System:The Deadly Clown

System:The Deadly Clown
Melphisa


__ADS_3

"Ku rasa tidak perlu banyak basa-basi"


Dengan kilauan cahaya dari tebasan pedang, gelombang aura hijau terbang ke arah kapal angkatan laut dan langsung membelah kapal berukuran sedang itu.


*Bruaakss


*Brur..byur..


Kapal terbelah menjadi beberapa potongan, air laut dicemari oleh darah, rum dan benda asing lain.


Tidak banyak kru yang selamat, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan memegang pecahan kapal agar tidak tenggelam.


"Bagaimana dengan yang tersisa? " ujar ular raksasa di kaki perempuan itu.


"Jangan repot repot dengan ampas angkatan laut itu, lanjutkan tugas yang diberikan kapten secepatnya" suara perempuan muda terdengar.


*************


3 hari kemudian, di markas besar angkatan laut, Marine ford.


Ruang Marsekal, Sengoku sedang membaca beberapa lembar kertas yang baru ia Terima beberapa waktu lalu. Di bagian lain dari meja, ada seekor siput Oranye sedang memberi laporan terkait.


"Lakukan penyelidikan secepatnya mengenai validitas kertas kertas ini " ujar Sengoku.


"Baik Marsekal" jawab suara dari siput telekomunikasi.


*biip... bip


Tak lama kemudian siput tertidur tanda telepon telah terputus.


"Apakah perlu menyelidiki kebenaran laporan itu? " Seorang pria paruh baya sedang makan cemilan sambil menggali 'emas' bertanya dengan wajah bosan.


"Ini sesuatu yang diberikan oleh bajak laut, seharusnya kita tidak bisa percaya begitu saja. Tapi mengingat fakta kita mengetahui kegelapan pemerintah dunia dan angkatan laut, sudah cukup untuk mengetahui benar atau tidaknya hal-hal yang tertulis disini" ucap Sengoku.


Garp yang sedang bersantai hanya mengangkat bahu dan terus melanjutkan makan. Sementara Sengoku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dan lanjut memeriksa bukti bukti kejahatan yang ia Terima.


Ironisnya, laporan ini adalah bukti kejahatan seorang anggota angkatan laut yang dikirim oleh kelompok bajak laut. Kelompok yang harusnya menjaga kedamaian justru membuat banyak orang menderita sedangkan bajak laut yang dikenal sebagai pembawa kericuhan justru dianggap sebagai pahlawan oleh penduduk pulau.


"Buggy..... ini pertama kali nya ia menyerang angkatan laut terang-terangan. Aku ragu apakah masih ada kemungkinan untuk merekrut nya kepihak kita"


"Yaaah.... lagipula penyerangan ini memiliki alasan yang cukup jelas dan masuk akal, tapi kita tetap harus menaikan harga buronan nya" suara muda yang familiar terdengar.


SaKazuki yang baru saja berbicara setelah menutup pintu, masuk bersama dua rekan lainnya Kuzan dan Borsalino.


"Kau masih berniat membawa masuk bajak laut itu kepihak kita? " tanya Kuzan sambil menaikan penutup matanya.


"Aku tidak peduli dengan orang itu, aku hanya ingin tahu kenapa kami bertiga dipanggil ke sini" ucap Kizaru yang sedang menyeruput kopi disamping Garp, tak ada yang tau bagaimana ia bisa ada disana.


*kreekk


Suara pintu terbuka menyela perbincangan mereka.Dan orang yang datang adalah Laksamana Madya, tsuru.


"Baiklah, karena semua orang telah tiba, ku rasa kita bisa memulai rapat sekarang" Ujar Sengoku, lalu ia mengangguk pada Tsuru untuk melanjutkan.


"Pertama yang kita bahas kali ini adalah kelompok bajak laut rambut merah" Sedikit melirik Garp lalu Tsuru lanjut berkata.

__ADS_1


"Seperti yang diduga, keberadaan mereka sangat sulit untuk dideteksi. Bahkan setelah pencarian besar-besaran, berdasarkan data terakhir, mereka terlihat disekitar East Blue namun setelah itu tidak ada kabar lain."


"Yang kedua, kekacauan di North Blue terus berlangsung hingga sekarang. Banyak bajak laut baru berdatangan, sehingga cabang cabang disana kewalahan dan meminta bantuan markas"


"Yang ketiga,perekrutan oka shicibukai. Hingga sekarang hanya 1orang yang menanggapi panggilan yaitu sang buaya pasir, crocodile. Sedangkan yang lain belum memberi respon apapun. Baiklah itu saja" Ujar Tsuru.


"Etoooo.. " Kizaru tiba-tiba mengangkat tangannya yang membuat semua orang diruangan memperhatikan orang ini. Padahal biasanya ia bahkan tidak ikut bicara pada rapat seperti ini dan memilih untuk tidur.


"Kenapa hanya ada kita? kenapa para letnan jenderal dan yang lainnya tidak ikut rapat? " tanya Kizaru.


"Hanya kita sudah cukup, lagipula rapat kali ini bukan rapat resmi dan keberadaan mereka tidak diperlukan" Bukan tsuru yang menjawab melainkan Marsekal Sengoku.


"Oh.. " setelah mendengar itu, Borsalino lanjut menyeruput kopi sambil mengangkat kaki keatas meja. Sedangkan yang lain hanya mengabaikan orang malas itu.


"Untuk masalah akagami,tarik semua pasukan pencari dan perintah mereka untuk memperkuat North blue. Bagaimanapun aku cukup skeptis dengan hasil pencarian itu, Sakazuki dan Garp akan memimpin operasi ini" ujar Sengoku.


Akainu yang mendengar itu mengerutkan kening namun tidak mengatakan apapun. 'Sebenarnya misi ini cukup aku sendiri, tidak perlu wakil Laksamana Garp untuk ikut, tapi mungkin Marsekal punya ide sendiri' fikir sakazuki.


"Kuzan, kau bertugas menjaga markas kali ini"


Tidak sahutan dari Aokiji yang sedang bersantai mengenakan penutup mata khasnya.Sejak kembali dari Ohara, Kuzan yang selalu bersemangat dalam penegakkan keadilan menjadi sangat lamban dan malas, itu semua karena keadilan dihatinya begitu terguncang bahkan setelah 'dibimbing' oleh Sengoku waktu itu.


"Lalu Borsalino, kau akan menemui calon Shicibukai berikutnya" ucap Sengoku sambil melirik orang berpakaian serba kuning yang terus mengabaikan rapat.


"Hoooh...? dan siapa itu? " tanya Kizaru dengan ekspresi tidak peduli.


"Orang yang baru baru ini membuat kerusuhan di East Blue" Balas Sengoku.


*********


*Tsiiing


Diseluruh pulau, pemandangan dimana banyak mayad bertebaran bersimbah darah, pertarungan brutal antar bajak laut dengan gila merenggut kehidupan lawan mereka.


Pulau kecil yang awalnya tenang berubah menjadi medan perang .


Langit senja yang awalnya mulai redup kembali terang karena api yang menjalar diantara bangunan. Teriakan gila bajak laut terdengar silih berganti, setiap detik akan ada tubuh penuh darah yang tumbang dan akhirnya akan diinjak oleh orang lain hingga tidak dapat dikenali.


Sementara itu di atap sebuah bangunan yang belum tersentuh oleh api, berdiri 3 orang yang sedang membawa sepasang pria dan perempuan yang relatif muda.


"Galand, bawa mereka ke tempat aman dulu sedangkan kau Arshia, ikuti aku karena kita akan memulai pembantaian. Bunuh mereka secepat mungkin untuk mencegah bertambahnya korban sipil" ujar Buggy


Dengan bergabungnya Buggy dan Arshia dalam perang, bagai serigala memasuki kawanan domba. Setiap bajak laut yang terlambat lari, semuanya terbunuh dengan kejam. Bagai mahakarya dewa kematian, seluruh pulau dipenuhi aura mematikan yang membuat siapapun kesulitan bernafas.


**************


Di sebuah rumah dekat pinggir pulau, cahaya redup dari bulan yang menerangi langit malam.


Dua mayat tergeletak bersimbah darah, 1 pria dengan seragam Marinir dan seorang perempuan paruh baya yang telah kehilangan kedua lengannya. Didekat sana, ada seorang gadis kecil memegang pisau panjang melengkung di tangan kiri dan senjata api jenis flintlock. Dengan tatapan mata yang kosong namun ada secercah kebahagiaan.


Dikelilingi oleh 4 pria garang yang terlihat seperti bajak laut, menatapnya dengan kejam dari atas kepala hingga kakinya.


Melphisa, gadis 11 tahun, putri seorang perwira Marinir sedang berhadapan dengan 4 bajak laut kejam. Namun tidak ada rasa takut atau sedih atas kematian kedua orang tuanya, dia membalas tatapan para bajak laut dengan tatapan sinis.


"Aaaarrggghhhh"

__ADS_1


Dengan teriakan keras penuh kebahagiaan, dia menerjang lawan bersama pisau panjang dan flintlock yang kosong.


***********


"Hei, pakaian ini sepertinya tidak asing"


"Kalian pernah bertemu, kapten? "


"Ouh aku ingat, pakaian seperti inilah yang sering dipakai oleh kelompok babi surgawi itu. Pantas saja aku merasa pernah melihat nya hahahahaha" tawa tidak sopan bergema disudut medan perang.


Sebuah mayat gendut berpakaian aneh berwarna putih degan bola kaca terpasang dikepalanya tergeletak dibawah kaki dia orang itu.


"Sepertinya ada bajak laut yang cukup berani untuk membunuh naga surgawi (tenryuu bito) ya, harusnya tidak lama lagi pasukan angkatan laut beserta seorang jenderal akan datang"


"Yah keberanian dan kebodohan itu beda tipis, ayo bawa benda ini dan serahkan pada angkatan laut"


"Eh? bukankah itu akan membuat kita dicurigai sebagai pembunuhnya? Seorang jenderal angkatan laut akan membunuh kita!! " suara penuh kecemasan terdengar.


"Huh, kenapa harus takut? aku sudah lama tidak bertarung dengan lawan kuat, ini adalah kesempatan bagus, jadi jangan banyak bicara" Setelah mengatakan itu, dia menyeret mayat itu dengan kasar.


Namun tidak jauh dari situ, sang kapten mendengar sesuatu dan sontak berjalan ke arah sumber suara tanpa ragu karena ia baru melihat 'pemberitahuan'.


[Ding~ Anda mendapatkan misi]


[Terima gadis bernama Melphisa sebagai murid dan jadikan ia yang terkuat didunia]


[Hadiah :??? ]


[Hukuman kegagalan misi:??? ]


'Eh? kenapa aku harus menjadikannya yang terkuat? aku fikir akulah yang akan menjadi yang terkuat kenapa malah sekarang berubah begini? '


Saat ini kepala Buggy sangat bingung karena tingkah sistem, bukankah tujuan awalnya untuk berada di puncak dunia? jika ada yang lebih kuat darinya, masih bisakah ia?


[Tenang host, sistem telah memperhitungkan semuanya]


[Dengan menjalin hubungan guru-murid, sistem dapat menjamin bahwa murid host tidak akan berkhianat dan balik melawan]


[Perlu diingat bahwa berada di puncak dunia, membutuhkan partner kuat yang bisa berbagi beban dalam berjalanan, jangan pernah bepikir bahwa anda bisa berdiri dengan kuat dipuncak sendirian]


Buggy tidak banyak berfikir dan terus melangkah.Setelah beberapa saat, ia melihat seorang gadis kecil dengan tubuh penuh darah, namun sepertinya itu bukan darah miliknya tapi milik orang lain.


Disekitarnya ada beberapa mayat yang tidak bisa dikenali,seluruh tempat terlihat seperti disapu oleh badai berdarah yang brutal.


Sebelum Buggy melangkah lebih jauh, sebuah suara terdengar.


"Ayahku selalu melecehkanku tiap malam, namun ibu tidak pernah berusaha untuk menghentikannya.Sebaliknya, ia malah memukuli ku karena cemburu setiap kali ia melihat ayah menggauli kuku dan semua itu terus terulang setiap hari.


Tapi ketika kami diluar, kami bertingkah seperti keluarga bahagia pada umumnya, itu membuatku terus tertekan dan putus asa, tidak ada yang bisa membantu, hanya bisa meratap setiap saat.


Namun ketika aku melihat adik kecilku dibunuh oleh ayah,saat itulah emosi yang terpendam akhirnya meluap dan pada akhirnya aku berhasil mengatasi itu, aku telah membunuh mereka dan membalas apa yang telah mereka perbuat.


Apakah ini sebuah dosa?


Apakah aku bersalah?

__ADS_1


Apakah aku lebih baik tetap diam dan menerima perlakuan itu?


Apakah aku masih bisa dimaafkan? "


__ADS_2