
Dini hari di bagian barat Hutan...
"Semuanya kabur!" sebuah bola api melesat menuju ke arah suara itu.
*Bum! Bola api itu meledak dan mementalkan semua orang yang berada dekat dengannya.
"Manusia! pasukan manusia datang menyerang ke sini!"
"Dasar manusia terkutuk!!!"
Bagian barat hutan di mana mayoritas Ras Ogre tinggal di sana, terlihat sebuah desa besar yang dimana ogre di sana berlarian untuk menyelamatkan diri mereka dari kepungan prajurit dengan jumlah yang sangat banyak.
"Pergi ke selatan! aku dengar di sana ada desa besar dimana pemimpinnya pernah mengalahkam salah satu Jenderal mereka!" Ucap salah satu Orge.
"Jangan memedulikan itu! pertama-tama siapkan senjata kalian dulu!"
"Baik!"
Pasukan Orge langsung mengambil senjata berupa gada kayu dan beberapa senjata lainnya seperti perisai kayu dan pedang.
"Tahan mereka agar anak-anak dan lainnya bisa kabur dari sini!" Ucap kepala desa.
"Siap!" Pasukan Orge dengan berani menuju ke barisan manusia yang berada di belakang mereka dengan tekad yang membara.
"Mereka datang ke sini! siapkan panah kalian!" Ucap kapten prajurit.
"Siap!" Para prajurit yang berada tidak jauh dari Orge yang berlari ke arah mereka langsung mengarahkan panah mereka secara serentak.
"Tembak!"
Panah dilepaskan oleh para prajurit manusia dan melesat menuju pasukan Orge yang berlarian ke arah mereka.
"Siapkan perisai kalian!" Para pasukan Orge menyiapkan perisai mereka untuk memblokir proyektil panah yang melesat ke arah mereka.
Namun karena tubuh Orge yang terbilang besar, beberapa panah tetap mengenai beberapa tubuh mereka.
"Cih! jangan takut! ayo kita terus maju!" Ucap kepala desa.
"Baik!" Para pasukan Orge melanjutkan serbuan mereka ke arah pasukan prajurit.
Kapten prajurit yang melihat itu langsung segera memerintahkan bawahannya.
"Siapkan panah kalian lagi! untuk garda depan, tahan mereka!"
"Baik! Pasukan pemanah kembali mengarahkan panah mereka ke arah Orge, sementara barisan depan yang menggunakan pedang dan perisai maju ke arah Orge untuk menahan mereka.
Pasukan prajurit dan Orge pun saling beradu senjata.
Namun karena pasukan Orge mempunyai badan yang lebih besar sekaligus senjata yang 2x lipat lebih besar dibandingkan manusia, mereka bisa mengalahkan beberapa manusia sekaligus dengan sekali layangan.
"Terus maju! target kita adalah pemanah mereka!" Ucap kepala desa sambil mengarahkan gada kayu besarnya ke arah pasukan prajurit.
__ADS_1
"Tembak!" Seru kapten prajurit.
Panah dilepaskan ke arah Pasukan Orge yang sedang melawan prajurit garda depan.
"Gunakan tubuh mereka sebagai perisai!" Seru kepala desa.
"Baik! para Orge langsung mengambil beberapa mayat prajurit yang mereka kalahkan untuk menutupi tubuh mereka dari panah yang datang ke arah mereka.
"Dasar keji! menggunakan mayat sebagai perisai, Siapkan panah lagi untuk mereka! " Ucap Kapten prajurit.
"Gunakan mayat mereka dan lemparkan ke arah pemanah di sana!" Seru kepala desa.
"Baik! Para Orge langsung mengambil beberapa mayat prajurit yang tergeletak di tanah dan melemparkannya ke arah pemanah.
"Menghindar!" Para pemanah menghentikan tarikan panah mereka dan memutuskan untuk menghindari tubuh mayat rekan mereka yang dilemparkan ke arah mereka.
*Bruk bruk.* Beberapa pemanah terkena lemparan itu dan jatuh.
"Serbu mereka!!!" Teriak kepala desa
"SERBU!!!!" Balas pasukan Orge.
Pasukan Orge langsung berlari ke arah pasukan manusia yang sudah kehilangan formasi mereka.
"Cih! mundur! semuanya mundur!!" Ucap Kapten prajurit.
"Tidak akan kubiarkan!" Salah satu Orge yang berada paling dekat dengan pasukan prajurit langsung meloncat ke arah Kapten prajurit yang berada tidak jauh darinya dan menangkap kakinya.
"Tidak akan kulepaskan, dasar manusia rendahan." Orge itu mengarahkan gada kayu besarnya ke arah Kapten prajurit.
Namun sesaat sebelum Orge itu mengarahkan gada besarnya arah Kapten prajurit...
*Slash
"Eh?" Kepala Orge yang mengarahkan gada itu putus dari lehernya dan melayang di udara
*Slash Slash Slash
Begitupun dengan Pasukan Orge yang berada di belakangnya, semua kepalanya putus dalam sekejap dari leher mereka.
"Jenderal kita datang membantu! kita sudah pasti akan menang!!" Seru Kapten prajurit.
Kepala desa Orge yang melihat kepala bawahannya terputus dalam sekejap, membelalakkan matanya karena tidak mengerti apa yang terjadi.
"A-apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Kepala Desa Orge.
"Hadehhh, lagi-lagi mangsa yang mudah ya? membosankan." Ucap seseorang yang berada dari belakang kepala desa.
"?!" Kepala desa Orge langsung mengarahkan pandangannya ke belakangnya untuk melihat ke asal suara itu.
"S-siapa kamu?!" Teriak Kepala Desa.
__ADS_1
Seseorang dengan armor emas dan topeng emas yang menutupi kepalanya, disertai 2 bilah pisau yang terpasang di kedua pinggulnya, salah satunya sedang dilemparkan oleh tangan kanannya seolah sedang dimainkan.
"Heh, siapa aku? untuk apa aku harus memberitahukan namaku kepada seorang Orge rendahan yang akan mati?" Ucap Reinar.
Kepala desa Orge merasakan bahaya yang berada pada orang di depannya, membuat ia gemetaran ketika merasakannya.
Namun ia segera memberanikan diri lagi, dan langsung memegang erat-erat gada kayunya lalu maju ke arah Ksatria beramor emas itu dengan berteriak.
"Aku tidak akan MUNDUR! TERIMA INI!!!" Kepala desa Orge berlari ke arah Reinar dan mengarahkan gada besarnya ke arahnya.
*Slash!
Namun tepat ketika gada itu diarahkan ke Reinar, tangan kanan Orge yang memegang gada kayu itu seketika putus.
Kepala desa Orge pun merintih kesakitan karena itu.
"Ck-ck-ck, membosankan sekali." Reinar menebaskan pisau nya sekali ke arah Kepala Desa Orge.
*Slash!
Tangan kiri Orge seketika putus setelah terkena tebasan itu.
"Ugghhhh!!!! bagaimana bisa..kamu-"
"Diam." Reinar mengarahkan pisaunya ke kedua kaki Orge yang tersisa.
*Slash! Seketika kedua kaki Orge putus karena tebasan itu.
*Bruk! tubuh kepala desa Orge terjatuh.
Kepala desa Orge yang kehilangan kedua tangan dan kakinya merintih kesakitan dengan kepala yang menghadap ke tanah.
"Bahkan setelah kehilangan semua tangan dan kakimu kamu belum mati? dasar Orge keras kepala." Reinar mengangkat bilang pisaunya dan mengarahkannya ke arah kepala Orge.
Kepala Orge merintih kesakitan, namun ia segera mengubah wajahnya menjadi tersenyum dan menghadap ke Reinar.
"Kukuku, jangan kira ini akan berakhir, segala perbuatan yang kamu lakukan pada kami... kamu akan merasakannya kembali!" Ucap Kepala Desa Orge.
Reinar tertawa kecil mendengar perkataan Kepala Desa Orge yang sekarat.
"Kukuku, benarkah? kalau begitu baguslah. Karena aku menantikan musuh yang dapat membuatku terpojok selama ini." Ucap Reinar sambil tersenyum.
"Dan ketika kamu bertemu dengan orang itu, maka itu adalah akhir bagimu." Ucap Kepala Desa Orge.
Reinar hanya tersenyum mendengar perkataan Orge.
Lalu dia memutar-mutar pisau dia sebentar, dan mengarahkan bilahnya ke arah Kepala Desa Orge yang berada tepat dibawahnya.
"Selamat tinggal." Reinar mengarahkan bilah pisau itu ke arah kepala desa Orge yang berada di bawahnya.
*Crosh! Kepala desa Orge seketika mati setelah terkena tusukan itu.
__ADS_1
"Aku menantikan pertemuan ku dengan orang yang kau bicarakan itu." Ucap Reinar sambil melihat ke arah kepala Orge yang sudah tertusuk dengan pisaunya.