
*Bruk! Tubuh Voldos terjatuh dari langit dan menabrak tanah.
"Sudah berakhir ya? Ugh!" Ryuuji memegang kepalanya karena pusing.
[Master, stamina anda sangatlah rendah sekarang, dimohon untuk segera beristirahat]
"Tolong tunggu sedikit lagi, aku ingin memastikan jika dia benar-benar sudah kalah."
[Dimengerti]
Ryuuji berjalan perlahan mendekati tempat dimana Voldos terjatuh.
Namun sebelum Ryuuji hampir sampai di sana..
*Crack! terdengar sebuah suara di tempat Voldos terjatuh.
*Brak* tumpukan batu keluar dari situ dan memperlihatkan Voldos yang kembali berdiri.
"M-mustahil kan?" Ryuuji membelalakkan matanya melihat Voldos yang masih bisa berdiri setelah menerima serangannya.
Pandangan Ryuuji tiba-tiba menjadi semakin kabur.
"Ugh! pandanganku.." Ryuuji semakin pusing akibat staminanya yang semakin berkurang.
Voldos mengarahkan pandangannya ke arah Ryuuji karena mendengar suaranya.
"Kukuku, sekarang aku yakin, orang yang mengalahkan Bermoth, adalah kamu bukan?" Ucap Voldos.
Ryuuji segera memperbaiki posisinya dan tersenyum mendengar perkataan Voldos.
"Heh, sepertinya sudah ketahuan ya?" Ryuuji mencoba untuk tetap terlihat tegar di depan Voldos.
Itu karena dirinya tidak ingin Voldos mengetahui bahwa dirinya sudah diambang batas sekarang, karena jika Voldos tahu maka kemungkinan ia akan mengerahkan segalanya untuk membunuh Ryuuji yang melemah.
"Kukuku, dengan kemampuanmu tadi, itu sudahlah pasti. Namun bagaimana kamu bisa melakukan itu? meniru sihirku semudah itu, bahkan membuatnya lebih kuat."
"Aku tidak perlu memberitahu kemampuanku kepada musuhku bukan?"
"Kukuku, musuh ya? kamu benar.." Voldos sedikit tertawa kecil mendengar perkataan Ryuuji.
Lalu ia mengarahkan pandangannya ke sekeliling desa dan area yang hancur akibat pertarungan antara ia dan Ryuuji tadi.
"Sudah lama aku tidak bersenang-senang seperti tadi, kebanyakan orang yang bertarung melawan ku akan kalah sebelum aku mengeluarkan 10% dari kekuatanku. Namun dirimu berbeda." Voldos menunjuk Ryuuji dengan jari telunjuknya.
Lalu ia membalikkan badannya dari Ryuuji.
"Hoi, apakah kamu tidak ingin mengakhirinya di sini sekarang?" Tanya Ryuuji.
Voldos tertawa kecil mendengar pertanyaan Ryuuji.
"Aku menantikan pertarungan kita selanjutnya." Voldos melompat ke atas gedung balai kota dan menggantungkan pertanyaan Ryuuji.
"Heh, jadi dia tidak berniat mengakhirinya di sini ya?" Ucap Ryuuji sambil tersenyum pahit.
__ADS_1
Setelah Voldos melihat Ryuuji sekilas dari atas balai kota, ia langsung pergi ke arah utara.
Ryuuji menghela napasnya lega mengetahui bahwa Voldos memutuskan untuk pergi meninggalkannya.
[Master, tubuhmu sekarang sudah diambang batas, anda akan tertidur secara otomatis dalam 5 detik]
"Ya, aku tahu itu." Ryuuji perlahan memejamkan matanya dan menidurkan tubuhnya di tanah.
*Bruk
...----------------...
9 jam kemudian setelah pertarungan antara Ryuuji dan Voldos.
"Ugh!..." Ryuuji perlahan membuka matanya sambil merasakan sedikit pusing dari kepalanya.
"Master!" Ucap seseorang dari sampingnya.
Ryuuji perlahan mengarahkan pandangannya ke asal suara yang ia kenal itu.
Terlihat seorang perempuan berambut pirang dan bertelinga panjang yang sangat ia kenal.
"Ah, Rena... apakah ini di ruanganku?" Tanya Ryuuji sambil mencoba memeriksa sekitar.
"Bukan, ini adalah ruangan medis di balai kota, karena kami panik ketika melihat Master terbaring lemas di jalan, kami memutuskan untuk membawa Master ke sini karena paling dekat." Perjelas Rena.
"K-kami? apakah bukan hanya kamu yang berada di sini?"
"Begitu ya..." Ryuuji melihat ke jendela yang berada persis di sampingnya.
Dia melihat kearah Langit gelap yang menunjukkan malam, menyatakan bahwa dirinya sudah tertidur cukup lama semenjak pertarungan itu selesai.
"Sepertinya aku terlalu meremehkannya awal-awal, dia mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dari yang kubayangkan." Ucap Ryuuji.
"Tetapi Master berhasil mengusirnya bukan? bahkan itu saja sudah sangat bagus, Master berhasil membuat desa menjadi aman."
"Namun itu hanya sekarang bukan? kenyataannya aku gagal mengalahkannya, itu artinya mereka akan kembali ke sini dengan kekuatan yang mungkin 2x lipat dari sebelumnya."
"I-itu..."
"Dan aku yakin sekarang Utara sudah 100% dikuasai mereka, jika kita tidak mempersiapkan sesuatu dari sekarang, kemungkinan selanjutnya kita yang akan diincar." Ucap Ryuuji
"Jika berdasarkan penjelasan dari Timbus tadi siang, memang betul bahwa kitalah yang akan menjadi sasaran selanjutnya setelah Utara dikuasai." Balas Rena.
"Jadi betul ya.." .
"Namun saya yakin itu akan berubah."
Ryuuji mengernyitkan matanya mendengar perkataann Rena.
"Apa maksudmu itu akan berubah?" Tanya Ryuuji.
Rena mulai menjelaskan prediksinya secara perlahan kepada Ryuuji.
__ADS_1
...----------------...
Di sisi lain di perkemahan Kekaisaran Flemish..
"Oi Voldos, bagaimana kamu bisa babak belur begitu? darimana saja kamu tadi siang?" Tanya seorang lelaki.
Di sebuah tenda yang terlihat paling besar dalam tengah-tengah perkemahan pusat Kekaisaran Flemish di wilayah utara hutan, terlihat dua orang yang sama-sama merupakan pemimpin pasukan di sana.
Orang itu salah satunya adalah Voldos, dan satunya lagi..
"Reinar, kemanapun aku pergi itu bukan urusanmu." Ucap Voldos
"Heh, memang itu bukan urusanku. Tetapi melihatmu yang bisa babak belur begitu, itu termasuk masalahku karena menyangkut ancaman untuk Kekaisaran.
"Tenang saja, ancaman itu akan kuurus sendiri, kamu fokus pada pekerjaanmu sendiri."
"Oi-oi, apa kamu menyembunyikan sesuatu yang menarik dariku?" Reinar mengeluarkan sebilah pisau dari pinggul kanannya dan mengarahkannya ke leher Voldos.
"Apakah kamu ingin mati?" Ucap Voldos sambil mengeluarkan aura mengintimidasi.
Reinar tetap mempertahankan posisinya selama beberapa saat, namun setelah itu dia segera menjauhkan pisau itu dari leher Voldos.
"Cih, dasar penggila perang, orang gila sepertimu memanglah tidak pantas untuk memimpin pasukan."
"Itu adalah keputusan duke, apapun yang kamu bicarakan tidak akan ada yang berefek padaku."
"Hoooh benarkah? kalau begitu aku akan ke Selatan untuk mencari orang yang bisa membuatmu seperti itu."
*Wush!* Dalam sekejap sebuah sarung tangan emas berhenti tepat di depan wajah Reinar.
Itu hanya berjarak 5 centi dari wajahnya.
"Jika kamu melakukan itu, maka kamu akan mati sekarang juga." Ucap Voldos sambil mengarahkan tinjunya.
Reinar membuatnya senyuman kecil melihat Voldos yang mengarahkan tinjunya padanya.
"Begitu ya... baiklah, aku tidak akan menganggunya, tetapi jika itu mengancam Kekaisaran, maka aku akan melawannya tanpa perlu persetujuan darimu."
"...." Voldos hanya terdiam setelah mendengar perkataan Reinar.
Lalu ia segera membalikkan badan darinya dan berjalan menuju luar tenda.
"Besok aku akan memimpin pasukan untuk menyerang barat, kamu pimpinan ke timur."
"Are? bukankah seharusnya kita ke selatan?"
"Percayalah padaku, belum saatnya untuk menyerang ke sana, kita harus menguasai sebanyak wilayah yang kita bisa sebelum menuju ke sana."
"Hoooh begitu kah? baiklah, aku akan mengikuti rencanamu."
"Kalau begitu sudah diputuskan." Voldos perlahan berjalan keluar dari tenda.
Reinar yang melihatnya dari belakang tetap mempertahankan senyuman kecilnya.
__ADS_1