System Dewi Perang

System Dewi Perang
Episode 37


__ADS_3

Lalu Lu Siaonian pun terbangun dari tidur nya yang sangat lelap, ia pun bergegas mandi lalu berganti pakaian.


*Ilustrasi Lu Siaonian yang merubah wajah nya.


Lalu Lu Siaonian pun turun ke bawah, ia melihat semua bawahan baru nya giat membangun sekte.


Para bawahan yang berasal gedung pembunuh bayaran harimau hitam berjumlah 500-an orang.


Dan setiap bawahan yang melihat Lu Siaonian maka mereka akan membungkuk hormat lalu kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


Lalu Lu Siaonian pun sudah berada di depan gerbang gedung pembunuh bayaran harimau hitam yang akan menjadi sekte harimau hitam yang beraliran netral.


Lu Siaonian pun langsung berlari dengan kecepatan cahaya dan mulai menuju ke kamar asrama sekte milik nya.


Belum sedetik kemudian..


"Huh, akhirnya aku sampai juga. Sangat menyegarkan angin tadi, menyejukkan" Ucap Lu Siaonian sambil meregangkan tubuh nya.


Tok Tok Tok

__ADS_1


"Iya masuk" Ucap Lu Siaonian.


Lalu Ming Niala pun memasuki kamar Lu Siaonian, ia dengan pakaian yang anggun menghampiri Lu Siaonian.


"Wah, kau sudah berada di ranah langit tingkat 3. Kau memang lah jenius Ming Niala" Ucap Lu Siaonian memuji bakat Ming Niala.


"Ah, tidak tidak. Ini semua karena selusin pil kultivasi tingkat tinggi yang kau berikan kepada ku" Ucap Ming Niala sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Oh iya, aku datang ke sini karena mau ngajak kamu jalan-jalan. Mumpung lagi libur tadi guru sedang ada urusan jadi sekarang kita jalan-jalan yuk" Ucap Ming Niala mengajak Lu Siaonian untuk jalan-jalan.


Lalu Lu Siaonian pun menyetujui nya, akhirnya mereka pun jalan-jalan di taman bunga tepat nya di tengah-tengah ibu kota kekaisaran Ming.


Nampak pemandangan bunga-bunga bermekaran dari berbagai jenis, ada bunga mawar, bunga tulip, bunga kalause dan lain sebagainya.


"Wow, di sini sangat indah. Ada banyak sekali bunga yang bermekaran dan bewarna-warni di sini. Iya kan Lu Siaonian" Ucap Ming Niala yang melihat pemandangan bunga yang indah.


"Iya.. tapi lebih bagusan di alam ilahi, bahkan ada bunga 9 warna di sana " Ucap Lu Siaonian di dalam hati. ( yang miring itu kalimat yang di ucapkan Lu Siaonian di dalam hati ).


Lalu Ming Niala dan Lu Siaonian pun berjalan-jalan di sana dengan sangat gembira. Ya, untuk menghibur diri saja dari latihan.

__ADS_1


Tetapi...


"Hey, lihat di sini ada juga putri kaisar, Ming Niala." Ucap salah satu wanita menyapa Ming Niala lalu berpura-pura tersenyum.


Yang menyapa Ming Niala ada Yu Rianda. Ia adalah putri bungsu kaisar kekaisaran Yu yang merupakan anak seorang selir kehormatan di sana.


Sikap nya sombong dan sok cantik, padahal cuma modal bedak tebal aja. Dan ia pun juga gak suka sama Ming Niala karena ia lebih cantik dan jenius dari diri nya.


Walau pun begitu, Yu Rianda selalu bermuka dua saat di hadapan Ming Niala, ia tak berani mencelakai Ming Niala karena kekaisaran Ming lebih besar dari kekaisaran Yu yang baru berdiri.


Dan Ming Niala mengetahui hal itu dan selalu menjauhi Yu Rianda.


"Bagaimana kalau kita bertanding..


Author


Terima kasih karena telah membaca Novel ini dan baca juga ya Novel lain dari saya.


Dan mohon untuk di like, Rate bintang 5 dan tulis komentar kalau ada saran (dengan menggunakan kata kata yang bermoral).

__ADS_1


__ADS_2