
"Mereka hanya bertiga, hajar mereka! " Seorang manusia ikan berteriak.
Lalu yang lain pun mulai berlari ke arah tiga orang itu.Melihat anak buahnya yang gegabah, Arlong tidak menghentikan mereka. Dia ingin menguji kekuatan lawan, dan diam-diam mengambil sebuah pedang dengan gerigi ditiap sisinya.
"Ayo maju kalian! " Balas Galand.
"Kebetulan aku ingin menguji kekuatan baruku hehehe"
Tapi saat Galand akan melangkah, sebuah tangan terentang dan berusaha menghentikan nya.
"Tidak perlu menggunakan itu pada cecunguk seperti mereka, menghadapi lawan kecil adalah tugas haoshoku"
Dengan senyum kejam, buggy melangkah pelan menghadapi belasan manusia ikan bertubuh kekar. Tanpa rasa takut, buggy mengeluarkan aura biru tua dari seluruh tubuhnya. Seperti sebelumnya, setiap lawan yang terkena langsung kehilangan kesadaran mereka. Berjatuhan seperti daun kering di musim kemarau.
*Bugh.. bugh... bugh....
Keringat dingin menetes dari dahi Arlong, melihat semua anak buahnya jatuh tanpa sebab.
'Sial, kenapa monster seperti dia datang ke East blue? ' saat ini Arlong mulai panik.
"Kau kapten mereka? sebagai kapten, bagaimana dengan berduel? kau juga berasal dari grand line kan? ku harap kau bisa membantu melepas stress hehehehe" Buggy tertawa ketika melihat ekspresi pahit Arlong.
"Jangan menekuk wajah jelekmu, kau akan membuat anak-anak menangis " ejek Buggy.
Mendengar ejekan lawan didepannya, ketakutan dihati Arlong berubah menjadi amarah. Sekarang harga diri manusia ikan sedang dipertaruhkan, bagaimana ia bisa takut?
"Cukup dengan omong kosongnya hidung merah sialan! " balas Arlong.
"Siapa yang kau sebut hidung merah dasar hidung gergaji" umpat Buggy kesal sambil menghentakkan kakinya ke tanah dengan kesal.
"Awalnya aku ingin sedikit bermain-main, tapi karena kau sudah tidak sabar untuk mati maka..... "
Sebelum kalimatnya selesai, Buggy menghilang dari sana dan muncul dibelakang Arlong. Dan langsung memberi pukulan berlapis busoshoku no haki ke perut Arlong dari belakang.
*jleebb
(gehem, author gak tau sfx yang cocok)
Tangan Buggy menembus tubuh Arlong dengan mudah. Darah terus menetes dengan jumlah besar.
Arlong yang terlambat bereaksi, merasakan rasa sakit parah di perutnya sontak kaget. Setelah menyadari bahwa ia telah terluka begitu parah, ia baru menyadari perbedaan tingkat kekuatan antara kedua kapten itu.
__ADS_1
'Sial, berapa lama aku meninggalkan grand Line? sejak kapan seseorang sekuat dia bisa muncul di laut terlemah ini? '
Dengan tanda tanya dan ribuan penyesalan, Arlong kehilangan nyawa nya dihadapan para manusia yang selama ini ia teror.
*Bugh
Tubuh besar Arlong terjatuh ke tanah dibawah tatapan warga desa. Saat ini orang-orang bersuka cita dihati mereka, namun mereka tidak berani menunjukkan nya karena masih ada kelompok bajak laut yang bahkan lebih kuat dan menakutkan dari kelompok
"Hhmm.... beginikah perasaan sakazuki ketika membunuh Ace? " Buggy bermumam pelan.
"Kerja bagus kapten" Dua rekannya datang dan mengangguk pada Buggy.
Lalu Buggy melihat para warga yang terdiam.
"Apa? beginikah cara kalian menyambut orang yang membantu kalian? " teriak Buggy dengan senyum lebar.
Seketika para warga yang mendengar pun bersorak-sorai, dan malam itu sebuah perjamuan besar-besaran diadakan. Berkat Buggy, desa mereka terbebas gangguan bajak laut manusia ikan. Para warga sangat berterimakasih padanya dan memberikan makanan dan banyak barang untuk persediaan kapal.
***********
"Disini, kalian bisa tinggal sampai hari keberangkatan kalian. Tolong jangan sungkan untuk meminta pada kami jika kalian membutuhkan sesuatu" ucap pria paruh baya yang dikenal sebagai Gen-san
"Gen-san, tidak perlu repot-repot. Kami tidak ingin menyusahkan kalian lebih dari ini, Terima kasih banyak atas bantuan kalian" ucap Buggy dengan senyum ramah.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan pulang dulu.... Ah Bellemere, kau disini" ketika Gen-san berbalik, perempuan bernama Bellemere sudah berdiri dibelakangnya.
"selamat siang Gen-san" sapa Bellemere.
"Ouh, selamat siang bellemere. Ada apa? kau mencariku? " tanya Gen-san.
"Tidak, aku ingin bicara dengan kapten itu" balas Bellemere.
"Uh, baiklah kalau begitu aku akan pulang dulu" setelah pamit Gen-san pergi.
Sementara itu, Buggy yang masih diam di ambang pintu memberi jalan biar Bellemere bisa masuk lalu ia menutup pintunya.
Di ruang tengah, dua orang telah menunggu didekat kursi kayu. Buggy duduk ditengah sedangkan kedua rekannya berdiri disamping kiri dan kanannya. Lalu Bellemere pun ikut duduk, melihat mereka menunggunya untuk berbicara, ia pun berkata-
"Tolong izinkan aku bergabung! " sambil menekan dahinya ke meja, Bellemere memohon.
"Pada saat perjamuan malam tadi, aku sudah menolak bukan? " Buggy menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Tolong..... aku ingin membalas hutang budi ini"
"Sudah kubilang, cukup beri kami beberapa jeruk maka kau sudah memba-"
"Bagaimana bisa? kehidupanku dan dua anakku tidak bisa ditukar dengan beberapa jeruk! " teriak bellemere sambil menekan meja.
"Tujuan kami adalah menuju puncak dunia, dan kau terlalu lemah........
Kematian rekan tim adalah hal terakhir yang ingin ku lihat" balas Buggy dengan tatapan serius dimatanya.
"Dan kau bahkan lebih tua dari Galland yang merupakan anggota tertua kelompok kami, melatihmu akan terlalu merepotkan bahkan jika aku memberimu buah iblis. Lebih baik aku menggunakan sumber daya untuk melatih anggota yang lebih muda dan berpotensi" lanjut Buggy.
"Kalau begitu, aku saja yang bergabung"
Tiba-tiba suara yang kekanak-kanakan muncul.
"Nami!" mendengar suara itu membuat Bellemere terkejut.
"Aku masih muda, dan aku ahli dalam membuat peta. Aku bisa menjadi navigator kapalmu, tolong biarkan aku membayar hutang kami! " tanpa menghiraukan bellemere, nami menatap Buggy.
"Heh, kau masih terlalu muda. Aku tidak berminat untuk mengasuh anak kecil
Tapi begini saja...... kumpulkan 100 juta berrys ,aku akan memberimu waktu selama 10 tahun.Dan kau juga harus membuat peta seluruh East blue, Pada saat itu aku akan menjemput mu jika kau berhasil"
'Anak ini akan berguna dimasa depan' Buggy menyipitkan matanya.
"Baiklah, aku akan mengumpulkan banyak uang, jadi jangan tarik janjimu" dengan senyum penuh kemenangan nami Membusungkan 'dadanya'.
"Hehehehe, kau berniat menagih janji pada bajak laut? hahahaha tidak masalah, kita lihat seberapa mampu kau" Buggy langsung tertawa mendengar ucapan bocah berambut Oranye didepannya.
********
Setelah nami pergi, Bellemere melihat ke orang berhidung merah didepannya.
"Kenapa..... kenapa kau mengizinkan anak itu? " tanya bellemere.
"Kenapa tidak? dia anak baik dan memiliki sedikit potensi, paling tidak ia akan jauh Melampaui mu dimasa depan hahahaha"
"ouh, dan untuk 100 juta berry itu, aku tidak berniat mengambilnya. Uang itu adalah hasil kerja kerasnya, tentu itu akan menjadi miliknya. Dan alasan kenapa aku membuat syarat seperti itu adalah untuk melihat tekad dan kemampuan miliknya, entah bisa bergabung dengan kami atau tidak, itu semua tergantung kemampuannya"
"Baiklah.... jika.... jika saja ia bergabung dengan kelompok kalian,tolong jaga ia dengan baik" sekali lagi Bellemere menundukkan kepalanya pada Buggy.
__ADS_1