
Malam hari, di bagian utara menuju barat hutan...
5 orang pilihan Rena telah diberitahukan kepada masternya Ryuuji, dan Ryuuji sudah memilih ke 5 orang tersebut sebagai bagian dari rencananya dalam menyerang kekaisaran
Ke 5 demihuman itu adalah 3 demihuman serigala, dan 2 demihuman singa.
Sekarang, mereka tengah pergi menuju ke bagian barat hutan dimana mereka ditugaskan disana agar merebut kembali desa orge yang telah jatuh ke tangan kekaisaran.
Pemimpin mereka, adalah Rena, sementara Ryuuji akan melakukan tugasnya sendiri yaitu menaklukan bagian Timur.
Saat ini, Rena dan ke 5 demihuman pilihannya sedang mengawasi pergerakan pasukan Kekaisaran dari kegelapan di balik pepohonan.
Mereka mencoba membuat antisipasi untuk berjaga-jaga apabila ada Jenderal yang berjaga, namun untuk saat ini, dari pengawasan yang sudah mereka lakukan selama 30 menit, tidak ada tanda-tanda seorang Jenderal yang berjaga.
Karena itu, Rena segera memberi tanda kepada 5 demihuman yang berpencar untuk segera melakukan penyerangan.
*Blip blip* Rena membuat kelipan cahaya kecil dari kejauhan kepada 2 demihuman singa yang sedang berada di atas pepohonan dekat perkemahan prajurit.
Demihuman singa yang melihat itu langsung saling melihat satu sama lain dan menganggukkan kepala mereka.
"Kima, kamu pergilah duluan, jangan buat panik dan lumpuhkan prajurit sebanyak yang kamu bisa."
"Aku mengerti, namun bagaimana denganmu Jay?"
"Aku akan membunuh pemanah mereka yang berjaga di menara, setelah itu aku akan memberi tanda kepada demihuman serigala untuk menyerbu."
"Baiklah, kalau begitu aku pergi." Kima dengan gesit langsung turun dari pepohonan dan masuk ke arah desa orge dengan cepat dan tidak bersuara.
Sementara jay, masuk ke dalam hutan untuk dapat mendekati menara pengawas dari titik buta mereka yaitu hutan.
...----------------...
Di sisi Kima....
Kima memasuki salah satu tenda kecil dari prajurit, dan di sana ia melihat 2 prajurit yang sedang berjaga di luar tenda.
Kima memutuskan untuk mengendap-ngendap, dan melumpuhkan kedua prajurit itu secara bersamaan.
Kima mengarahkan kedua tangannya ke arah tengkuk prajurit yang berada di depannya
*Bugh!
"Ugh!" kedua Prajurit yang terkena pukulan itu langsung pingsan dan Kima langsung menyeretnya masuk ke dalam tenda.
__ADS_1
"2 sudah tumbang, sekarang.."
Kima melihat sedikit ke luar tenda, situasinya sangatlah sepi, dikarenakan sudah malam hari dan itu adalah waktu bagi ras manusia untuk tidur.
Kima langsung keluar dari tenda prajurit yang ia tempati dan bergerak gesit dari satu tenda ke tenda lainnya, dan ketika ia merasa bahwa ia bisa melumpuhkan prajurit yang sedang tidur dengan cepat, dia langsung melakukannya.
Kima memasuki salah satu tenda prajurit yang berisikan 3 orang, meskipun itu berisiko jika salah satu dari mereka bangun, kima tetap melakukannya.
Pertama-tama, dia membuat 1 orang pingsan dengan membekap mulutnya hingga tidak bisa bernapas.
"MMGHH MGHHGGH!!!" Rintih prajurit yang tidak bernapas karena mulutnya dibekap oleh Kima.
Setelah prajurit itu pingsan, Kima melanjutkannya dengan mendekati 2 prajurit lain yang sedang tidur dan membekap kedua mulut mereka secara bersamaan menggunakan kedua tangannya hingga mereka tidak bisa bernapas.
Alhasil kedua prajurit itupun pingsan secara bersamaan.
"Phewww, 5 prajurit sudah tumbang.." Kima lansgung melanjutkannya dengan pergi ke arah tenda lain untuk melumpuhkan prajurit yang kebanyakan sedang tertidur.
...----------------...
Di sisi Jay...
*Tap,tap,tap* Jay sedang memanjat menara kayu pengawas dengan perlahan.
Setelah sudah sampai di atapnya, Jay langsung melompat ke atas dan menutup mulut prajurit yang menjaga di sana sambil membaringkannya di lantai dan membuatnya tidak bisa bernapas.
Pengawas yang berada di menara sebelah Jay, masih belum menyadari bahwa salah satu pengawasnya sudah dilumpuhkan oleh Jay, sehingga Jay dapat dengan leluasa membidik panahnya ke arah pengawas lain di sebelahnya.
Setelah membidik, Jay langsung menembakkan panahnya ke arah pegawas di sampingnya.
"Ogh!" Panah Jay mengenai leher pengawas sehingga pengawas tidak dapat berteriak dan tumbang.
"Yosh, karena semuanya sudah lumpuh.."
Karena semua pengawas sudah lumpuh, Jay langsung memberi sinyal kepada demihuman serigala yang mengelilingi desa orge untuk mulai menyerang.
Jay memberi aba-aba dengan mengambil panah yang ia curi dari prajurit pengawas, dan menembakkannya lurus menuju lonceng desa yang berada 500m darinya.
"Kalau begitu, mari kita mulai pestanya." Jay menembakkan panahnya lurus menuju bel desa di bawahnya.
*Tong!* {Suara bel desa}
Suara bel desa berbunyi, dan prajurit yang berjaga di sekitar desa bingung karena bel itu bunyi dengan sendirinya.
__ADS_1
Ketiga demihuman serigala yang mendengar itu langsung memasuki desa secara bersamaan dan menyerbu ke arah perkemahan manusia untuk mencabik-cabik mereka dengan cepat.
"Demihuman!!! siapkan senja-"
*Crosh!* Demihuman serigala mencakar leher prajurit yang berteriak hingga kehilangan banyak darah dan tewas.
Namun karena beberapa prajurit sudah mendengar bahwa ada penyerangan, mereka langsung bangun dari tenda mereka dan keluar untuk melawan demihuman.
"Demihuman!! demihu-"
*Crosh* Prajurit yang keluar dari tenda dengan cepat langsung dibersihkan dengan cakaran demihuman serigala.
"K-kenapa tidak ada yang membantu? Oi! apa kalian dengar?! demihuman datang menyerang!" Ucap salah satu prajurit.
Jika dilihat baik-baik, prajurit yang keluar dari tenda tidaklah banyak, itu karena banyak yang tewas akibat serangan mengendap yang dilakukan Kimi ketika mereka sedang tidur.
Sehingga secara tidak sadar mereka telah kehilangan banyak prajurit dan tidak dapat melawan demihuman serigala yang kekuatannya jauh di atas mereka.
"M-mundur! kita harus segera memberitahu kamp pusat-"
*Crosh!* Kimi menyobek tenggorokan prajurit di depannya.
"Hiiiii!!" Para prajurit yang melihat Kimi dengan mudahnya merobek tenggorokan prajurit merasa takut padanya.
"Yah, sepertinya ini sudah cukup, sekarang..."
Kimi mengarahkan jari jempol dan telunjuknya ke mulutnya untuk membuat siulan.
*Fwippp!!! {Suara siulan}
Rena yang masih berada di atas pepohonan, langsung mengeluarkan sihirnya ketika mendengar sinyal dari Kimi.
"Nature Tiger Garden, Summon!" Rena membuat daun di sekitar pepohonan lepas dan membentuk sebuah harimau yang hidup dari sihirnya.
Total harimau tumbuhan itu adalah 5, dan Rena langsung memberi mereka perintah untuk membinasakan seluruh manusia yang berada di kamp.
"Pergi dan buat manusia disana menderita!" Teriak Rena.
Kelima harimau tumbuhan yang mendengar itu langsung berlari menuju desa orge yang dikuasai kekaisaran dan mencabik-cabik sisa prajurit yang berada di sana.
"Hiiii!!! Harimau!!! Uaghhh!!!" Para prajurit ketakutan ketika melihat harimau tumbuhan yang mencabik-cabik mereka sehingga mereka tidak melawan dan memutuskan untuk lari.
Namun karena rute pelarian mereka sudah diblokir oleh Jay, Kimi, dan ketiga demihuman serigala lainnya, mereka tidak bisa lari kemana-mana dan hanya bisa menunggu kematian yang sudah berada di hadapan mereka.
__ADS_1
"Sepertinya ini skakmat." Jay memainkan cakarnya.
Setelah melihat sebentar ke arah para prajurit yang ketakutan, semua demihuman singa dan serigala langsung mencabik-cabik prajurit yang tersisa dan mengambil alih desa orge tanpa sepengetahuan kedua Jenderal.