seperti kita, dipimpin oleh entitas terkuat, namun pasukan mereka tidak berenergi. Seharusnya dalam waktu singkat, mereka bisa menghancurkan pasukan Orpime yang lemah dalam satu hari perang."

__ADS_1


"Mereka akan saling berkhiyanat, Orpime buka tipe orang yang setia, Goldor terlalu rakus, dan Amond terlalu bodoh," kata Zamrud.


"Mereka akan berperang melawan kita," kata Pearl. "Setelah menjatuhkan Gapura."


__ADS_2