System Yggdrasil : Sang Penguasa Pohon Kehidupan

System Yggdrasil : Sang Penguasa Pohon Kehidupan
33. Tuan Muda keluarga Liu


__ADS_3

Itu semua karena anaknya tidaklah berbakat dalam kultivasi di usianya yang saat ini terbilang dewasa di hanya berada di tahap jalan kesengsaraan.


Sedangkan pangeran kedua atau bisa dikatakan adiknya dia sudah berada ditahapan kaisar bintang sembilan.


Pangeran pertama dapat berkultivasi entah mengapa untuk melakukan kenaikan sangatlah lambat.


Hingga membuat pangeran kedua iri, walau pangeran pertama layaknya sampah tetapi diperlakukan secara istimewa oleh ayah dan ibunya.


Sedangkan pangeran kedua diperlakukan biasa saja.


Itu awal konflik terjadinya kudeta di kekaisaran Han.


Hal yang membuat rakyat dari kekaisaran Han tak mempermasalahkan pangeran pertama yang bukan pendekar menjadi raja selanjutnya adalah karena perlakuannya terhadap mereka.


Pangeran pertama benar benar mendengar keinginan rakyatnya.


Sedangkan pangeran kedua memiliki sifat layaknya seorang bos, apa yang dia inginkan harus dapat. Arogan dan sombong.


Disisi lain ada beberapa bangsawan yang tidak menyukai sikap pangeran pertama yang seperti itu, sehingga bangsawan tersebut mendukung pangeran kedua untuk naik tahta.


****


Dua hari telah berlalu


Pangeran pertama telah tiba di desa teratai, namun mereka tidak terlihat mencolok.


Hanya layaknya pendekar biasa tetapi dijaga oleh pengawalnya, sehingga banyak pendekar menganggap bahwa ia hanyalah seorang anak bangsawan ditambah dengan kultivasinya yang rendah.


Mereka mencari sebuah penginapan dan sama tak menemukan satu pun penginapan,


Kong yang melihat mereka kebingungan untuk mencari penginapan pun memutuskan untuk mengajaknya kepenginapan yang ibu nya miliki.

__ADS_1


Namun kali ini ia sedikit berbeda ia menjelaskan terlebih dahulu mengenai penginapannya,


Pangeran pertama mendengar seksama apa yang dijelaskan oleh Kong. Dan ia memutuskan untuk mengikuti Kong karena penginapan disini sudah penuh terisi.


Dan daerah ini adalah daerah netral yang mana tidak ada yang namanya raja , bangsawan atau apapun semua di anggap sama.


Keputusan yang diambil oleh pangeran pertama sudah tepat dengan tidak menggunakan pakaian ala keluarga bangsawan.


Apabila ada yang berani protes terhadap hal itu dan membuat kekacauan, mereka akan diusir dari desa.


Itu adalah peraturan yang tidak tertulis namun disepakati oleh semua pendekar yang ada diseluruh benua, baik aliran putih, hitam, maupun netral.


***


Kira saat ini sedang berjalan jalan mengumpulkan informasi tentang gelombang monster.


Hal pertama yang ada didalam pikirannya mengenai informasi jelas adalah kedai makanan.


" Pelayan "


" Iya tuan ada yang bisa saya bantu "


" Berikan aku makanan dan minuman terbaik disini "


" Baik Tuan "


Kira duduk di ujung ruangan agar tidak menarik perhatiannya, dia menanti dengan tenang makanannya.


" Silahkan tuan "


Makanan Kira telah tiba ia melahap makanannya sembari mendengarkan percakapan yang dilakukan oleh pendekar pendekar disana.

__ADS_1


Kira pula langsung membayar makanan terbaiknya itu agar tidak merepotkan pikirnya.


" Pelayan ini bayarannya " Kira memberikan lima koin emas kepada pelayan tersebut


" Tuan ini terlalu banyak "


" Tak apa sisanya ambil saja untukmu "


" Terimakasih tuan "


Kira masih terus mendengarkan pembicaraan mereka, namun belum juga mendapatkan informasi yang berguna hanya mengenai portal monster.


Ada sedikit yang menarik perhatiannya, ada kabar bahwa gelombang monster kali ini lebih besar dari sebelumnya.


Itu di kuatkan dengan bukti monster monster semua berkumpul  di hutan iblis.


" Hmm menarik " Kira bergumam dengan senyuman yang penuh maknanya.


Di saat ia sedang asik makan dan mendengarkan informasi Kira dihadapkan dengan seorang yang arogan.


" Hey kau sampah menyingkirlah dari sini "


" Hah?! "


" Apa kau tuli "


Kira tetap melanjutkan makannya dengan tenang, karena ia sudah faham peraturan disini.


" Kau baji*gan !!! "


" Apa kau tak tau aku adalah tuan muda keluarga Liu kerajaan Tang "

__ADS_1


__ADS_2