Tak Disangka Istriku Orang Hebat

Tak Disangka Istriku Orang Hebat
Eps 2 (Memulai Bekerja 1)


__ADS_3

Pagi Jam 06.10 Terdengar ketukan pintu


tok tok tok


"Non, bangun hari telah siang. Bibik telah menyiapkan Sarapan buat Non Reni di bawah". Bik Ijah


Mendengar suara ketukan Reni Terbangun.


"Iya bik Reni Bangun. Reni Mandi dulu bik". Reni Menjawabnya dengan Mulut yang masih menguap karena mengantuk.


"baik non". Bik Ijah menjawab di depan pintu setelah itu kembali ke Dapur menuruni Tangga


Bik Ijah adalah seorang Kepala Pelayan yang sigap ketika Tuan Rumah meminta bantuannya


Setelah Mandi Reni menyiapkan semua kebutuhan untuk dia memulai bekerja di Gedung Beritanews yang mana gedung itu salah satu milik ayahnya. Setelah bersiap -siap dia turun dari Kamar menuju Ruang makan


"Pagi Semua". Ucap Reni sambil Menarik kursi lalu duduk


"Pagi Non". Jawab semua pelayan dengan Senyuman dan menunduk lalu melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Setelah Sarapan Reni Keluar rumah dia melihat Pak Denis supir Pribadinya telah menyiapkan Mobil untuk dia pergi. Tetapi karena dia ingat sedang menyamar maka dia tidak naik mobil lalu memesan Taksi untuk sampai ke kantor tempat dia bekerja.


"Pak Denis Saya naik Taksi saja hari ini". Sambil memegang handphone untuk memesan Taksi.


"Baik Non, Apakah saya harus memesankan taksi untuk Non Reni?". Pak Denis saat menawarkan jasa nya


"Tidak perlu pak, saya telah memesannya. Sebentar lagi sampai".


Tak lama kemudian ada taksi datang


"Atas nama Reni Mahendra Marselina?"


Supir taksi saat melihat handphone dan bertanya ke Satpam depan rumah.


"Benar pak"


"Non Taksinya sampai" Satpam


"Iya Pak. Tunggu sebentar". Ucapnya sambil berjalan keluar rumah.


Tak sampai 40 Menit Taksi sampai di depan Gedung Beritanews.


"Ada Manager Rendi didalam?". Saat menanyakan ke Resepsionis


"Ada. Apakah Nona telah membuat Janji?"


"Saya telah membuat Janji ke Manager Rendi". Reni saat melihat handphone untuk menghubungi Rendi.


"Silahkan Ke atas lantai 3 Non". Ucap resepsionis dengan Ramah


"Terimakasih". Reni Menjawabnya sambil berjalan ke lift


Setelah masuk lift dia Mengetuk Pintu Manager


Tok tok tok


"Siapa?" Manager Rendi


"Saya Reni Mahendra Marselina Pak". Reni menjawab di balik pintu


"Masuk Non Reni". Rendi menjawab karena merasa bersalah telah membuat Menunggu pemilik perusahaan baru itu

__ADS_1


"Terimakasih". Reni memasuki ruangan.


"Maaf Non Reni saya tidak tau kalau Non telah datang". Rendi berdiri sambil menunduk bersalah


"Tidak apa-apa Pak, Silahkan duduk seperti biasa". Ujarnya sambil duduk di kursi


"Terimakasih Non". Rendi sambil duduk


"Pak Jangan panggil saya Non panggil Nama saja Reni". Ujarnya sambil memberikan beberapa berkas lamaran.


"Non eh Reni jangan panggil saya bapak panggil Nama saja kita kan tidak beda jauh umur nya". Ujarnya karena merasa bersalah


"Ya sudah, saya panggil Rendi saja".


"Oh iya Ren, Tolong bersikap biasa didepan Pekerja lain, Nanti saya panggil Bapak jika di luar. Nanti saya ketahuan oleh yang lain Kalau saya sedang menyamar". Reni


"Baiklah kalau begitu". Rendi menjawab nya sambil menyimpan berkas lamaran Reni


"Silahkan Non eh Reni memulai bekerja, Nanti saya Panggil Dina untuk menemanimu mencari berita dan memberitahu tugas yang harus dilakukan".


Rendi menelpon seseorang


"Hello Dina. Bisa keruangan saya sekarang?".


"Baik Pak". Ujar Dina dibalik telepon


Tok tok tok


"Silahkan Masuk" Rendi


"Iya Pak, ada yang bisa saya bantu?". Dina


Dina adalah wartawan Harian sekaligus Team Redaksi yang piket di kantor hari itu. Dina berwatak baik, tegas, bertanggung jawab, setia dan tak pantang menyerah. Dina inilah yang akan menjadi Sahabat Reni nantinya.


"Baik Pak, bisa". Dina


"Reni, Silahkan Ikuti Dina. Dia yang akan mengajarkan semuanya ke kamu". Rendi


"Baik. Terimakasih". Reni


"Ayo Ren, Saya ajarkan". Dina


Reni dan Dina meninggalkan Ruangan Rendi.


Diruangan lain Dina mengajarkan semuanya dari mulai Mencari informasi, mengolah informasi sampai memberikan informasi kepada Redaksi.


"Reni, apakah telah paham semua?". Dina


"Sudah Din, terimakasih banyak membantu saya". Reni


"Nanti untuk liputan Pertama bersama saya". Dina


"Oke, Din"


Setelah Reni selesai belajar semuanya mereka keluar. Tak terasa ternyata telah masuk Jam makan Siang.


Kruk kruk kruk


Bunyi perut Reni Lapar


"Ren, kamu lapar?" Dina

__ADS_1


"Iya Din". Reni


"Ayo kita makan di depan". Dina


"Di depan ada rumah makan enak loh". Dina melanjutkan obrolan nya


"Iyakah?". Reni


"Iya. Ayo kita makan bareng" Dina


"Ayo, aku ikut". Reni


Tak lama ia sampai di rumah makan yang dituju. Mereka langsung memesan makanan yang diinginkan masing-masing.


"Din, kamu benar. Makanan disini enak-enak". Reni sambil memakan makanan yang didepan nya


"Iya Ren". Dina menjawabnya


Setelah mereka makan. Mereka kembali ke kantor untuk melihat beberapa berita yang belum selesai di perbaiki Dina yang mana Dina juga bertugas sebagai Team Redaksi. Reni juga ikut melihat bagaimana caranya mengolah berita disana. Karena Reni adalah wanita yang pintar dia hanya melihat dan mendengar penjelasan Dina sekali lalu langsung Paham.


Dina menyerahkan 1 berita untuk di Koreksi Reni dan ternyata hasilnya bagus. Sesuai apa yang diinginkan.


"Ren, kamu pintar juga mengenai Berita". Dina


"Tidak juga Din. Saya bisa karena sering membaca berita dan mendengarkan semua penjelasan kamu. Lalu saya praktekkan". Reni


"Oh gitu ya. Alhamdulillah berarti saya ada teman disini. Kebetulan ini banyak yang harus di koreksi. Bisa bantu sayakan hari ini?". Dina sambil meminta bantuannya kepada Reni


"Dengan senang hati saya membantu". Reni


Setelah mengkoreksi semua berita lalu di post di Media Online sampai tak terasa jam menunjukkan pukul 05.00 sore yang mana waktu tugas di kantor selesai lain dari jam kerja wartawan Harian itu sendiri.


"Ren, kita pulang yuk". Dina


"Iya Din. Terimakasih untuk hari ini". Sambil membereskan semua berkas".


"Sama-sama Ren. Senang membantu mu". Dina sambil mengambil Tasnya


Mereka berdua pulang ke rumah masing-masing


Dina dijemput seseorang laki-laki


Reni pulang Naik Taksi


Di jalan dia menelepon seseorang


"Ada kabar apa hari ini?". Ucapnya Reni


"Gini Non. Team kita telah menemukan siapa dalang kematian ayah dan ibunya non mengalami kecelakaan tapi kita belum mengetahui siapa yang memerintahkan mereka". Laki-laki dibalik telepon


"Baik cari tau semuanya". Ujar Reni sambil mengempal tangannya untuk menahan agar dia tidak emosi di Taksi


Setelah telepon ditutup tak lama dia sampai di depan gerbang rumahnya. Reni turun dari taksi pak satpam telah membuka pintu untuknya masuk.


"Sore Non" satpam menunduk setelah itu menutup gerbang rumah


"Hemm" jawab Reni singkat lalu masuk ke rumah dan menuju kamarnya diatas


Setelah sampai kamar dia berbaring dan mengambil foto kedua orang tuanya di atas meja tak jauh dari kasurnya


"Ayah ibu aku akan membalas semua orang yang jahat kepada kalian". Ucapnya sambil menatap foto kedua orang tuanya. Tak sadar air matanya mengalir dengan sendirinya sehingga ia tertidur dan lupa makan malam

__ADS_1


Tak ada yang berani membangunkannya dari tidur.


__ADS_2