
Kekaisaran Flemish telah menguasai semua wilayah hutan kecuali selatan yang merupakan tempat di mana desa Ryuuji berada.
Dan semua sisa ras yang berhasil menyelamatkan diri mereka dari kejaran Kekaisaran Flemish, berkumpul di desa Ryuuji untuk mendapat perlindungan.
"Master, Laporan mengatakan bahwa ada sekitar 600 orang yang mengungsi ke sini." Ucap Rena yang berada di samping Ryuuji
"Begitu ya? jumlahnya sepertinya cukup banyak, apakah kita bisa menampung mereka semua?" Tanya Ryuuji.
"Bisa, namun untuk sementara mereka akan tinggal berdesakan di kamp yang sudah disediakan khusus untuk pengungsi, karena untuk rumah sepertinya akan memakan waktu yang cukup lama."
"Begitu ya? kalau begitu aku akan ke sana untuk membuatkan mereka rumah nanti, untuk laporan pengintaian, apakah sudah ada laporan dari grup pengintai?"
"Sudah Master, untuk kekaisaran Flemish, sekarang mereka telah sepenuhnya mengalokasikan semua pasukan mereka di Utara, timur dan barat untuk mengepung kita. Karena itu sepertinya kita harus membagi pasukan kita untuk melindungi desa dari 3 arah."
"Aku mengerti, kalau begitu persiapkan pasukan untuk berjaga di sekitar desa, aku akan pergi ke kamp pengungsian untuk membantu mereka."
"Baik."
Ryuuji pun langsung pergi menuju kamp pengungsian untuk membantu membuatkan rumah untuk pengungsi yang mengungsi di desanya.
...----------------...
"Master!" Demihuman di desa yang melihat Master mereka datang, langsung berlutut untuk memberikan hormat.
Berbagai ras yang berkumpul di kamp pengumpulan yang melihat pun langsung mengikuti mereka dengan berlutut juga untuk memberi hormat kepada Ryuuji.
Ryuuji yang dulunya tidak terbiasa diperlakukan dengan hormat seperti itu, sekarang sudah sepenuhnya beradaptasi.
"Angkat kepala kalian, apakah ada yang bisa memberitahuku dimana penanggung jawab kamp ini?"
"Ah, itu saya Master." Ucap seorang demihuman singa yang berdiri sehabis berlutut.
"Jadi kamu ya, apakah kamu bisa memberitahuku siapa namamu?"
"Nama saya Lios Master."
"Lios ya, kalau begitu..apakah kamu bisa memberitahuku di mana letak tanah kosong di sekitar kamp pengungsian?" Tanya Ryuuji.
"Tentu saja saya bisa memberitahunya, namun jika saya boleh tahu, apakah Master ada keperluan di sana?" Tanya Lios
"Ya, aku ingin membantu pengungsi di sini untuk mendapat tempat berteduh yang layak, jadi aku berniat untuk membuatkan mereka rumah untuk mengungsi."
"B-b-begitu ya?" Lios tergagap karena mendengar Master mereka berniat untuk membuatkan rumah untuk para pengungsi.
Para pengungsi yang mendengar itu pun juga membelalakkan mata mereka karena terkejut.
Itu karena para ras yang berada di luar desa belum pernah melihat Ryuuji melakukan penciptaan, sehingga mereka masih belum tahu seperti apa penciptaan itu.
__ADS_1
Lios yang sudah mendengar tujuan Ryuuji, langsung segera mengarahkannya ke tanah kosong.
"Kalau begitu silahkan ikuti saya." Ucap Lios sambil mengarahkan Ryuuji ke tanah kosong.
"Tentu."
...----------------...
Setelah sampai, beberapa pengungsi yang penasaran mulai memenuhi tanah kosong karena penasaran dengan yang akan dilakukan oleh Ryuuji.
Ryuuji membiarkan mereka, namun dia memperingatkan bahwa jangan ada yang menghalanginya dalam membuatnya, karena mungkin itu akan memperlambatnya.
"Kalau begitu aku akan mulai dari sini." Ryuuji mengarahkan tangannya ke salah satu lahan kosong di depannya.
"Creation"
[Mengkonfirmasi penciptaan]
[Jenis Penciptaan : Bangunan]
[Jenis Bangunan : Rumah kayu]
[Jenis Material : Sudah ditetapkan dalam imajinasi]
[Ukuran : Sudah ditetapkan dalam imajinasi]
[Mulai memproses penciptaan]
[Penciptaan berhasil dilakukan]
Partikel berjumlah banyak mulai menyatu menjadi satu dan mengeluarkan cahaya terang.
Dan ketika cahaya itu menghilang, sebuah rumah kayu luas berlantai dua terlihat di tempat yang tadinya adalah lahan kosong.
Berbeda dengan rumah kayu yang biasa ia buat, kali ini ia membuat rumah kayu yang lebih luas dan memiliki 2 lantai.
"Woah, apa-apaan itu tadi?"
"Apakah ada kemampuan semacam itu di dunia ini?"
"H-hebat sekali."
Para ras yang belum pernah melihat Ryuuji melakukan penciptaan sebelumnya, mulai berbicara satu sama lain karena terkesima dengan kemampuan Ryuuji.
Demihuman yang tinggal di desa Ryuuji pun juga terkesima ketika melihat Master mereka dapat melakukan hal hebat seperti itu.
"Seperti yang diduga dari Master, segala hal dapat dilakukan olehnya!" Ucap Lios.
__ADS_1
Ryuuji hanya mengabaikan perkataannya dan mulai berjalan ke arah lahan kosong lain.
"Creation."
Setelah membuat 3 rumah sama yang berlantai dua, Ryuuji berbicara kepada ras pengungsi agar segera memindahkan seluruh barang bawaan mereka untuk dipindahkan ke rumah yang dibuatnya, dan ia juga meminta Lios untuk menyiapkan penjaga di sekitarnya untuk berjaga-jaga apabila ada sesuatu yang terjadi.
Ryuuji pun segera kembali ke gedung balai kota untuk mempersiapkan rencananya dalam menghadapi kekaisaran Flemish.
"Rena, aku sudah kembali." Ucap Ryuuji.
Rena yang sedari tadi sedang sibuk selagi mengurusi tumpukan dokumen yang seharusnya dikerjakan Ryuuji, melihat ke arah Ryuuji sekilas lalu mengarahkan pandangannya lagi ke dokumennya.
"Ah, Master, selamat datang kembali."
"Aku baru saja selesai membuat 3 rumah 2 lantai untuk para pengungsi, sepertinya mereka juga menyukainya." Ucap Ryuuji
Rena menghentikan kegiatan menulisnya sebentar setelah mendengar ucapan Ryuuji.
"M-master, aku memang pernah melihatmu melakukan ini sebelumnya tetapi, apakah Master tidak merasa lelah setelah membuat rumah sebanyak itu?" Ucap Rena.
"Ah, tentang itu ya? sebenarnya staminaku benar-benar sudah meningkat pesat sejak terakhir kali aku membuat rumah, bahkan setelah membuat 3 rumah pun aku masih belum merasa lelah."
"B-begitu ya, sepertinya Master memang sudah bertambah kuat ya."
"Sudah kubilang dari dulu bukan?" Ryuuji mengambil duduk di salah satu kursi tamu.
Setelah hening beberapa saat, Ryuuji langsung melanjutkan topiknya untuk membahas mengenai rencananya dalam menghadapi Kekaisaran Flemish kedepannya.
"Rena, mengenai kekaisaran Flemish, aku sudah memikirkannya, bahwasannya aku akan melakukannya seperti dulu, yaitu aku akan menyerang mereka secara pribadi sementara kalian melindungi desa."
Rena sekali lagi menghentikan kegiatan menulisnya setelah mendengar ucapan Ryuuji.
"Master, kita tidaklah selemah dulu lagi. Jadi tolong jangan anggap kita masih belum cukup kuat untuk melawan mereka."
"Aku tidak bermaskud begitu, hanya saja aku ingin menghindari korban sebanyak mungkin yang kubisa, jadi aku berpikir bahwa jika aku yang menyerang sendiri itu akan bag-"
"Kalau begitu pilihlah beberapa demihuman yang akan ikut denganmu."
"Eh?"
"Pilihlah beberapa dari demihuman yang kusarankan untuk ikut dengan master, dengan begitu maka kita juga akan berpartisipasi dalam menyerang dan bukan hanya bertahan di desa saja."
Ryuuji sedikit memikirkan perkataan Renna sebentar sebelum menjawabnya.
"Baiklah, aku akan mengikuti saranmu, tetapi jika bisa tolong pilih yang benar-benar berpengalaman dalam bertarung, jika tidak..."
"Serahkan pada saya." Ucap Rena yakin.
__ADS_1
Ryuuji pun memutuskan untuk mempercayai Rena
"Kalau begitu aku serahkan padamu." Ucap Ryuuji.