
Lu zong dan kawan kawan telah sampai sehari sebelunya di benua timur. Mereka memilih tempat sekte di perbatasan kerajaan manusia, dwarf dan elf
Lu zong ingin para murid dari berbagai ras. Sedangkan Mia mulai mencari para pekerja untuk membuat bangunan sekte yang bertepatan di tengah hutan
Mia mencari di berbagai desa dan kota terdekat. Karena hutan ini di huni markas para bandit lu zong dan lainya ingin menghancurkan mereka semua, agar tidak mengganggu aktifitas para murid nanti
Lu zong menyebarkan pasukan nya ke berbagai arah, ia ingin mengetahui ada berapa markas bandit yang berdekatan dengan lokasi sektenya
2 jam berlalu mereka berkumpul ke lokasi yang sudah di tentukan
"Lapor kapten, di arah barat terdapat 3 markas bandit yang sangat besar, mungkin setara dengan kota kecil" ucap salah satu orang yang di tugaskan ke arah barat
Lu zong terkejut karena markas ini sangat besar dan saling berdekatan "kenapa 3 markas bandit ini saling berdekatan. Apa mereka tidak saling berperang?" Pikir lu zong, ia mulai berpikir kembali agar penyeranganya tidak di ketahui oleh markas lain
"Di barat hanya terdapat 2 markas bandit, mungkin terdapat 100 orang di setiap markas" ucap ging mu yang membuyarkan lamunan lu zong
"Di arah selatan juga terdapat 3 markas bandit yang sangat kecil, mungkin hanya puluhan orang saja" ucap salah satu pasukan, melaporkan apa yang dia lihat di arah selatan. Lu zong hanya mengangguk mengerti
"Baiklah, kita akan berpencar aku dan ging mu akan membawa 10 orang, aku ke arah barat dan kamu ging mu ke arah selatan. Kita akan menghancurkan mereka malam ini" perintah lu zong kepada yang lainya. Mereka hanya menyetujuinya dan segera berangkat sore itu juga
Ging mu POV
malam hari telah tiba, kini mereka telah sampai di salah satu markas bandit yang paling besar di selatan
"Kalian berdua menyusup ke dalam, cari tau mereka ada di ranah apa dan jangan sampai ketahuan" ging mu meberi perintah kepada dua orang yang ada di sampingnya.
"Siap" jawab mereka serempak lalu meninggalkan persembunyian. Sebenarnya ging mu merasa sangat yakin untuk menghancurkan markas bandit ini, ia hanya sedikit berhati berhati saja. Ging mu tidak mau pasukanya terbunuh sia sia, apa lagi ini adalah pasukan yang di buat oleh tuanya sendiri
__ADS_1
setelah beberapa menit mereka kembali dengan selamat, lalu menghampiri ging mu "lapor kapten mereka hanya di ranah perak sedangkan pemimpin mereka di ranah emas tingkat 3"
"Baiklah ayo kita masuk secara diam diam lalu membunuh mereka" perintah ging mu, mereka hanya mengaguk lalu memakai topeng mereka
Ging mu memasuki rumah pemimpin para bandit, ia hanya sendiri karena ranah pemimpin bandit jauh dari dirinya
Setelah berhasil memasuki rumah pemimpin bandit, ging mu langsung mendobrak pintu kamar, ia melihat peria sedang tidur dengan dua wanita
"Siapa itu? Kenapa kalian mendobrak pintuku?" Tanya pemimpin bandit, ia masih belum bisa melihat ging mu karena kamarnya hanya di sinari terang bulan
Ging mu tidak berlama lama ia mendekat ke arah bandit itu "ada berita apa?" Tanya bandit itu lagi, ia masih belum tau siapa yang memasuki kamarnyaĺ
"Ada apa sayang? Apa ada masalah di markasmu?" Tanya salah satu wanita. Dua wanita itu terbangun karena mendengar teriakan pemimpin bandit itu
CRASH....
"Apa kalian bisa diam? Kalau tidak kalian akan bernasib sama" ucap ging mu menempelkan pedangnya di leher salah satu wanita
Mereka menutup mulutnya dengan tangan lalu mengangguk mengerti, badan mereka berdua gemetar ketakutan
Ging mu tidak berniat membunuh mereka berdua, ia tahu bahwa wanita ini adalah budak dari para bandit, di leher mereka terdapat kalung besi menandakan mereka adalah budak
"ayo ikut aku" ucap ging mu lalu melangkah pergi dari kamar. Mereka berdua hanya megikuti dengan patuh, mereka berharap tidak akan di bunuh
Setelah keluar dari rumah ging mu melihat para pasukanya telah berkumpul di sana "cari para budak dan harta mereka lalu bawa kesini" perintah ging mu "siap kapten" jawab mereka serempak lalu berpencar memasuki rumah rumah yang ada di sana
tidak beberapa lama mereka kembali membawa 10 budak dan 2 kantung emas "hanya ini yang kami temukan kapten" ucap salah satu dari mereka yang di balas anggukan oleh ging mu
__ADS_1
"Apa kalian ingin ikut denganku atau aku lepaskan kalian?" Tanya ging mu kepada para budak
Mereka semua berpikir sejenak. Mereka tidak mempunyai keluarga lagi. Keluarga mereka telah di bunuh oleh para danti
tapi mereka juga takut akan di perlakukan kasar oleh pria bertopeng di depan mereka ini
Ging mu tau mereka khawatir akan di perlakukan kasar "tenang saja aku tidak akan menyakiti kalian, bahkan aku akan melepaskan kalung besi yang ada di leher kalian, tapi ingat jika kalian berhianat maka kalian akan mati" ucap ging mu sedikit mengancam
Mereka sangat senang bahwa pria ini akan melepaskan kalung besi ini. Mereka melihat satu persatu dari mereka lalu mengangguk bertanda setuju, lalu mereka berlutut dengan hormat "kami akan mengikuti tuan dan selalu setia kepada anda. Kami tidak akan berhianat kepada tuan" ucap salah satu dari mereka
"Tidak perlu setia kepadaku, aku ingin kalian sumpah setia kepada tuanku" ucap ging mu, ia menginginkan mereka agar setia kepada itachi
"Kami akan bersumpah setia kepada tuan ada" ucap mereka serempak. Ging mu mengangguk senang
"Lepaskan kalung mereka" ucap ging mu kepada pasukanya. Mereka langsung melaksanaknya. Para budak sangat senang karena kultivasu mereka tidak tertahan lagi
"Terimakasih tuan" ucap mereka serempak. Ging mu hanya mengangguk lalu memberi perintah kepada pasukanya untuk membakar marka bandit
"Baiklah ayo kita menuju markas berikutnya" ucap ging mu
Mereka telah menghancurkan semua markas bandit yang ada di timur dan mendapat 15 budak dari markas bandit.
Ging mu berencana akan mepekerjakan mereka semua di sekte yang akan di buat nanti
sedangkan di timur lu zong telah menyelesaikan tugasnya, ia juga telah menghancurkan markas bandit yang ada di sana
lu zong telah menyelamatkan 100 budak dan 5 di antaranya ingin mengikuti lu zong, ia juga telah mendapatkan 5.000 koin emas dari markas bandit yang ia hancurkan
__ADS_1
setelah merasa semua markas bandit di hancurkan lu zong kembali ke lokasi sektenya