
Waktu pertemuan pun tiba. Raja akan berkunjung ke Gapura. Dia membawa beberapa rombongan pengawal dan penasehatnya bernama Orpime.
Orpime adalah pensehat kepercayaan Raja, dia dari bangsa Arda. Dalam wujud manusia, dia memiliki perawakan pria tua kurus dengan rambut panjang tipis. Dia berjalan sedikit lambat namun langkahnya rigan dan pasti, dalam wujud naga dia memiliki wujud seperti kadal yang tubuhnya ditutupi sisik menyerupai duri, tubuhnya berwarna kuning emas, lidahnya bercabang berwarna merah, dan matanya berwarna unggu bercahaya, namun kadang dapat berubah warna menjadi hijau.
Orpime sangat pasih dalam berbicara dan ahli strategi, dia juga yang mengusulkan struktur pasukan dan para komandan, dia memiliki nafsu untuk menjadi penguasa, namun dia berpikir belum saatnya.
Orpime mengusulkan pada Raja, untuk membawa pengawal seperlunya, sehingga mereka terlihat seperti rombongan saudagar atau karapan kecil yang sedang menempuh perjalan jauh, hal ini agar mereka tidak terlihat seperti sebuah pasukan besar yang ingin menginflasi. Dia juga mengusulkan agar para Anak Raja atau para pengeran tidak di ikut sertakan, menurutnya kekutan besar harus tetap menjadi misteri dan bayang-bayang bagi pihak musuh atau pun kawan.
Saat sampai di gerbang Istana Gapura, pasukan pengawal Raja di perintahkan berkemah disekitar Istana, jadi yang masuk ke Istana Gapura hanya Raja dan Orpime. Itu di karna Soul dulu datang sendiri saja secara langsung, jadi saat ini cukup Raja saja yag datang, sehingga waktu pertemuan tidak terlalu lama, sementara Orpime diikut sertakan untuk mencatat atau mengingat hal-hal yang diperlukan saat pertemuan.
Istana Gapura sangat megah. Soul membangun istana itu seperti jubah yang menutupi gunung, padahal Gunung Gapura adalah gunung tertinggi di Kalpataru. Istana itu berwarna putih, tersusun dari batu yang dirancang saling mengunci.
Istananya dikeliling oleh tiga lapis tembok, tembok lapis pertama adalah tembok paling tebal, tembok lapis kedua adalah tembok yang lebih tinggi dari pada tembok lapis pertama, tembok lapis kedua memiliki banyak menara yang digunakan untuk mengintai dan menyerang. Tembok lapis ketiga adalah tembok yang lebih tinggi dan lebih tebal dari pada tembok lapis pertama dan kedua, namun tidak memiliki menara, karena untuk mengintai di sekitar, hanya cukup berdiri di beranda istana.
Istana Gapura di kenal dikalangan mansuia adalah Istanah Arah, karana saking besar dan tingginya istana ini, sering menjadi patokan tempat atau arah berpergian para manusia, bahkan Istana Gapura sudah seperti menjadi Ibu Kota atau pusatnya peradapan Manusia.
Saat gerbang Istana Gapura di buka, memerlukan dorongan empat buah mesin hidrolik yang kekuata sebuah mesinya setara enam belas ekor mahkluk ungas raksasa. Suara gerbang saat dibuka terdengar seperti gemuruh angin sebelum badai.
Terlihat Raja dan Orpime berdiri di depan gerbang dan disambut oleh kereta kuda, mereka di jemput di antar ke istana, sepanjang jalan, istana ini di penuhi oleh manusia dan ras ungas. Peradapan di dalam istana sangat maju, terlihat dari pakaian dan rumah-rumah, serta pasukan penjaga di dalamnnya.
Saat memasuki istana, penjaga istana hanya terlihat sedikit, sementara pelayanya sangat banyak, Soul tidak ingin ada unjuk kekuatan, dia berusaha menyembunyikan pasukannya, jadi untuk meyakinkan pertemuan kali ini adalah pertemuan antar dua sahabat yang mewakili langit dan dunia bawah.
Raja sampai di aula pertemuna, dia terlihat menggunakan wujud menyerupai seoarang kesatria tinggi jangkung dari ras manusia, tubuhnya di selimuti baju besi kesatria tanpa simbol dan ukiran, namun terlihat memiliki bagian-bagian yang rumit, baju besi itu berwarna biru di selimuti warna hitam, seperti permata safir biru yang masih dibungkus oleh kulitnya. dalam wujudnya, dia terlihat seperti kesatria malaikat safir biru.
__ADS_1
Dia membawa pedang besar di punggungnya, berbentuk lebar, bulat namun lonjong, sangat rumit untuk digambarkan, saat berada di sarungnya pedang itu terlihat seperti monster dari pada sebuah pedang.
Orpime sudah menyarankan agar Raja tidak membawa senjata, namun Raja tidak menghirauknya, dia merasa Orpime melupakan batasanya.
Saat pertemuan semua yang berada di aula terkagum-kagum oleh kecantikan para komandan. Yasmin, Azelea, dan Rosa sangatlah cantik, Raja sempat berpikir untuk menculik mereka. Namun saat Soul muncul di aula pertemua, semua pesona para komandan seperti memudah.
Soul muncul dengan sosok seperti perempuan cantik jelita, bagaikan Kaisar dari ras percampuran dewi dan bindadari, dia bagaikan permata yang telah lama di simpan dan belum pernah terjamah, cahayanya begitu murni dan suci perawan. Wujudnya berupa wanita dengan perawakan tinggi jangkung, tidak kurus dan tidak gemuk, matanya besar, jernih, dan memancarkan cahaya. Rambutnya hitam tersisir indah. Wajah dan kulitnat bersih, bibirnya terlihat kecil namun jelas. Saat dia memandang seseorang matanya terlihat bagaikan cermin atau mata air yang sangat jernih.
Dia mengenakan baju gamis panjang putih berlapis jubah berwarna emas. Ada motif burung elang, pohon, tanaman rambat, dan matahari di bagian depan jubahnya, serta motof istana Gapura di punggungnya.
"Selamat datang Raja, penguasa dari Utara yang sangat kami hormati," Soul menyambut kedatangan Raja.
"Terimakasih sambut yang hangat dari pemimpin wilayah Arah, saya sangat senang," jawab Raja, namun jawaban ini nampak tidak formal.
"Anda datang kemari dengan pakaian yang belum pernah saya melihatnya, baju apa yang anda pakai?"
"Ini dibuat oleh ketiga putra saya, dengan kecerdasan, keberanian, dan kebajikan. DI tempa dengan baja naga hijau, baja naga merah, dan baja naga putih. lalu ada sebuah bahan lagi yang sangat langka. Semua itu dibentuk dan dicampur dalam sebuah tempaan yang sangat lama dan hati-hati, baja malaikat biru safir."
"Saya merasakan aroma langit dan dunia bawah dari baju yang anda pakai, sangat mengejutkan."
Saoul dan Raja pun mulai berdiskusi. Soul menunjukan sebuah buku karanganya yang berisi hukum-hukum tentang kebijaksanaan, dia mengajukan dengan sopan, mungkin Raja bisa menambahkan atau tertarik dengan buku hukum kebijaksanaan.
Di buku itu hampir semua yang ditulis oleh Soul sudah lebih dulu diterapkan oleh Raja, kecuali bagian perbudakan dan kebebasan semua bangsa. Saat membahas bagian itu Raja hanya diam dan mengaguk, dia seolah tidak percaya harus berdiskusi tentang dua hal itu, karena Raja sendiri menerapkan sistem perbudakan dan infalsi wilayah. Dia sendiri sedang berperang dengan para penguasa lokal di sekitar perbatasan di wilayahnya.
__ADS_1
Orpime melihat Raja hanya diam, dia merasa ini seperti sebuah kesempatan untuk membebaskan ras arda dari belengu entitas gelap seperti raja dan sekaligus membawa ras arda sebagai ras emperior. Karena memang di zaman ini, ras arda adalah ras baru dan juga ras terkuat di bandingkan dengan manusia dan ras melata.
Pertemuan hari ini hanya berlangsung singkat, jadi pertemuan selanjutnya akan diadakan ke esok harinya. Soul meminta Raja untuk menginap di istana, namun raja menolak, dia ingin berisirahat di luar bersama penjaganya di kemah-kemah yang udah mereka dirikan.
Raja terlihat berdiri di depan kemah sambil memadang kemegahan Istana Gapura yang bagaikan raksasa besar yang dilengkapi jubah dan baju perang. Orpime yang melihat Raja sendirian segera bergegas menemuinya untuk menyusun siasat.
"Istana ini sangat megah, tapi aku tidak akan membangun istana yang seperti ini, harus sesuatu yang berbeda, mungkin istana yang berparit, atau yang berada di permukaan lautan," kata Raja dengan yakin.
"Kita akan membuat yang lebih bagus dan megah dari ini," balas Orpime dari sisi kiri Raja.
"Para komandan itu sangat cantik, mereka bagai burung yang sangat putih, atau bagai mutiara. Aku ingin meminang mereka untuk putra-putraku, para pengeran pasti akan mendapat keturunan yang terbaik dari mahkluk-mahkluk yang terbaik. Para komandan itu, mereka seperti mata air dari surga atau seperti sejenis permata."
"Bagaimana dengan Soul?"
"Dia membahas masalah perbudakan dan kebebasan, itu cukup rumit, aku tidak bisa menyetujuinya, kita masih menerapkan perbudakan karena kekurangan sumber daya, jadi seandanya kedua hal itu menjadi topik utama atau protokol dalam pertemuan selanjutnya esok nanti, akan sangat meresahkan."
"Itu memang sulit, tapi menurut anda, secara peribadi, bagaimana dengan Soul? dia sangat cantik, dia bagaikan langit senja di surga."
"Aku tidak terlalu senang dengan caramu menanyaiku."
"Tapi ini sebuah kesempatan yang pasti, dan sangat langka. Para pengeran yang bisa menikahi para komandan, mereka akan mendapat keturunan yang hebat, tapi bagaimana dengan pengabungan dua entitas, bagaimana dengan anda dan Soul, bila kalian bersatu dalam sebuah ikatan suci, tentu akan diberkahi dengan keturunan yang akan menjadi dewa-dewa di Kalpataru, anda tau sendiri, Kalpataru belum memiliki dewa."
Raja memandang Orpime degan rasa curiga, dia merasakan Orpime mulai lancang. Jadi dia ingin memberi hukuman pada Orpime.
__ADS_1