
tok tok tok
iya tunggu sebentar bi marni pun membukakan pintu.
Bi, ini sendal dan ransel siapa ?
ohh euuuu itu punya temannya non nana nyonya besar.
temannya nana sejak kapan nana punya teman dan dibawa ke rumah.
baru saja mereka datang nyonya.
baru datang, memang nya mereka darimana bi ?
bibi kurang tahu nyonya.
mereka pun segera masuk kedalam rumah.
Nana Nana sayang !
wahhh itu suara mami Om.
deg deg deg
Beno sangat deg deg degam bertemu kakaknya.
Nana kamu bawa asing ke rumah?
Om ini bukan orang asing mamih. om ini sauuuu....
belum nana beres berbicara sudah Beno potong.
maaf mbak, saya hanya menolong anak mbak tadi dia menangis dijalan kompleks rumah ini sendirian. kebetulan saya lewat bersama teman saya karena merasa kasian saya antar kan anak mbak kesini.
maaf jika kami lancang masuk ke rumah mbak yang sangat megah dan mewah ini.
ohh begitu terima kasih sudah menolong anak saya. ini ambil sebagai imbalan untuk kalian !
tidak usah mbak, kami ikhlas menolong anak mbak.
kami permisi mbak mau melanjutkan perjalanan.
mari ! assalamualaikum.
waalaikumsallam.
mereka pun pergi meninggalkan rumah kakaknya Beno.
mas mas tunggu !
ko kamu tidak bilang yang sebenarnya.
saya belum siap ta.
tapi saya sudah lega bisa bertemu dengan kak Dinda.
tiba tiba Dinda keluar dari dalam rumah dan memanggil Beno.
tunggu jangan pergi dulu !
kata nana anak saya kalian belum punya tempat tinggal. Bagaimana kalau kalian tinggal dirumah ini sambil bekerja sebagai security dan baby sitter nya nana. apa kalian mau ?
mas ini kesempatan yang sangat bagus dan tidak akan datang untuk yang ke dua kalinya.
baiklah saya terima tawaran mbak. terimakasih sebelumnya sudah mengijinkan kami tinggal disini dan bekerja di rumah mbak.
tapiiiiiiiiiiiii saya masih sekolah mbak jadi ga bisa 24 jam jagain rumah mbak dan besok saya mau cari sekolah sekaligus daftar.
ohh begitu yaa sudah tidak apa apa kamu bekerja setengah hari setelah pulang sekolah.
kalau kamu bagaimana jelita apa kamu masih sekolah juga ?
emmmm kalau saya baru lulus kemarin mbak.
Yaa syukur lah berarti kami bisa jagain nana terus.
siap mbak.
lalu sekarang kita panggil mbak nyonya dong !
__ADS_1
tidak usah tidak apa apa kalian panggil mbak saja.
Yo wes kalo begitu.
ternyata kak Dinda tidak seburuk orang orang bicarakan.
mari kita masuk kembali ! dan saya tunjukan kamar kalian.
nah Beno kamar kamu disini dan kamar jelita diatas sebelah sama kamarnya nana.
baik terimakasih mbak.
silahkan kalian beristirahat dulu !
sekali lagi terimakasih ?
iya sama sama.
mas tunggu saya mau bicara dulu !
ada apa ta ?
saya cape nih mau Istirahat.
katanya kakak kamu sombong dan pelit tapi nyatanya dia sangat baik.
justru itu saya juga heran ta. tapiiiiiiiiiiiii kalau kakak saya benar benar baik 'kenapa tidak pernah kasih kabar ke kampung.
nah itu yang membuat aku bingung mas atau jangan jangan suami kakak kamu yang melarang nya.
bisa jadi ta, kita belum bertemu dengan suaminya.
semoga dia baik juga seperti kakak ku.
Yaa Amin mudah mudahan mas.
ya udah kalau begitu kita masuk ke kamar masing masing
siap mas.
mereka pun masuk ke kamarnya masing masing untuk beristirahat karena terlalu lelah.
mereka baru terbangun dari tidurnya jam menunjukkan pukul 20:15.
astaga Beno terkejut saya tidur sampai larut malam seperti ini. saya harus bangunkan jelita pasti jelita juga belum bangun.
Beno pun segera naik ke tangga sambil berlari tiba tiba brak Beno menabrak seseorang.
maaf maaf saya tidak sengaja.
heh kamu siapa ?
Dengan nada tinggi.
karena suara Bima yang sangat besar itu semua orang dirumah menghampiri mereka.
ada apa sih ribut-ribut.
Dinda menanyakan kepada suaminya.
mereka siapa ? kenapa mereka ada dirumah kita ?
ohh mereka pegawai baru Disni yang ini namanya Beno dia bekerja sebagai satpam dan jelita bekerja sebagai babu sitter.
kenapa kamu tidak bicara pada ku terlebih dahulu !
iya maaf mas, mas soalnya lagi sibuk jadi saya tidak berani mengganggu mas.
alasan saja kalau begitu pecat mereka sekarang juga !
kenapa dipecat mas ?
mereka tidak bersalah.
ayo pecat saja mereka.
sudah mbak kami tidak apa apa tidak jadi bekerja disini lebih baik mbak ikuti saja permintaan suami mbak.
mereka pun berpamitan untuk membereskan barang-barang mereka dan pergi dari rumah itu.
__ADS_1
mereka pun dengan berat hati pergi meninggalkan rumah itu.
mas, kita mau kemana ?
saya juga tidak tau.
kamu lebih baik pulang ke solo saja !
ko mas ngusir saya.
bukannya ngusir orang tua mu pasti sangat khawatir.
mereka tidak akan perduli kepada saya.
kenapa begitu ?
karena merekalah saya diculik.
ko bisa bagaimana ceritanya ?
jadi orang tuaku punya banyak hutang kepada juragan somat terus mereka ga bisa bayar dan ngorbanin saya dipaksa menikah dengan juragan somat. tapi saya kabur karena tidak mau menikah dengannya.
lantas apa hubungannya dengan penculikan itu ?
Yaa pasti ada hubungannya mas, mereka adalah anak buah juragan somat.
ohh begitu sangat kejam dan tega sekali kefu orang tua mu itu.
saya mengerti mereka memang orang tua saya tapi kalau caranya seperti itu siapa saja tidak akan mau dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya.
benar juga sih, lalu kamu mau ikut terus bersama saya ?
nanti apa kata orang.
saya juga bingung disini pun saya tidak punya saudara sama sekali.
ya sudah sekarang kita cari kos kosan buat dua orang saja kalau masalah pembayaran tenang saya bisa bayarin kamu untuk 2 bulan ke depan.
saya malu ngerepotin mas terus.
tidak apa apa sesama manusia harus saling tolong menolong kan.
terima kasih banyak yaa mas ?
iya sama sama ta tenang aja.
mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk mencari kos kosan.
tiba-tiba langit mendung dan hujan pun akhirnya turun.
kita berteduh dulu !
mereka pun berteduh di sebuah halte.
mas, jelita mau ngomong boleh ga ?
Beno pun sedikit kaget dan tegang.
mau ngomong apa ta ?
emmmmm....
jelita sebenarnya suka sama mas Beno dari semenjak mas Beno nolongin jelita dihutan itu.
apa ta ?
hujannya deras ga kedengaran.
padahal Beno mendengar semuanya.
Yaa sudah tidak jadi.
maaf ta, sebenarnya saya mendengar semua nya dengan jelas tapi saya belum bisa membalas perasaan mu.
Dar da Dar
suara petir yang sangat kencang dan keras.
padahal aku udah susah susah ngumpulin keberanian buat ngomong sama dia ehh dia malah ga denger apa yang udah aku ucapin.
__ADS_1