System Anime Terkuat

System Anime Terkuat
chapter 32


__ADS_3

Itachi tertawa senang, ia benar benar akan menjadi dewa di alam ini. "Tidak ada yang bisa membunuhku!" gumamnya dengan aura merah pekat yang dia keluarkan. Tiba tiba saja ada suara ketukan pintu


"Cihh, siapa yang mengganggu kesenanganku" pikir itachi berhenti tertawa


"Masuklah"


Seorang gadis kecil masuk dengan gerogi, dia merasakan aura yang sangat besar


"Oh...ternyata kamu, ada apa?" Tanya itachi tersenyum dengan lembut


Tapi di hadapan sun fei, kakanya itu seperti dewa kematian yang akan mencabut nyawanya, ia semakin takut melihat senyuman itachi dengan aura pekat yang keluar


"K-kaka, apa bisa.....k-kaka menghilangkan aura yang menakutkan itu?" Sun fei berbicara dengan gagap, ia sangat khawatir dengan kondisi kakanya, ia ingin menenangkan kakanya agar tidak marah atas kejadian yang kakanya alami


Itachi yang mendengar kata adiknya itu teringat bahwa ia mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat, lalu ia menghilangkan aura itu dan mendekat kepada sun fei


"Maafkan kaka, jika kaka menakuti mu" kata itachi sambil menggendong sun fei mambawa ke kasur


Sun fei sangat malu, dengan apa yang di lakukan kakanya, tapi ia tidak menolaknya, dia sangat senang jika di dekat kakanya ini


Itachi mendudukan sun fei di pangkuannya, ia tidak tau bahwa pipi adiknya ini memerah karna malu. Itachi terus menenangkan sun fei sambil mengelus kepala nya dengan lembut.


"Sudah tidak apa apa, kaka baik baik saja" kata itachi memeluk adiknya dari belakang


Sun fei terkejut, bukan karena kakanya memeluk dia, tapi tangan kiri kakanya telah pulih seperti tidak ada luka


"Kaka, tangan....tanganmu telah sembuh?" kata sun fei masih tidak percaya apa yang ia lihat


"Sudah kaka bilangkan, tidak usah khawatir, kaka punya 1000 cara untuk mengembalikan lengan yang hilang" jawab itachi dengan nada sedikit sombong


"Hemph, mati baru tau rasa!" Respon sun fei yang mendengar kakanya dengan nada sangat sombong, tapi ia menyukainya


"Oh, siapa yang berani melawan ku, jika ada pun, kakamu ini tidak akan bisa mati" jawab itachi masih dengan nada sombong

__ADS_1


"Iya iya, kaka memang orang yang terkuat"


"Percuma saja sun fei menghawatirkan kaka, lebih baik sun fei kembali ke kamar" jawab sun fei berusaha melepaskan pelukan dari kakanya, tapi ia tidak bisa karna itachi menahanya


"Ya sudah, kaka akan melawan orang itu lagi, siapa tau kedua lengan kaka akan putus" respon itachi atas ucapan sun fei seraya melepaskan pekukanya. Ia ingin sekali menggoda adiknya ini


"Ah, jangan....kok kaka gitu sih, sun fei kan khawatir" jawab sun fei dengan wajah yang sedih


"Kamu tidak khawatir kepada kaka, jadi kaka tidak peduli jika kedua lengan hilang karena tidak ada yang menghawatirkana kaka lagi" Itachi berkata dengan wajah sedih yang di buat buat agar sun fei percaya dengan akting nya ini


"Jangan begitu, sun fei khawatir kok, sun fei tidak mau kehilangan kaka, sun fei sayang kepada kaka" jawab sun fei dengan merubah posisi duduk nya menghadap wajah itachi


"Hemphhh, kaka tidak percaya" kata itachi dengan wajah cemberut yang ia buat buat, dia ingin memmbuat sun fei semakin sedih


Tapi apa yang itachi dengar setelah nya membuat ia malu, karna berbeda dengan yang ia bayangkan


"Puffff....hahahahaha, kaka kamu tidak cocok dengan wajah yang cemberut itu" jawan sun fei tertawa lepas ia menutup mulutnya menahan ketawa tapi itu tidak berhasil karna wajah kakanya yang sedang cemberut sangat lucu baginya


"Hah...hah...ya lebih baik kaka tidak menunjukan wajah jelek itu lagi" jawab sun fei dengan suara lelah karena tertawa gembira


"Sudah sudah, jangan mengejek kaka lagi" ucap itachi dengan mencubit kedua pipi adiknya dia tidak tahan atas kelucuan yang sun fei buat


"Auuu...sakit, jangan kuat kuat" jawab sun fei meringis kesakitan, ia membelai kedua pipinya yang merah sehabis di cubit kakanya


"Siapa suruh menertawakan kaka" kata itachi dengan mata yang melotot menatap sun fei


"Maaf, wajah kaka soal nya lucu" jawab sun fei dengan kepala tertunduk, ia mengira kakanya marah atas kelakuannya tadi


Itachi yang melihat wajah sedih sun fei tertawa "hahaaha....kaka hanya bercanda, kaka tidak marah kepada sun fei" itachi tidak bisa menahan tawanya. Wajah sedih yang sun fei buat sangat lucu bagi itachi


"Hemphhm, kaka jahat" jawan sun fei memukul mukul dada itachi


Sekitar 1 menit itachi tertawa, ia menarik kepala sun fei mendekat ke wajah nya

__ADS_1


Sun fei yang sedang memukul dada kakanya terkejut kepala nya di tarik mendekat ke wajah kakanya, seketika dia terdiam dan wajahnya memerah lagi


Tinggal 2cm lagi bibir mereka bersentuhan, sun fei yang mengetahui itu menutup mata nya, ia sangat gugup


"K-kaka, sun fei baru pertama kali" jawabnya dengan suara pelan dan gugup


Itachi yang mendengar kata sun fei menjauhkan kepala nya dan tertawa lagi "hahahaha....apa yang kamu pikirkan sun fei" kata itachi dengan tawa yang cukup keras, ia puas mengerjai adiknya ini


"Bodoh" jawab sun fei dengan raut wajah cemberut lalu manampar itachi cukup keras. Ia segera berdiri dan akan meninggalkan kamar itachi


Itachi yang merasa pipinya panas atas tamparan adiknya itu meringis kesakitan lalu ia menjegah adiknya untuk pergi


Itachi menggendong sun fei lalu mendudukannya di pangkuanya lagi


Sun fei berusaha berontak tapi tenaga itachi lebih besar darinya, sun fei hanya pasrah tidak bisa berbuat apa apa


"Maaf kaka hanya bercanda" kata itachi tersenyum seraya mengelus kedua pipi adiknya


Wajah sun fei yang awal nya kesal berubah kembali menjadi merah padam, dia sangat menyukai pipi dan rambutnya di elus oleh kakanya


Tiba tiba saja wajah itachi mendekat, sun fei kembali gugup ia tidak memikirkan akan di jahili lagi dan akhirnya......


CUP!!


CUP!!


CUP!!


3 ciuman mendarat di kedua pipi dan kening sun fei. Sun fei merasa bahagia dan sangat malu, seluruh wajahnya memerah akan meledak, sun fei tidak mengira kakanya akan mencium pipi dan keningnya


Tiba tiba terdengar suara kakanya memecahkan lamunan sun fei "ini tanda maaf buat kaka, semoga kamu tidak marah lagi" kata itachi sambil memegang kedua tangan sun fei dan mengelus keduanya


"Y-ya, s-sun fei tidak marah lagi, sun fei memaafkan kaka" jawabnya malu malu dengan kepala tertunduk, ia berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah

__ADS_1


__ADS_2