
Lalu Lu Siaonian dan Yu Rianda pun memulai kompetisi mereka di atas podium taman bunga.
Nampak banyak orang yang melihat kompetisi mereka berdua.
"Hey, putri Yu Rianda dan juga seorang gadis itu ingin berkompetisi" Ucap salah seorang wanita.
"Iya, itu pasti atas ajakan putri Yu Rianda, ia kan punya sikap sombong dan ingin yang paling hebat" Ucap salah seorang wanita yang lain.
"Huh, aku berharap perempuan itu bisa mengalahkan putri Yu Rianda agar putri Yu Rianda tak bersikap sombong lagi kepada orang lain" Ucap salah seorang pria.
"Iya, semoga saja.. " Ucap salah seorang wanita.
Lalu pertandingan sesi pertama pun di mulai dengan penjelasan dari seorang pelayan milik Yu Rinda yang menjadi pembuka acara.
"Sekarang sesi pertama dari pertandingan taruhan persahabatan ini adalah pertandingan bakat yang akan di mulai dari tuan putri Yu Rianda lalu penantang nya" Jelas sang pelayan yang membawa acara itu.
"Huh, pertandingan taruhan persahabatan?? aku yang akan memenagkan nya" Ucap Yu Rianda di dalam hati nya yang di dengar oleh Lu Siaonian.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti Yu Rianda, saat kau berperilaku curang aku akan membuat mu malu. Dasar perempuan rendahan" Ucap Lu Siaonian di dalam hati setelah mendengar suara hati milik Yu Rianda.
Lalu Yu Rianda pun memulai memperlihatkan bakat nya, yaitu bermain kecapi.
triiiingg triinnng trrring ( bunyi kecapi nya ).
Permainan kecapi dari Yu Rianda memang lah menakjubkan tetapi tiba-tiba permainan kecapi nya berhenti begitu saja.
"Ada apa ini? mengapa putri Yu Rianda menghentikan permainan nya?" Ucap salah seorang wanita dengan penasaran.
"Aku tak tau, mungkin saja putri Yu Rianda lupa melodi nya" Ucap salah seorang pria.
Lu Siaonian lah yang membuat itu terjadi, ia tau kalau Yu Rianda pasti akan melakukan kecurangan dan dengan mata buddha nya ia mengetahui kecurangan nya lalu membuat lumpuh pelayan yang sebenarnya bermain kecapi itu.
"Huh, sialan. Mengapa pelayan rendaan itu berhenti memainkan kecapi nya, tak ada pilihan lain" Ucap Yu Rianda di dalam hati lalu memainkan kecapi nya dengan nada yang cempreng.
Hal itu membuat para penonton pun menjadi harus menutup telinga mereka sampai permainan kecapi Yu Rianda selesai.
__ADS_1
"Oke oke, sekarang giliran sang penantang yang akan menunjukkan bakat nya" Ucap sang pelayan yang menjadi pembawa acara.
Lalu Lu Siaonian pun menunjukkan bakat tarian dewi bulan, nampak aura bewarna biru menyelimuti tubuh Lu Siaonian sepanjang tarian nya.
Dan ada wajah dewi bulan yang berada di belakang Lu Siaonian. Lu Siaonian nampak cantik saat menari yang membuat nya menjadi pemenang kompetisi sesi pertama.
"Huh sialan. Lihat saja nanti aku akan menghajar mu saat kompetisi sesi ke-2 dan membuat mu merasa malu" Ucap Yu Rianda di dalam hati sambil mengepalkan tangan nya di ujung baju nya.
Lalu pertandingan sesi ke-2 pun di mulai, nampak Lu Siaonian berhadapan dengan Yu Rianda.
"Huh, aku pasti kali ini akan memenangkan pertandingan ini" Ucap Yu Rianda, ia akan membuat Lu Siaonian lumpuh dengan cambuk permata kematian milik nya.
"Huh, kau ingin meracuni ku ya. Kita lihat siapa yang akan terkena racun nya" Ucap Lu Siaonian dengan menggunakan senjata kipas dewi bulan milik nya.
Author
Terima kasih karena telah membaca Novel ini dan baca juga ya Novel lain dari saya.
__ADS_1
Dan mohon untuk di like, Rate bintang 5 dan tulis komentar kalau ada saran (dengan menggunakan kata kata yang bermoral).